Rabu, 15 April 2026

Kamis, 16 April 2026

         

 

Nama Guru: Upik Zulaiha, S.Pd.

Mata Pelajaran :  P. Pancasila, Matematika, SBDP

Hari/Tanggal : Kamis, 16 April 2026

Materi pokok: nama dan struktur lingkungan tempat tinggal, menyajikan data dalam berbagai bentuk diagram batang, prinsip keseimbangan

Media : Video Pembelajaran, LKPD


Pendidikan Pancasila

Tujuan Pembelajaran: 
peserta didik dapat mengidentifikasikan nama dan struktur lingkungan tempat tinggal (rt, rw, desa, atau kelurahan)

Materi:



Struktur lingkungan kita dimulai dari tingkatan yang paling sederhana, yaitu Rukun Tetangga atau RT . RT dibentuk untuk membantu pelayanan administrasi dan menjaga kerukunan antar tetangga yang rumahnya berdekatan. RT dipimpin oleh seorang Ketua RT yang dipilih oleh warga setempat. Biasanya beberapa kelompok RT akan bergabung membentuk tingkatan yang lebih tinggi, yaitu Rukun Warga atau RW . RW memiliki tugas yang lebih luas dalam mengoordinasikan kegiatan antar RT dan menjaga keamanan serta kebersihan lingkungan di wilayahnya.

Di tingkat atas RW, wilayah yang lebih luas lagi, yaitu Desa atau Kelurahan terdapat . Perbedaan antara keduanya terletak pada lokasinya; desa biasanya berada di daerah pedesaan atau kabupaten, sedangkan kelurahan berada di daerah perkotaan. Desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan kepala desa. Sementara itu, kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah , yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditunjuk oleh pemerintah daerah. Baik desa maupun kelurahan berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat, mulai dari urusan surat-menyurat hingga pengaturan pembangunan sarana umum seperti jalan dan jembatan.

Dengan adanya struktur ini, setiap warga memiliki identitas alamat yang jelas, seperti nama jalan, nomor rumah, serta nomor RT dan RW. Mengenal nama dan struktur ini sangat penting agar kita tahu ke mana harus melapor jika membutuhkan bantuan atau ingin bergotong royong membersihkan lingkungan. Kerjasama yang baik antara warga dan para pemimpin di tingkat RT, RW, hingga desa atau kelurahan akan menciptakan tempat tinggal yang nyaman dan damai bagi semua orang.

Soal Latihan 

  1. Penentuan urutan struktur lingkungan tempat tinggal mulai dari yang paling kecil hingga ke tingkat desa atau kelurahan!

  2. Menjelaskan perbedaan cara pemilihan antara seorang Kepala Desa dengan seorang Lurah!

  3. Mengapa setiap warga harus mengetahui nomor RT dan RW di tempat tinggal mereka sendiri? menjelaskan pendapatmu!


Refleksi:




MATEMATIKA

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat menyajikan data dalam berbagai bentuk diagram batang.

Materi :


Penyajian data merupakan langkah penting untuk memahami informasi secara cepat dan mudah. Salah satu cara paling populer dan efektif untuk tingkat sekolah dasar adalah dengan menggunakan Diagram Batang . Diagram ini menggunakan bentuk persegi panjang yang berdiri tegak atau mendatar untuk mewakili frekuensi atau jumlah dari suatu kategori data.

Mengenal Struktur Diagram Batang

Sebuah diagram batang yang baik harus memiliki komponen yang lengkap agar pembaca tidak bingung. Pertama, kita harus memberikan Judul yang jelas di bagian atas agar orang tahu data apa yang sedang disajikan. Kedua, terdapat Sumbu Mendatar yang biasanya digunakan untuk menuliskan kategori atau nama objek yang didata, seperti nama hari, jenis hewan, atau jenis mata pelajaran. Ketiga, terdapat Sumbu Tegak yang berfungsi sebagai skala angka untuk menunjukkan banyaknya data atau frekuensi. Terakhir, bagian yang paling utama adalah Batang itu sendiri, yaitu persegi panjang yang tingginya disesuaikan dengan angka pada sumbu tegak.

Tahapan Membuat Diagram Batang yang Akurat

Untuk membuat diagram batang yang rapi, kita harus mengikuti langkah-langkah yang sistematis. Langkah awal adalah mengumpulkan data terlebih dahulu, biasanya data ini disusun dalam bentuk tabel sederhana agar lebih mudah dibaca. Setelah data siap, buatlah dua garis yang saling tegak lurus, yaitu garis mendatar dan garis tegak. Pada garis yang menunjuk, tuliskan nama-nama kategori dengan jarak yang sama antar kategori tersebut.

Langkah berikutnya adalah menentukan skala pada garis tegak. Skala ini harus dimulai dari angka nol dan memiliki interval atau jarak angka yang tetap, misalnya loncat satu-satu (1, 2, 3, ....) atau loncat dua-dua (0, 2, 4, ....) tergantung pada besarnya data yang dimiliki. Setelah semua garis dan angka siap, barulah kita menggambar batang di atas setiap kategori. Pastikan lebar setiap batang sama agar terlihat rapi. Tinggi batang harus tepat berhenti di angka yang sesuai dengan jumlah data yang ada di tabel.

Membaca dan Menafsirkan Diagram Batang

Kemampuan menyajikan data juga harus dibarengi dengan kemampuan membaca. Melalui diagram batang, kita dapat melakukan analisis sederhana secara visual tanpa harus menghitung ulang satu per satu. Batang yang paling tinggi menunjukkan data dengan jumlah terbanyak atau paling populer, sedangkan batang yang paling rendah menunjukkan jumlah yang paling sedikit. Selain itu, kita juga bisa membandingkan selisih antar data dengan cara melihat perbedaan tinggi antara satu batang dengan batang lainnya.

Soal Latihan 

  1. Pak Guru mencatat hasil panen buah di kebun sekolah selama satu minggu. Hasilnya sebagai berikut: Buah Mangga sebanyak 15 kg, Buah Pepaya sebanyak 10 kg, dan Buah Jambu sebanyak 20 kg. Jika data tersebut disajikan dalam bentuk diagram, buah berikutnya akan memiliki gambar batang paling tinggi, dan berapakah angka yang ditunjukkan pada puncak batang buah Pepaya?
  2. Di sebuah perpustakaan kelas, terdapat data peminjaman buku cerita. Buku Fabel dipinjamkan 12 siswa, Buku Dongeng dipinjamkan 18 siswa, dan Buku Legenda dipinjamkan 9 siswa. Jika kamu membuat skala pada garis tegak dengan loncatan angka 3 (mulai dari 0, 3, 6, 9, ....), berada di garis angka berapakah puncak untuk Buku Dongeng?
  3. Siswa kelas 3 mengumpulkan data tentang hobi teman-temannya. Mengenal batang untuk hobi Membaca setinggi angka 14, hobi menggambar setinggi angka 8, dan hobi menggeram setinggi angka 11. Berdasarkan diagram tersebut, urutkanlah jenis hobi dari yang paling sedikit peminatnya hingga yang paling banyak, dan hitunglah berapa jumlah total siswa yang menyukai hobi menggambar dan bersepeda jika digabungkan?


Refleksi:




 SBDP

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat mengenal prinsip keseimbangan (Simetris. asimetris, radial) dalam komposisi.

Materi:

Ada 3 jenis keseimbangan yang bisa kita gunakan saat menggambar atau membuat karya seni, yaitu:

1. Keseimbangan Simetris (Sama Sisi)

Keseimbangan simetris adalah ketika bagian kanan dan kiri (atau atas dan bawah) gambar terlihat sama persis, seperti sedang bercermin. Jika gambar itu dilipat menjadi dua, maka kedua sisinya akan saling menutupi dengan pas.

  • Contoh: Gambar kupu-kupu, wajah manusia, atau gambar vas bunga yang diletakkan tepat di tengah kertas.

2. Keseimbangan Asimetris (Tidak Sama Sisi)

Keseimbangan asimetris adalah ketika bagian kanan dan kiri gambar tidak sama, tetapi secara keseluruhan gambar tetap terlihat seimbang dan tidak berat sebelah. Misalnya, ada satu benda besar di sebelah kiri, lalu diimbangi dengan beberapa benda kecil di sebelah kanan.

  • Contoh: Gambar satu pohon besar di sebelah kiri kertas, dan dua ekor burung kecil di sebelah kanan kertas. Meskipun ukurannya berbeda, gambarnya tetap terlihat pas!

3. Keseimbangan Radial (Memusat/Melingkar)

Keseimbangan radial adalah ketika semua bagian gambar berpusat pada satu titik di tengah, lalu menyebar ke segala arah seperti lingkaran.

  • Contoh: Gambar bunga matahari, roda sepeda, jaring laba-laba, atau sinar matahari yang memancar.

Soal Latihan 

Untuk menguji pemahamanmu, yuk coba jawab 3 pertanyaan di bawah ini!

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan keseimbangan simetris, dan sebutkan 2 contoh benda di sekitarmu yang bentuknya simetris!

  2. Apa perbedaan antara keseimbangan simetris dan keseimbangan asimetris? Coba jelaskan dengan bahasamu sendiri!

  3. Jika kamu menggambar sebuah roda sepeda lengkap dengan jari-jarinya, jenis keseimbangan apa yang kamu gunakan pada gambar tersebut? Mengapa demikian?

Refleksi:


Penutup

"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar