Rabu, 01 April 2026

Rabu, 1 April 2026

       

 

Hari/Tanggal : Rabu, 1 April 2026

Fase/Kelas : B/ 3 A

Sekolah : SD Al Azhar 3 Bandar Lampung 

Pelajaran : Matematika, Ipas, B.indonesia, Sbdp

Metode : diskusi, presentasi 

Media : Video Pembelajaran, LKPD


MATEMATIKA

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar 

Materi :

Mengenal Bangun Datar

1. Apa itu Bangun Datar?

Bangun datar adalah sebutan untuk bangun-bangun dua dimensi. Bangun datar adalah sebuah bidang datar yang dibatasi oleh garis lurus atau garis lengkung. Karena hanya dua dimensi, bangun datar hanya memiliki panjang dan lebar, tapi tidak memiliki tinggi atau tebal.

2. Jenis-Jenis Bangun Datar dan Cirinya

Mari kita pelajari beberapa bangun datar yang paling sering kita temui:

A. Persegi

Persegi adalah bangun datar yang memiliki 4 sisi yang sama panjang.

  • Ciri-ciri:
    • Memiliki 4 sisi (garis) yang panjangnya persis sama.
    • Memiliki 4 titik sudut (pojok).
  • Contoh benda: Ubin/lantai keramik, kertas lipat (origami), dan sisi dadu.

B. Persegi Panjang

Persegi panjang mirip dengan persegi, tapi dua sisi yang berhadapan lebih panjang dari dua sisi lainnya.

  • Ciri-ciri:
    • Memiliki 4 sisi.
    • Sisi yang berhadapan sama panjang.
    • Memiliki 4 titik sudut.
  • Contoh benda: Buku tulis, papan tulis, pintu, dan uang kertas.

C. Segitiga

Segitiga adalah bangun datar yang dibentuk oleh 3 buah garis.

  • Ciri-ciri:
    • Memiliki 3 sisi.
    • Memiliki 3 titik sudut.
  • Jenis segitiga: Ada segitiga sama sisi (semua sisi sama panjang), segitiga sama kaki (2 sisi sama panjang), dan segitiga siku-siku.
  • Contoh benda: Penggaris segitiga, potongan pizza, dan atap rumah.

D. Lingkaran

Lingkaran adalah bangun datar yang terbentuk dari satu garis lengkung yang saling bertemu.

  • Ciri-ciri:
    • Hanya memiliki 1 sisi lengkung.
    • Tidak memiliki titik sudut.
  • Contoh benda: Jam dinding, koin, roda sepeda, dan piring.

3. Komponen Bangun Datar

Untuk memahami bangun datar, kita perlu tahu dua istilah ini:

  1. Sisi: Garis-garis yang membentuk pinggiran bangun datar.
  2. Sudut: Titik pertemuan antara dua garis (ujung atau pojok).

4. Tabel Ringkasan

Nama Bangun

Jumlah Sisi

Jumlah Sudut

Persegi

4

4

Persegi Panjang

4

4

Segitiga

3

3

Lingkaran

1 (lengkung)

0

Latihan Soal :

  1. Apa bentuk permukaan buku paketmu?
  2. Apa bentuk dari uang koin lima ratus rupiah?
  3. Sebutkan benda di sekolahmu yang berbentuk lingkaran!

Refleksi:


IPAS

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat menghargai perbedaan tradisi dan menceritakan tradisi atau kebiasaaan unik yang ada di keluarga dan lingkungan sekitarnya. 

Materi :

Setiap keluarga dan masyarakat memiliki cara yang berbeda-beda dalam merayakan sesuatu atau menjalani kehidupan sehari-hari. Cara yang dilakukan secara turun-temurun ini disebut dengan tradisi atau adat istiadat.

Apa itu Tradisi? Tradisi adalah kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok orang secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Contohnya, ada keluarga yang selalu makan bersama setiap malam minggu, ada juga masyarakat yang mengadakan kerja bakti setiap menjelang hari kemerdekaan. Di daerah lain, mungkin ada tradisi perayaan panen padi atau upacara penyambutan tamu.

Tradisi Unik di Keluarga dan Lingkungan Setiap keluarga memiliki keunikan masing-masing. Ada keluarga yang memiliki tradisi mudik saat hari raya, ada yang merayakan ulang tahun dengan memasak makanan khas daerah asal, atau tradisi membasuh kaki orang tua sebagai bentuk rasa hormat. Di lingkungan tempat tinggal, kita juga bisa menemukan tradisi seperti ronda malam, "ngerumpi" positif saat memasak bersama untuk hajatan, atau perayaan hari besar agama yang melibatkan seluruh warga.

Mengapa Kita Harus Menghargai Perbedaan? Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman. Perbedaan tradisi bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan yang membuat hidup kita lebih warna-warni. Dengan menghargai tradisi orang lain, kita menciptakan suasana yang rukun, damai, dan saling menghormati. Kita tidak boleh mengejek tradisi yang berbeda dengan apa yang kita lakukan di rumah.

Cara Menghargai Tradisi:

  1. Mendengarkan dengan baik saat teman bercerita tentang kebiasaan keluarganya.

  2. Tidak mengganggu saat tetangga sedang melaksanakan upacara adat atau keagamaan.

  3. Ikut serta dalam kegiatan lingkungan dengan rasa senang.

  4. Menghormati makanan atau tata krama yang berlaku di tempat yang kita kunjungi.

Latihan Soal:

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tradisi menurut pemahamanmu sendiri!

  2. Sebutkan satu contoh tradisi unik yang ada di dalam keluargamu dan ceritakan secara singkat bagaimana kegiatan tersebut dilakukan!

  3. Bagaimana sikap yang harus kamu tunjukkan jika melihat temanmu memiliki kebiasaan atau tradisi yang berbeda dengan tradisimu?

Refleksi:


Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menyampaikan pendapat atau saran kepada tokoh cerita dengan bahasa yang santun.

Materi: 

Materi: Memberi Saran dan Pendapat untuk Tokoh Cerita

1. Apa itu Pendapat dan Saran?

Sebelum bicara, kita harus tahu bedanya dulu, nih:

  • Pendapat: Apa yang kita pikirkan tentang sifat atau tindakan seorang tokoh.

    • Contoh: "Menurutku, Kancil sangat cerdik."

  • Saran: Masukan atau nasihat agar tokoh tersebut menjadi lebih baik.

    • Contoh: "Sebaiknya Kancil tidak membohongi Pak Tani lagi."

2. Resep "Bahasa Santun" (3K)

Agar tokoh cerita (atau teman kita) tidak sedih saat mendengar masukan, gunakan rumus 3K:

  1. Kata Ajaib: Mulailah dengan kata "Menurutku..." atau "Akan lebih baik jika...".

  2. Kata Maaf: Gunakan kata "Maaf" jika ingin mengkritik hal yang kurang baik.

  3. Karena: Berikan alasan yang logis (masuk akal).

3. Cara Menyampaikan Saran yang Baik

Gunakan kalimat pemantik berikut ini supaya bahasamu terdengar sopan:

SituasiKalimat yang Disarankan
Ingin memberi nasihat"Menurut pendapatku, sebaiknya [Nama Tokoh]..."
Ingin mencegah sesuatu"Ada baiknya jika [Nama Tokoh] tidak..."
Memberi ide baru"Mungkin akan lebih bagus kalau [Nama Tokoh]..."

Ingat: Jangan gunakan kata-kata kasar atau nada membentak, karena tujuan kita adalah membantu, bukan memarahi.

4. Mari Berlatih! (Contoh Kasus)

Cerita Singkat:

Budi adalah anak yang malas merapikan mainan. Setelah bermain, ia langsung pergi tidur sehingga adiknya sering tersandung mainan Budi.

Contoh Pendapat & Saran yang Santun:

  • Pendapat: "Menurutku, sikap Budi kurang bertanggung jawab karena membiarkan mainannya berantakan."

  • Saran: "Sebaiknya Budi segera merapikan mainannya setelah selesai bermain agar tidak membahayakan orang lain."

latihan: 
  1. Tokoh: Rano memetik bunga di taman sekolah padahal ada larangan. Soal: Tuliskan satu saran yang santun untuk Rano!
  2. Tokoh: Lani berbicara dengan mulut penuh makanan saat makan bersama. Soal: Apa pendapatmu mengenai sikap Lani tersebut?

  3. Tokoh: Kera mencuri pisang milik kura-kura yang sudah lelah menanamnya. Soal: Tuliskan saran agar Kera menjadi teman yang lebih baik!


Refleksi:

SBDP

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat menggalu dan mengkonsep gagasan dengan menggunakan unsur rupa (garis, warna, bentuk, dan bangun) pada karya seni rupa.

Materi:



Mengenal Unsur Rupa dalam Karya Seni

Saat kita membuat gambar atau prakarya, kita sebenarnya sedang menyusun berbagai unsur rupa. Unsur-unsur ini adalah "bahan dasar" yang membuat sebuah karya seni menjadi indah dan menarik untuk dilihat.

Mari kita pelajari empat unsur rupa utama:

1. Garis Garis adalah unsur rupa yang paling dasar. Garis terbentuk dari titik yang ditarik secara bersambung. Ada berbagai macam jenis garis yang bisa kita gunakan, seperti:

  • Garis lurus: Memberikan kesan tegak dan kuat.

  • Garis lengkung: Memberikan kesan lembut dan luwes.

  • Garis zig-zag: Memberikan kesan tajam atau semangat.

  • Garis putus-putus: Biasanya digunakan sebagai bantuan atau kesan bayangan.

2. Warna Warna membuat karya seni menjadi lebih hidup. Ada tiga warna utama yang disebut warna primer, yaitu merah, kuning, dan biru. Jika kita mencampur warna-warna tersebut, kita akan mendapatkan warna baru (warna sekunder), seperti hijau (kuning + biru) atau oranye (merah + kuning). Warna juga bisa menggambarkan perasaan, misalnya warna cerah untuk suasana ceria.

3. Bentuk Bentuk terjadi karena adanya pertemuan beberapa garis. Dalam seni rupa, bentuk bisa berupa:

  • Bentuk geometris: Bentuk yang beraturan seperti segitiga, persegi, dan lingkaran.

  • Bentuk non-geometris (organis): Bentuk yang tidak beraturan, seperti bentuk daun, awan, atau batu.

4. Bangun (Volume) Bangun adalah bentuk yang memiliki isi atau volume (tiga dimensi). Jika persegi adalah bentuk datar, maka kubus adalah bangunnya. Bangun memiliki panjang, lebar, dan tinggi sehingga terlihat nyata jika disentuh atau dilihat dari berbagai arah.

Tips Mengkonsep Gagasan: Sebelum menggambar, bayangkanlah apa yang ingin kamu buat. Jika ingin menggambar pemandangan, kamu bisa menggunakan garis lengkung untuk gunung, warna hijau untuk pohon, bentuk lingkaran untuk matahari, dan memberikan kesan bangun pada rumah agar terlihat kokoh.


Latihan Soal 

  1. Sebutkan 3 jenis garis yang kamu ketahui dan jelaskan kesan yang diberikan oleh masing-masing garis tersebut!

  2. Jika kamu hanya memiliki warna merah dan kuning, warna apa yang akan dihasilkan jika keduanya dicampur? Berikan satu contoh benda di sekitarmu yang memiliki warna hasil campuran tersebut!

  3. Apa perbedaan antara "bentuk" dan "bangun" dalam unsur seni rupa? Jelaskan dengan memberikan satu contoh perbandingannya!

    Refleksi:


Penutup

"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar