Nama Guru: Upik Zulaiha, S.Pd.
Mata Pelajaran : MTK, IPAS, B.Indonesia, SBDP
Hari/Tanggal : Rabu, 29 April 2026
Materi pokok: menulis teks narasi sederhana, contoh kerjasama di lingkungan rumah dan sekolah, menyajikan data dalam diagram batang.
Media : Video Pembelajaran, LKPD
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat menyajikan data dalam berbagai representasi visual seperti tabel, diagram gambar (piktogram), dan diagram batang.
Materi :
Materi: Penyajian Data dalam Bentuk Tabel, Piktogram, dan Diagram Batang
1. Apa itu Data?
Data adalah kumpulan informasi yang kita peroleh dari hasil pengamatan atau pencatatan.
Contoh data:
- Jumlah siswa yang suka buah
- Jenis hewan peliharaan
- Hobi teman di kelas
2. Menyajikan Data dalam Tabel
Tabel digunakan untuk menyusun data agar rapi dan mudah dibaca.
Contoh: Data buah kesukaan siswa
Buah | Jumlah |
Apel | 5 |
Pisang | 3 |
Mangga | 4 |
👉 Tabel memiliki baris dan kolom.
3. Diagram Gambar (Piktogram)
Piktogram adalah penyajian data menggunakan gambar.
Contoh:
1 gambar = 1 siswa
Apel 🍎🍎🍎🍎🍎
Pisang 🍌🍌🍌
Mangga 🥭🥭🥭🥭
👉 Gambar harus memiliki arti yang jelas (misalnya 1 gambar = 1 data).
4. Diagram Batang
Diagram batang menggunakan batang (garis) untuk menunjukkan jumlah data.
Contoh Data
Jumlah buah kesukaan siswa:
- Apel = 5 siswa
- Pisang = 3 siswa
- Mangga = 4 siswa
1. Diagram Batang Vertikal (Tegak)
Jumlah
5 | █
4 | █ █
3 | █ █ █
2 | █ █ █
1 | █ █ █
-----------------------
Apel Pisang Mangga
Penjelasan:
- Garis ke atas menunjukkan jumlah (angka)
- Nama buah ada di bagian bawah
- Tinggi batang menunjukkan banyak data
👉 Apel paling tinggi = paling banyak
2. Diagram Batang Horizontal (Mendatar)
Apel : █████ (5)
Pisang : ███ (3)
Mangga : ████ (4)
Penjelasan:
- Batang ke samping menunjukkan jumlah
- Semakin panjang batang = semakin banyak jumlahnya
5. Langkah Menyajikan Data
- Kumpulkan data
- Susun dalam tabel
- Ubah ke bentuk piktogram
- Ubah ke diagram batang
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat menghargai perbedaan tradisi dan menceritakan tradisi atau kebiasaaan unik yang ada di keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Materi :
Setiap keluarga dan masyarakat memiliki cara yang berbeda-beda dalam merayakan sesuatu atau menjalani kehidupan sehari-hari. Cara yang dilakukan secara turun-temurun ini disebut dengan tradisi atau adat istiadat.
Apa itu Tradisi? Tradisi adalah kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok orang secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Contohnya, ada keluarga yang selalu makan bersama setiap malam minggu, ada juga masyarakat yang mengadakan kerja bakti setiap menjelang hari kemerdekaan. Di daerah lain, mungkin ada tradisi perayaan panen padi atau upacara penyambutan tamu.
Tradisi Unik di Keluarga dan Lingkungan Setiap keluarga memiliki keunikan masing-masing. Ada keluarga yang memiliki tradisi mudik saat hari raya, ada yang merayakan ulang tahun dengan memasak makanan khas daerah asal, atau tradisi membasuh kaki orang tua sebagai bentuk rasa hormat. Di lingkungan tempat tinggal, kita juga bisa menemukan tradisi seperti ronda malam, "ngerumpi" positif saat memasak bersama untuk hajatan, atau perayaan hari besar agama yang melibatkan seluruh warga.
Mengapa Kita Harus Menghargai Perbedaan? Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman. Perbedaan tradisi bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan yang membuat hidup kita lebih warna-warni. Dengan menghargai tradisi orang lain, kita menciptakan suasana yang rukun, damai, dan saling menghormati. Kita tidak boleh mengejek tradisi yang berbeda dengan apa yang kita lakukan di rumah.
Cara Menghargai Tradisi:
Mendengarkan dengan baik saat teman bercerita tentang kebiasaan keluarganya.
Tidak mengganggu saat tetangga sedang melaksanakan upacara adat atau keagamaan.
Ikut serta dalam kegiatan lingkungan dengan rasa senang.
Menghormati makanan atau tata krama yang berlaku di tempat yang kita kunjungi.
Latihan Soal:
Jelaskan apa yang dimaksud dengan tradisi menurut pemahamanmu sendiri!
Sebutkan satu contoh tradisi unik yang ada di dalam keluargamu dan ceritakan secara singkat bagaimana kegiatan tersebut dilakukan!
Bagaimana sikap yang harus kamu tunjukkan jika melihat temanmu memiliki kebiasaan atau tradisi yang berbeda dengan tradisimu?
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat menulis surat pribadi tentang pengalaman merawat hewan/tumbuhan dengan ejaan yang benar.
Materi :
1. Pengertian Teks Narasi
Teks narasi adalah cerita yang menceritakan suatu peristiwa atau pengalaman secara urut (dari awal, tengah, hingga akhir).
2. Ciri-ciri Teks Narasi
- Ada tokoh (misalnya: aku, ibu, kucingku)
- Ada kejadian atau peristiwa
- Ditulis secara urutan (awal → tengah → akhir)
- Menggunakan kalimat yang jelas
3. Ejaan yang Benar
Saat menulis, gunakan:
- Huruf kapital di awal kalimat
Contoh: Saya merawat kucing setiap hari. - Tanda titik (.) di akhir kalimat
- Penulisan kata yang benar (tidak disingkat sembarangan)
4. Contoh Teks Narasi Sederhana
Judul: Merawat Kucing
Saya memiliki seekor kucing bernama Miko. Setiap pagi, saya memberi makan Miko. Saya juga membersihkan tempat tidurnya agar tetap bersih.
Pada sore hari, saya mengajak Miko bermain di halaman. Miko terlihat sangat senang. Saya merawat Miko dengan baik agar tetap sehat.
5. Contoh Teks Narasi Tentang Tumbuhan
Judul: Merawat Tanaman Bunga
Di rumah, saya menanam bunga mawar. Setiap hari, saya menyiram tanaman itu dengan air. Saya juga memberi pupuk seminggu sekali.
Tanaman bunga saya tumbuh dengan baik dan berbunga indah. Saya senang merawat tanaman tersebut.
A. Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang benar!
- Teks narasi adalah teks yang berisi …
a. daftar kata
b. cerita atau peristiwa
c. gambar saja
d. angka-angka - Penulisan yang benar adalah …
a. saya merawat kucing setiap hari.
b. Saya merawat kucing setiap hari
c. Saya merawat kucing setiap hari.
d. saya merawat kucing setiap hari - Urutan teks narasi yang benar adalah …
a. tengah–akhir–awal
b. akhir–awal–tengah
c. awal–tengah–akhir
d. awal–akhir–tengah - Kalimat yang menggunakan ejaan benar adalah …
a. saya menyiram tanaman setiap pagi.
b. Saya menyiram tanaman setiap pagi
c. saya menyiram tanaman setiap pagi
d. Saya menyiram tanaman setiap pagi. - Berikut ini yang termasuk teks narasi adalah …
a. daftar belanja
b. cerita merawat tanaman
c. tabel angka
d. gambar pemandangan
Refleksi:
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat menerapkan prinsip-prinsip keseimbangan dalam menyusun unsur-unsur seni rupa yang digunakan.
Materi:
Ada 3 jenis keseimbangan yang bisa kita gunakan saat menggambar atau membuat karya seni, yaitu:
1. Keseimbangan Simetris (Sama Sisi)
Keseimbangan simetris adalah ketika bagian kanan dan kiri (atau atas dan bawah) gambar terlihat sama persis, seperti sedang bercermin. Jika gambar itu dilipat menjadi dua, maka kedua sisinya akan saling menutupi dengan pas.
Contoh: Gambar kupu-kupu, wajah manusia, atau gambar vas bunga yang diletakkan tepat di tengah kertas.
2. Keseimbangan Asimetris (Tidak Sama Sisi)
Keseimbangan asimetris adalah ketika bagian kanan dan kiri gambar tidak sama, tetapi secara keseluruhan gambar tetap terlihat seimbang dan tidak berat sebelah. Misalnya, ada satu benda besar di sebelah kiri, lalu diimbangi dengan beberapa benda kecil di sebelah kanan.
Contoh: Gambar satu pohon besar di sebelah kiri kertas, dan dua ekor burung kecil di sebelah kanan kertas. Meskipun ukurannya berbeda, gambarnya tetap terlihat pas!
3. Keseimbangan Radial (Memusat/Melingkar)
Keseimbangan radial adalah ketika semua bagian gambar berpusat pada satu titik di tengah, lalu menyebar ke segala arah seperti lingkaran.
Contoh: Gambar bunga matahari, roda sepeda, jaring laba-laba, atau sinar matahari yang memancar.
Soal Latihan
Untuk menguji pemahamanmu, yuk coba jawab 3 pertanyaan di bawah ini!
Jelaskan apa yang dimaksud dengan keseimbangan simetris, dan sebutkan 2 contoh benda di sekitarmu yang bentuknya simetris!
Apa perbedaan antara keseimbangan simetris dan keseimbangan asimetris? Coba jelaskan dengan bahasamu sendiri!
Jika kamu menggambar sebuah roda sepeda lengkap dengan jari-jarinya, jenis keseimbangan apa yang kamu gunakan pada gambar tersebut? Mengapa demikian?
Penutup
"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar