Rabu, 22 April 2026

Kamis, 23 Aprill 2026

           

 

Nama Guru: Upik Zulaiha, S.Pd.

Mata Pelajaran : PKN, Matematika, SBDP

Hari/Tanggal : Kamis, 23 Aprill 2026

Materi pokok: Murid Dapat Menjelaskan wilayah kecamatan tempat tinggal nya sebagai bagian dari wilayah NKRI, menyajikan data dalam berbagai bentuk diagram batang, prinsip keseimbangan (Simetris. asimetris, radial) dalam komposisi.


Media : Video Pembelajaran, LKPD


Pendidikan Pancasila

Tujuan Pembelajaran: 
 wilayah kecamatan tempat tinggal nya sebagai bagian dari wilayah NKRI, menyajikan data dalam berbagai bentuk diagram batang, mengenal prinsip keseimbangan (Simetris. asimetris, radial) dalam komposisi.

Materi:







1. Apa Itu Kecamatan?

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara yang sangat luas. Untuk memudahkan pengaturan wilayah dan pelayanan kepada masyarakat, wilayah NKRI dibagi menjadi provinsi, kabupaten/kota, hingga unit yang lebih kecil yaitu Kecamatan.

Kecamatan adalah wilayah yang terdiri dari beberapa desa atau kelurahan. Wilayah ini dipimpin oleh seorang Camat. Sebagai bagian dari NKRI, setiap kecamatan memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan dan kemajuan bangsa.

2. Struktur Organisasi di Kecamatan

Di dalam wilayah kecamatan, terdapat berbagai lembaga yang bekerja sama untuk melayani warga:

  • Kantor Kecamatan: Tempat Camat dan stafnya bekerja mengurus administrasi kependudukan.

  • Polsek (Kepolisian Sektor): Bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kecamatan.

  • Koramil (Komando Rayon Militer): Bertugas menjaga pertahanan wilayah dari gangguan.

  • Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat): Memberikan pelayanan kesehatan bagi warga kecamatan.

3. Kecamatan Sebagai Bagian dari NKRI

Setiap warga yang tinggal di sebuah kecamatan adalah warga negara Indonesia. Mengenal wilayah tempat tinggal sendiri merupakan bentuk rasa cinta tanah air. Dengan menjaga kebersihan, ketertiban, dan kerukunan di lingkungan kecamatan, kita telah ikut serta menjaga keutuhan NKRI.


Soal Latihan (Essay)

  1. Jelaskan pengertian kecamatan secara singkat berdasarkan unit wilayah yang ada di bawahnya!

  2. Sebutkan nama pemimpin di tingkat kecamatan dan di mana tempatnya bekerja!

  3. Mengapa menjaga kerukunan di lingkungan kecamatan tempat tinggal dapat dikatakan sebagai upaya menjaga NKRI?

Refleksi:




MATEMATIKA

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat menyajikan data dalam berbagai bentuk diagram batang.

Materi :


Penyajian data merupakan langkah penting untuk memahami informasi secara cepat dan mudah. Salah satu cara paling populer dan efektif untuk tingkat sekolah dasar adalah dengan menggunakan Diagram Batang . Diagram ini menggunakan bentuk persegi panjang yang berdiri tegak atau mendatar untuk mewakili frekuensi atau jumlah dari suatu kategori data.

Mengenal Struktur Diagram Batang

Sebuah diagram batang yang baik harus memiliki komponen yang lengkap agar pembaca tidak bingung. Pertama, kita harus memberikan Judul yang jelas di bagian atas agar orang tahu data apa yang sedang disajikan. Kedua, terdapat Sumbu Mendatar yang biasanya digunakan untuk menuliskan kategori atau nama objek yang didata, seperti nama hari, jenis hewan, atau jenis mata pelajaran. Ketiga, terdapat Sumbu Tegak yang berfungsi sebagai skala angka untuk menunjukkan banyaknya data atau frekuensi. Terakhir, bagian yang paling utama adalah Batang itu sendiri, yaitu persegi panjang yang tingginya disesuaikan dengan angka pada sumbu tegak.

Tahapan Membuat Diagram Batang yang Akurat

Untuk membuat diagram batang yang rapi, kita harus mengikuti langkah-langkah yang sistematis. Langkah awal adalah mengumpulkan data terlebih dahulu, biasanya data ini disusun dalam bentuk tabel sederhana agar lebih mudah dibaca. Setelah data siap, buatlah dua garis yang saling tegak lurus, yaitu garis mendatar dan garis tegak. Pada garis yang menunjuk, tuliskan nama-nama kategori dengan jarak yang sama antar kategori tersebut.

Langkah berikutnya adalah menentukan skala pada garis tegak. Skala ini harus dimulai dari angka nol dan memiliki interval atau jarak angka yang tetap, misalnya loncat satu-satu (1, 2, 3, ....) atau loncat dua-dua (0, 2, 4, ....) tergantung pada besarnya data yang dimiliki. Setelah semua garis dan angka siap, barulah kita menggambar batang di atas setiap kategori. Pastikan lebar setiap batang sama agar terlihat rapi. Tinggi batang harus tepat berhenti di angka yang sesuai dengan jumlah data yang ada di tabel.

Membaca dan Menafsirkan Diagram Batang

Kemampuan menyajikan data juga harus dibarengi dengan kemampuan membaca. Melalui diagram batang, kita dapat melakukan analisis sederhana secara visual tanpa harus menghitung ulang satu per satu. Batang yang paling tinggi menunjukkan data dengan jumlah terbanyak atau paling populer, sedangkan batang yang paling rendah menunjukkan jumlah yang paling sedikit. Selain itu, kita juga bisa membandingkan selisih antar data dengan cara melihat perbedaan tinggi antara satu batang dengan batang lainnya.

Soal Latihan 

  1. Pak Guru mencatat hasil panen buah di kebun sekolah selama satu minggu. Hasilnya sebagai berikut: Buah Mangga sebanyak 15 kg, Buah Pepaya sebanyak 10 kg, dan Buah Jambu sebanyak 20 kg. Jika data tersebut disajikan dalam bentuk diagram, buah berikutnya akan memiliki gambar batang paling tinggi, dan berapakah angka yang ditunjukkan pada puncak batang buah Pepaya?
  2. Di sebuah perpustakaan kelas, terdapat data peminjaman buku cerita. Buku Fabel dipinjamkan 12 siswa, Buku Dongeng dipinjamkan 18 siswa, dan Buku Legenda dipinjamkan 9 siswa. Jika kamu membuat skala pada garis tegak dengan loncatan angka 3 (mulai dari 0, 3, 6, 9, ....), berada di garis angka berapakah puncak untuk Buku Dongeng?
  3. Siswa kelas 3 mengumpulkan data tentang hobi teman-temannya. Mengenal batang untuk hobi Membaca setinggi angka 14, hobi menggambar setinggi angka 8, dan hobi menggeram setinggi angka 11. Berdasarkan diagram tersebut, urutkanlah jenis hobi dari yang paling sedikit peminatnya hingga yang paling banyak, dan hitunglah berapa jumlah total siswa yang menyukai hobi menggambar dan bersepeda jika digabungkan?


Refleksi:

SBDP

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat mengenal prinsip keseimbangan (Simetris. asimetris, radial) dalam komposisi.

Materi:

Ada 3 jenis keseimbangan yang bisa kita gunakan saat menggambar atau membuat karya seni, yaitu:

1. Keseimbangan Simetris (Sama Sisi)

Keseimbangan simetris adalah ketika bagian kanan dan kiri (atau atas dan bawah) gambar terlihat sama persis, seperti sedang bercermin. Jika gambar itu dilipat menjadi dua, maka kedua sisinya akan saling menutupi dengan pas.

  • Contoh: Gambar kupu-kupu, wajah manusia, atau gambar vas bunga yang diletakkan tepat di tengah kertas.

2. Keseimbangan Asimetris (Tidak Sama Sisi)

Keseimbangan asimetris adalah ketika bagian kanan dan kiri gambar tidak sama, tetapi secara keseluruhan gambar tetap terlihat seimbang dan tidak berat sebelah. Misalnya, ada satu benda besar di sebelah kiri, lalu diimbangi dengan beberapa benda kecil di sebelah kanan.

  • Contoh: Gambar satu pohon besar di sebelah kiri kertas, dan dua ekor burung kecil di sebelah kanan kertas. Meskipun ukurannya berbeda, gambarnya tetap terlihat pas!

3. Keseimbangan Radial (Memusat/Melingkar)

Keseimbangan radial adalah ketika semua bagian gambar berpusat pada satu titik di tengah, lalu menyebar ke segala arah seperti lingkaran.

  • Contoh: Gambar bunga matahari, roda sepeda, jaring laba-laba, atau sinar matahari yang memancar.

Soal Latihan 

Untuk menguji pemahamanmu, yuk coba jawab 3 pertanyaan di bawah ini!

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan keseimbangan simetris, dan sebutkan 2 contoh benda di sekitarmu yang bentuknya simetris!

  2. Apa perbedaan antara keseimbangan simetris dan keseimbangan asimetris? Coba jelaskan dengan bahasamu sendiri!

  3. Jika kamu menggambar sebuah roda sepeda lengkap dengan jari-jarinya, jenis keseimbangan apa yang kamu gunakan pada gambar tersebut? Mengapa demikian?

Refleksi:


Penutup

"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar