Rabu, 29 April 2026

kamis, 30 April 2026

          

 

Nama Guru: Upik Zulaiha, S.Pd.

Mata Pelajaran :  P. Pancasila, SBDP, MTK

Hari/Tanggal : kamis, 30 April 2026

Materi pokok: Contoh kerjasama di lingkungan rumah dan sekolah, membuat karya seni rupa 2D dan 3D, menyajikan data dalam diagram batang.

Media : Video Pembelajaran, LKPD


Pendidikan Pancasila

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat menunjukan sikap kerjasama dalam kergaman sosial dan budaya di lingkungan sekolah.

Materi :





Materi: Kerja Sama dalam Keberagaman di Sekolah

1. Apa itu Keragaman?

Keragaman adalah perbedaan yang ada di sekitar kita, seperti:

  • Perbedaan suku
  • Perbedaan agama
  • Perbedaan bahasa
  • Perbedaan kebiasaan

Di sekolah, teman-teman kita berasal dari latar belakang yang berbeda suku, agama, Bahasa,ataupun budaya.


2. Apa itu Kerja Sama?

Kerja sama adalah kegiatan yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan yang sama.

Contoh:

  • Membersihkan kelas bersama
  • Bermain dalam kelompok
  • Mengerjakan tugas kelompok

3. Pentingnya Kerja Sama dalam Keragaman

Walaupun kita berbeda, kita harus tetap bekerja sama.
Manfaat kerja sama:

  • Pekerjaan menjadi lebih ringan
  • Menambah teman
  • Menciptakan suasana rukun dan damai

4. Sikap yang Harus Ditunjukkan

Untuk menjaga kerja sama dalam keragaman, kita perlu:

  • Saling menghargai perbedaan
  • Tidak mengejek teman
  • Mau membantu teman
  • Mendengarkan pendapat orang lain
  • Bermain tanpa membeda-bedakan

5. Contoh Sikap di Sekolah

  • Bermain bersama teman tanpa memilih-milih
  • Bekerja kelompok dengan semua teman
  • Menghargai teman yang berbeda agama saat beribadah
  • Menggunakan bahasa yang sopan kepada semua teman

Latihan soal

  1. Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa yang dimaksud dengan kerja sama?
  2. Mengapa kita harus bekerja sama dengan teman yang berbeda suku atau agama?
  3. Sebutkan 3 contoh sikap kerja sama yang dapat kamu lakukan di sekolah?
  4. Apa yang harus kamu lakukan jika temanmu memiliki pendapat yang berbeda saat kerja kelompok?
  5. Mengapa kita tidak boleh mengejek teman yang berbeda budaya?

 

Refleksi :



SBDP

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat menerapkan prinsip-prinsip keseimbangan dalam menyusun unsur-unsur seni rupa yang digunakan.

Materi:

Ada 3 jenis keseimbangan yang bisa kita gunakan saat menggambar atau membuat karya seni, yaitu:

1. Keseimbangan Simetris (Sama Sisi)

Keseimbangan simetris adalah ketika bagian kanan dan kiri (atau atas dan bawah) gambar terlihat sama persis, seperti sedang bercermin. Jika gambar itu dilipat menjadi dua, maka kedua sisinya akan saling menutupi dengan pas.

  • Contoh: Gambar kupu-kupu, wajah manusia, atau gambar vas bunga yang diletakkan tepat di tengah kertas.

2. Keseimbangan Asimetris (Tidak Sama Sisi)

Keseimbangan asimetris adalah ketika bagian kanan dan kiri gambar tidak sama, tetapi secara keseluruhan gambar tetap terlihat seimbang dan tidak berat sebelah. Misalnya, ada satu benda besar di sebelah kiri, lalu diimbangi dengan beberapa benda kecil di sebelah kanan.

  • Contoh: Gambar satu pohon besar di sebelah kiri kertas, dan dua ekor burung kecil di sebelah kanan kertas. Meskipun ukurannya berbeda, gambarnya tetap terlihat pas!

3. Keseimbangan Radial (Memusat/Melingkar)

Keseimbangan radial adalah ketika semua bagian gambar berpusat pada satu titik di tengah, lalu menyebar ke segala arah seperti lingkaran.

  • Contoh: Gambar bunga matahari, roda sepeda, jaring laba-laba, atau sinar matahari yang memancar.

Soal Latihan 

Untuk menguji pemahamanmu, yuk coba jawab 3 pertanyaan di bawah ini!

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan keseimbangan simetris, dan sebutkan 2 contoh benda di sekitarmu yang bentuknya simetris!

  2. Apa perbedaan antara keseimbangan simetris dan keseimbangan asimetris? Coba jelaskan dengan bahasamu sendiri!

  3. Jika kamu menggambar sebuah roda sepeda lengkap dengan jari-jarinya, jenis keseimbangan apa yang kamu gunakan pada gambar tersebut? Mengapa demikian?

Refleksi:




Matematika

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat menyajikan data dalam berbagai representasi visual seperti tabel, diagram gambar (piktogram), dan diagram batang.

Materi :





Materi: Penyajian Data dalam Bentuk Tabel, Piktogram, dan Diagram Batang

 

1. Apa itu Data?

Data adalah kumpulan informasi yang kita peroleh dari hasil pengamatan atau pencatatan.

Contoh data:

  • Jumlah siswa yang suka buah
  • Jenis hewan peliharaan
  • Hobi teman di kelas

2. Menyajikan Data dalam Tabel

Tabel digunakan untuk menyusun data agar rapi dan mudah dibaca.

Contoh: Data buah kesukaan siswa

Buah

Jumlah

Apel

5

Pisang

3

Mangga

4

👉 Tabel memiliki baris dan kolom.


3. Diagram Gambar (Piktogram)

Piktogram adalah penyajian data menggunakan gambar.

Contoh:
1 gambar = 1 siswa

Apel 🍎🍎🍎🍎🍎
Pisang 🍌🍌🍌
Mangga 🥭🥭🥭🥭

👉 Gambar harus memiliki arti yang jelas (misalnya 1 gambar = 1 data).

 

4. Diagram Batang

Diagram batang menggunakan batang (garis) untuk menunjukkan jumlah data.

Contoh Data

Jumlah buah kesukaan siswa:

  • Apel = 5 siswa
  • Pisang = 3 siswa
  • Mangga = 4 siswa

1. Diagram Batang Vertikal (Tegak)

Jumlah
  5 |        
  4 |               
  3 |              
  2 |              
  1 |              
    -----------------------
          Apel Pisang Mangga

Penjelasan:

  • Garis ke atas menunjukkan jumlah (angka)
  • Nama buah ada di bagian bawah
  • Tinggi batang menunjukkan banyak data
    👉 Apel paling tinggi = paling banyak

2. Diagram Batang Horizontal (Mendatar)

Apel    : █████ (5)


Pisang  : ███   (3)


Mangga  : ████  (4)

Penjelasan:

  • Batang ke samping menunjukkan jumlah
  • Semakin panjang batang = semakin banyak jumlahnya

5. Langkah Menyajikan Data

  1. Kumpulkan data
  2. Susun dalam tabel
  3. Ubah ke bentuk piktogram
  4. Ubah ke diagram batang
Refleksi :




Penutup

"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Rabu, 29 April 2026

         

 

Nama Guru: Upik Zulaiha, S.Pd.

Mata Pelajaran :  MTK, IPAS, B.Indonesia, SBDP

Hari/Tanggal : Rabu, 29 April 2026

Materi pokok: menulis teks narasi sederhana, contoh kerjasama di lingkungan rumah dan sekolah, menyajikan data dalam diagram batang.

Media : Video Pembelajaran, LKPD


Matematika

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat menyajikan data dalam berbagai representasi visual seperti tabel, diagram gambar (piktogram), dan diagram batang.

Materi :





Materi: Penyajian Data dalam Bentuk Tabel, Piktogram, dan Diagram Batang

 

1. Apa itu Data?

Data adalah kumpulan informasi yang kita peroleh dari hasil pengamatan atau pencatatan.

Contoh data:

  • Jumlah siswa yang suka buah
  • Jenis hewan peliharaan
  • Hobi teman di kelas

2. Menyajikan Data dalam Tabel

Tabel digunakan untuk menyusun data agar rapi dan mudah dibaca.

Contoh: Data buah kesukaan siswa

Buah

Jumlah

Apel

5

Pisang

3

Mangga

4

👉 Tabel memiliki baris dan kolom.


3. Diagram Gambar (Piktogram)

Piktogram adalah penyajian data menggunakan gambar.

Contoh:
1 gambar = 1 siswa

Apel 🍎🍎🍎🍎🍎
Pisang 🍌🍌🍌
Mangga 🥭🥭🥭🥭

👉 Gambar harus memiliki arti yang jelas (misalnya 1 gambar = 1 data).

 

4. Diagram Batang

Diagram batang menggunakan batang (garis) untuk menunjukkan jumlah data.

Contoh Data

Jumlah buah kesukaan siswa:

  • Apel = 5 siswa
  • Pisang = 3 siswa
  • Mangga = 4 siswa

1. Diagram Batang Vertikal (Tegak)

Jumlah
  5 |        
  4 |               
  3 |              
  2 |              
  1 |              
    -----------------------
          Apel Pisang Mangga

Penjelasan:

  • Garis ke atas menunjukkan jumlah (angka)
  • Nama buah ada di bagian bawah
  • Tinggi batang menunjukkan banyak data
    👉 Apel paling tinggi = paling banyak

2. Diagram Batang Horizontal (Mendatar)

Apel    : █████ (5)


Pisang  : ███   (3)


Mangga  : ████  (4)

Penjelasan:

  • Batang ke samping menunjukkan jumlah
  • Semakin panjang batang = semakin banyak jumlahnya

5. Langkah Menyajikan Data

  1. Kumpulkan data
  2. Susun dalam tabel
  3. Ubah ke bentuk piktogram
  4. Ubah ke diagram batang
Refleksi :



IPAS

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat menghargai perbedaan tradisi dan menceritakan tradisi atau kebiasaaan unik yang ada di keluarga dan lingkungan sekitarnya. 

Materi :

Setiap keluarga dan masyarakat memiliki cara yang berbeda-beda dalam merayakan sesuatu atau menjalani kehidupan sehari-hari. Cara yang dilakukan secara turun-temurun ini disebut dengan tradisi atau adat istiadat.

Apa itu Tradisi? Tradisi adalah kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok orang secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Contohnya, ada keluarga yang selalu makan bersama setiap malam minggu, ada juga masyarakat yang mengadakan kerja bakti setiap menjelang hari kemerdekaan. Di daerah lain, mungkin ada tradisi perayaan panen padi atau upacara penyambutan tamu.

Tradisi Unik di Keluarga dan Lingkungan Setiap keluarga memiliki keunikan masing-masing. Ada keluarga yang memiliki tradisi mudik saat hari raya, ada yang merayakan ulang tahun dengan memasak makanan khas daerah asal, atau tradisi membasuh kaki orang tua sebagai bentuk rasa hormat. Di lingkungan tempat tinggal, kita juga bisa menemukan tradisi seperti ronda malam, "ngerumpi" positif saat memasak bersama untuk hajatan, atau perayaan hari besar agama yang melibatkan seluruh warga.

Mengapa Kita Harus Menghargai Perbedaan? Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman. Perbedaan tradisi bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan yang membuat hidup kita lebih warna-warni. Dengan menghargai tradisi orang lain, kita menciptakan suasana yang rukun, damai, dan saling menghormati. Kita tidak boleh mengejek tradisi yang berbeda dengan apa yang kita lakukan di rumah.

Cara Menghargai Tradisi:

  1. Mendengarkan dengan baik saat teman bercerita tentang kebiasaan keluarganya.

  2. Tidak mengganggu saat tetangga sedang melaksanakan upacara adat atau keagamaan.

  3. Ikut serta dalam kegiatan lingkungan dengan rasa senang.

  4. Menghormati makanan atau tata krama yang berlaku di tempat yang kita kunjungi.

Latihan Soal:

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tradisi menurut pemahamanmu sendiri!

  2. Sebutkan satu contoh tradisi unik yang ada di dalam keluargamu dan ceritakan secara singkat bagaimana kegiatan tersebut dilakukan!

  3. Bagaimana sikap yang harus kamu tunjukkan jika melihat temanmu memiliki kebiasaan atau tradisi yang berbeda dengan tradisimu?

Refleksi:


Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat menulis surat pribadi tentang pengalaman merawat hewan/tumbuhan dengan ejaan yang benar.

Materi :



1. Pengertian Teks Narasi

Teks narasi adalah cerita yang menceritakan suatu peristiwa atau pengalaman secara urut (dari awal, tengah, hingga akhir).


2. Ciri-ciri Teks Narasi

  • Ada tokoh (misalnya: aku, ibu, kucingku)
  • Ada kejadian atau peristiwa
  • Ditulis secara urutan (awal → tengah → akhir)
  • Menggunakan kalimat yang jelas

3. Ejaan yang Benar

Saat menulis, gunakan:

  • Huruf kapital di awal kalimat
    Contoh: Saya merawat kucing setiap hari.
  • Tanda titik (.) di akhir kalimat
  • Penulisan kata yang benar (tidak disingkat sembarangan)

4. Contoh Teks Narasi Sederhana

Judul: Merawat Kucing

Saya memiliki seekor kucing bernama Miko. Setiap pagi, saya memberi makan Miko. Saya juga membersihkan tempat tidurnya agar tetap bersih.
Pada sore hari, saya mengajak Miko bermain di halaman. Miko terlihat sangat senang. Saya merawat Miko dengan baik agar tetap sehat.


5. Contoh Teks Narasi Tentang Tumbuhan

Judul: Merawat Tanaman Bunga

Di rumah, saya menanam bunga mawar. Setiap hari, saya menyiram tanaman itu dengan air. Saya juga memberi pupuk seminggu sekali.
Tanaman bunga saya tumbuh dengan baik dan berbunga indah. Saya senang merawat tanaman tersebut.


 Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang benar!

  1. Teks narasi adalah teks yang berisi …
    a. daftar kata
    b. cerita atau peristiwa
    c. gambar saja
    d. angka-angka 

Senin, 27 April 2026

Selasa, 28 April 2026

        

 

Nama Guru: Upik Zulaiha, S.Pd.

Mata Pelajaran :  B.Indonesia, P.Pancasila, MTK 

Hari/Tanggal : Selasa, 28 April 2026

Materi pokok: menulis teks narasi sederhana, contoh kerjasama di lingkungan rumah dan sekolah, menyajikan data dalam diagram batang.

Media : Video Pembelajaran, LKPD


Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat menulis surat pribadi tentang pengalaman merawat hewan/tumbuhan dengan ejaan yang benar.

Materi :



1. Pengertian Teks Narasi

Teks narasi adalah cerita yang menceritakan suatu peristiwa atau pengalaman secara urut (dari awal, tengah, hingga akhir).


2. Ciri-ciri Teks Narasi

  • Ada tokoh (misalnya: aku, ibu, kucingku)
  • Ada kejadian atau peristiwa
  • Ditulis secara urutan (awal → tengah → akhir)
  • Menggunakan kalimat yang jelas

3. Ejaan yang Benar

Saat menulis, gunakan:

  • Huruf kapital di awal kalimat
    Contoh: Saya merawat kucing setiap hari.
  • Tanda titik (.) di akhir kalimat
  • Penulisan kata yang benar (tidak disingkat sembarangan)

4. Contoh Teks Narasi Sederhana

Judul: Merawat Kucing

Saya memiliki seekor kucing bernama Miko. Setiap pagi, saya memberi makan Miko. Saya juga membersihkan tempat tidurnya agar tetap bersih.
Pada sore hari, saya mengajak Miko bermain di halaman. Miko terlihat sangat senang. Saya merawat Miko dengan baik agar tetap sehat.


5. Contoh Teks Narasi Tentang Tumbuhan

Judul: Merawat Tanaman Bunga

Di rumah, saya menanam bunga mawar. Setiap hari, saya menyiram tanaman itu dengan air. Saya juga memberi pupuk seminggu sekali.
Tanaman bunga saya tumbuh dengan baik dan berbunga indah. Saya senang merawat tanaman tersebut.


 Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang benar!

  1. Teks narasi adalah teks yang berisi …
    a. daftar kata
    b. cerita atau peristiwa
    c. gambar saja
    d. angka-angka 

Minggu, 26 April 2026

Senin, 27 April 2026

       

 

Nama Guru: Upik Zulaiha, S.Pd.

Mata Pelajaran :  IPAS

Hari/Tanggal : Senin, 27 April 2026

Materi pokok: Keragaman Budaya

Media : Video Pembelajaran, LKPD


IPAS

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat menghargai perbedaan tradisi dan menceritakan tradisi atau kebiasaaan unik yang ada di keluarga dan lingkungan sekitarnya. 

Materi :

Setiap keluarga dan masyarakat memiliki cara yang berbeda-beda dalam merayakan sesuatu atau menjalani kehidupan sehari-hari. Cara yang dilakukan secara turun-temurun ini disebut dengan tradisi atau adat istiadat.

Apa itu Tradisi? Tradisi adalah kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok orang secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Contohnya, ada keluarga yang selalu makan bersama setiap malam minggu, ada juga masyarakat yang mengadakan kerja bakti setiap menjelang hari kemerdekaan. Di daerah lain, mungkin ada tradisi perayaan panen padi atau upacara penyambutan tamu.

Tradisi Unik di Keluarga dan Lingkungan Setiap keluarga memiliki keunikan masing-masing. Ada keluarga yang memiliki tradisi mudik saat hari raya, ada yang merayakan ulang tahun dengan memasak makanan khas daerah asal, atau tradisi membasuh kaki orang tua sebagai bentuk rasa hormat. Di lingkungan tempat tinggal, kita juga bisa menemukan tradisi seperti ronda malam, "ngerumpi" positif saat memasak bersama untuk hajatan, atau perayaan hari besar agama yang melibatkan seluruh warga.

Mengapa Kita Harus Menghargai Perbedaan? Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman. Perbedaan tradisi bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan yang membuat hidup kita lebih warna-warni. Dengan menghargai tradisi orang lain, kita menciptakan suasana yang rukun, damai, dan saling menghormati. Kita tidak boleh mengejek tradisi yang berbeda dengan apa yang kita lakukan di rumah.

Cara Menghargai Tradisi:

  1. Mendengarkan dengan baik saat teman bercerita tentang kebiasaan keluarganya.

  2. Tidak mengganggu saat tetangga sedang melaksanakan upacara adat atau keagamaan.

  3. Ikut serta dalam kegiatan lingkungan dengan rasa senang.

  4. Menghormati makanan atau tata krama yang berlaku di tempat yang kita kunjungi.

Latihan Soal:

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tradisi menurut pemahamanmu sendiri!

  2. Sebutkan satu contoh tradisi unik yang ada di dalam keluargamu dan ceritakan secara singkat bagaimana kegiatan tersebut dilakukan!

  3. Bagaimana sikap yang harus kamu tunjukkan jika melihat temanmu memiliki kebiasaan atau tradisi yang berbeda dengan tradisimu?

Refleksi:


Penutup

"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kamis, 23 April 2026

Jum'at, 24 April 2026

      

 

Nama Guru: Upik Zulaiha, S.Pd.

Mata Pelajaran :  Bahasa Indonesia (Menulis)

Hari/Tanggal : Jum'at, 24 April 2026

Materi pokok: Menuliskan huruf, kata, dan kalimat sederhana dengan huruf tegak bersambung secara benar.


Media : Video Pembelajaran, LKPD




Bahasa Indonesia (Menulis)


Tujuan Pembelajaran:

Menuliskan huruf, kata, dan kalimat sederhana dengan huruf tegak bersambung secara benar.

Menunjukkan kerapian dan keteraturan dalam menulis tegak bersambung.

Menumbuhkan sikap teliti, sabar, dan disiplin dalam berlatih menulis tegak bersambung. 


Materi

 


1. Pengertian

Menulis tegak bersambung adalah cara menulis dengan huruf-huruf yang saling terhubung antara satu huruf dengan huruf lainnya. Tulisan ini biasanya miring sedikit ke kanan dan terlihat rapi serta indah.


2. Tujuan Menulis Tegak Bersambung

Melatih keterampilan tangan dalam menulis. Membiasakan kerapian dan keteraturan.

Membuat tulisan lebih cepat karena huruf-huruf terhubung. Membentuk kebiasaan disiplin dan sabar.


3. Ciri-ciri Huruf Tegak Bersambung

Huruf ditulis miring ke kanan. Setiap hu8ruf saling terhubung dengan huruf lain dalam sebuah kata. Tidak ada huruf yang terpisah dalam sebuah kata. Bentuk huruf lentur, halus, dan seimbang.


4. Langkah-Langkah Menulis Tegak Bersambung

Duduk dengan posisi benar: badan tegak, kertas agak miring ke kiri. Pegang pensil/pena dengan benar: gunakan 3 jari (ibu jari, telunjuk, dan jari tengah). Mulai dari huruf kecil: latih menulis a, b, c, … sampai z. Latih huruf besar: A, B, C, … sampai Z. Menulis kata sederhana: misalnya ibu, rumah, buku. Menulis kalimat: misalnya Saya suka menulis.


Refleksi:



Penutup


"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."


Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Rabu, 22 April 2026

Kamis, 23 Aprill 2026

           

 

Nama Guru: Upik Zulaiha, S.Pd.

Mata Pelajaran : PKN, Matematika, SBDP

Hari/Tanggal : Kamis, 23 Aprill 2026

Materi pokok: Murid Dapat Menjelaskan wilayah kecamatan tempat tinggal nya sebagai bagian dari wilayah NKRI, menyajikan data dalam berbagai bentuk diagram batang, prinsip keseimbangan (Simetris. asimetris, radial) dalam komposisi.


Media : Video Pembelajaran, LKPD


Pendidikan Pancasila

Tujuan Pembelajaran: 
 wilayah kecamatan tempat tinggal nya sebagai bagian dari wilayah NKRI, menyajikan data dalam berbagai bentuk diagram batang, mengenal prinsip keseimbangan (Simetris. asimetris, radial) dalam komposisi.

Materi:







1. Apa Itu Kecamatan?

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara yang sangat luas. Untuk memudahkan pengaturan wilayah dan pelayanan kepada masyarakat, wilayah NKRI dibagi menjadi provinsi, kabupaten/kota, hingga unit yang lebih kecil yaitu Kecamatan.

Kecamatan adalah wilayah yang terdiri dari beberapa desa atau kelurahan. Wilayah ini dipimpin oleh seorang Camat. Sebagai bagian dari NKRI, setiap kecamatan memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan dan kemajuan bangsa.

2. Struktur Organisasi di Kecamatan

Di dalam wilayah kecamatan, terdapat berbagai lembaga yang bekerja sama untuk melayani warga:

  • Kantor Kecamatan: Tempat Camat dan stafnya bekerja mengurus administrasi kependudukan.

  • Polsek (Kepolisian Sektor): Bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kecamatan.

  • Koramil (Komando Rayon Militer): Bertugas menjaga pertahanan wilayah dari gangguan.

  • Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat): Memberikan pelayanan kesehatan bagi warga kecamatan.

3. Kecamatan Sebagai Bagian dari NKRI

Setiap warga yang tinggal di sebuah kecamatan adalah warga negara Indonesia. Mengenal wilayah tempat tinggal sendiri merupakan bentuk rasa cinta tanah air. Dengan menjaga kebersihan, ketertiban, dan kerukunan di lingkungan kecamatan, kita telah ikut serta menjaga keutuhan NKRI.


Soal Latihan (Essay)

  1. Jelaskan pengertian kecamatan secara singkat berdasarkan unit wilayah yang ada di bawahnya!

  2. Sebutkan nama pemimpin di tingkat kecamatan dan di mana tempatnya bekerja!

  3. Mengapa menjaga kerukunan di lingkungan kecamatan tempat tinggal dapat dikatakan sebagai upaya menjaga NKRI?

Refleksi:




MATEMATIKA

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat menyajikan data dalam berbagai bentuk diagram batang.

Materi :


Penyajian data merupakan langkah penting untuk memahami informasi secara cepat dan mudah. Salah satu cara paling populer dan efektif untuk tingkat sekolah dasar adalah dengan menggunakan Diagram Batang . Diagram ini menggunakan bentuk persegi panjang yang berdiri tegak atau mendatar untuk mewakili frekuensi atau jumlah dari suatu kategori data.

Mengenal Struktur Diagram Batang

Sebuah diagram batang yang baik harus memiliki komponen yang lengkap agar pembaca tidak bingung. Pertama, kita harus memberikan Judul yang jelas di bagian atas agar orang tahu data apa yang sedang disajikan. Kedua, terdapat Sumbu Mendatar yang biasanya digunakan untuk menuliskan kategori atau nama objek yang didata, seperti nama hari, jenis hewan, atau jenis mata pelajaran. Ketiga, terdapat Sumbu Tegak yang berfungsi sebagai skala angka untuk menunjukkan banyaknya data atau frekuensi. Terakhir, bagian yang paling utama adalah Batang itu sendiri, yaitu persegi panjang yang tingginya disesuaikan dengan angka pada sumbu tegak.

Tahapan Membuat Diagram Batang yang Akurat

Untuk membuat diagram batang yang rapi, kita harus mengikuti langkah-langkah yang sistematis. Langkah awal adalah mengumpulkan data terlebih dahulu, biasanya data ini disusun dalam bentuk tabel sederhana agar lebih mudah dibaca. Setelah data siap, buatlah dua garis yang saling tegak lurus, yaitu garis mendatar dan garis tegak. Pada garis yang menunjuk, tuliskan nama-nama kategori dengan jarak yang sama antar kategori tersebut.

Langkah berikutnya adalah menentukan skala pada garis tegak. Skala ini harus dimulai dari angka nol dan memiliki interval atau jarak angka yang tetap, misalnya loncat satu-satu (1, 2, 3, ....) atau loncat dua-dua (0, 2, 4, ....) tergantung pada besarnya data yang dimiliki. Setelah semua garis dan angka siap, barulah kita menggambar batang di atas setiap kategori. Pastikan lebar setiap batang sama agar terlihat rapi. Tinggi batang harus tepat berhenti di angka yang sesuai dengan jumlah data yang ada di tabel.

Membaca dan Menafsirkan Diagram Batang

Kemampuan menyajikan data juga harus dibarengi dengan kemampuan membaca. Melalui diagram batang, kita dapat melakukan analisis sederhana secara visual tanpa harus menghitung ulang satu per satu. Batang yang paling tinggi menunjukkan data dengan jumlah terbanyak atau paling populer, sedangkan batang yang paling rendah menunjukkan jumlah yang paling sedikit. Selain itu, kita juga bisa membandingkan selisih antar data dengan cara melihat perbedaan tinggi antara satu batang dengan batang lainnya.

Soal Latihan 

  1. Pak Guru mencatat hasil panen buah di kebun sekolah selama satu minggu. Hasilnya sebagai berikut: Buah Mangga sebanyak 15 kg, Buah Pepaya sebanyak 10 kg, dan Buah Jambu sebanyak 20 kg. Jika data tersebut disajikan dalam bentuk diagram, buah berikutnya akan memiliki gambar batang paling tinggi, dan berapakah angka yang ditunjukkan pada puncak batang buah Pepaya?
  2. Di sebuah perpustakaan kelas, terdapat data peminjaman buku cerita. Buku Fabel dipinjamkan 12 siswa, Buku Dongeng dipinjamkan 18 siswa, dan Buku Legenda dipinjamkan 9 siswa. Jika kamu membuat skala pada garis tegak dengan loncatan angka 3 (mulai dari 0, 3, 6, 9, ....), berada di garis angka berapakah puncak untuk Buku Dongeng?
  3. Siswa kelas 3 mengumpulkan data tentang hobi teman-temannya. Mengenal batang untuk hobi Membaca setinggi angka 14, hobi menggambar setinggi angka 8, dan hobi menggeram setinggi angka 11. Berdasarkan diagram tersebut, urutkanlah jenis hobi dari yang paling sedikit peminatnya hingga yang paling banyak, dan hitunglah berapa jumlah total siswa yang menyukai hobi menggambar dan bersepeda jika digabungkan?


Refleksi:

SBDP

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat mengenal prinsip keseimbangan (Simetris. asimetris, radial) dalam komposisi.

Materi:

Ada 3 jenis keseimbangan yang bisa kita gunakan saat menggambar atau membuat karya seni, yaitu:

1. Keseimbangan Simetris (Sama Sisi)

Keseimbangan simetris adalah ketika bagian kanan dan kiri (atau atas dan bawah) gambar terlihat sama persis, seperti sedang bercermin. Jika gambar itu dilipat menjadi dua, maka kedua sisinya akan saling menutupi dengan pas.

  • Contoh: Gambar kupu-kupu, wajah manusia, atau gambar vas bunga yang diletakkan tepat di tengah kertas.

2. Keseimbangan Asimetris (Tidak Sama Sisi)

Keseimbangan asimetris adalah ketika bagian kanan dan kiri gambar tidak sama, tetapi secara keseluruhan gambar tetap terlihat seimbang dan tidak berat sebelah. Misalnya, ada satu benda besar di sebelah kiri, lalu diimbangi dengan beberapa benda kecil di sebelah kanan.

  • Contoh: Gambar satu pohon besar di sebelah kiri kertas, dan dua ekor burung kecil di sebelah kanan kertas. Meskipun ukurannya berbeda, gambarnya tetap terlihat pas!

3. Keseimbangan Radial (Memusat/Melingkar)

Keseimbangan radial adalah ketika semua bagian gambar berpusat pada satu titik di tengah, lalu menyebar ke segala arah seperti lingkaran.

  • Contoh: Gambar bunga matahari, roda sepeda, jaring laba-laba, atau sinar matahari yang memancar.

Soal Latihan 

Untuk menguji pemahamanmu, yuk coba jawab 3 pertanyaan di bawah ini!

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan keseimbangan simetris, dan sebutkan 2 contoh benda di sekitarmu yang bentuknya simetris!

  2. Apa perbedaan antara keseimbangan simetris dan keseimbangan asimetris? Coba jelaskan dengan bahasamu sendiri!

  3. Jika kamu menggambar sebuah roda sepeda lengkap dengan jari-jarinya, jenis keseimbangan apa yang kamu gunakan pada gambar tersebut? Mengapa demikian?

Refleksi:


Penutup

"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Rabu, 22 April 2026

          

 

Nama Guru: Upik Zulaiha, S.Pd.

Mata Pelajaran : B.Indonesia, IPAS, Matematika, SBDP

Hari/Tanggal : Rabu, 22 April 2026

Materi pokok: Menceritakan kembali infromasi dari teks narasi, Batas-batas wilayah desa, 

Media : Video Pembelajaran, LKPD



Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat berdiskusi tentang cara meminta tolong saat tersesat

Materi :


Pernahkah kalian membayangkan apa yang harus dilakukan jika tiba-tiba terpisah dari orang tua di tempat yang ramai? Kejadian ini bisa menakutkan, tetapi jika kita tahu caranya, kita bisa mendapatkan bantuan dengan cepat. Langkah pertama yang paling penting adalah jangan panik. Jika kalian merasa tersesat, berhentilah berjalan dan carilah tempat yang aman untuk berdiri agar orang tua kalian lebih mudah menemukan kalian kembali. Jangan pergi menjauh dari lokasi terakhir kalian bersama mereka.

Setelah tenang, langkah selanjutnya adalah mencari bantuan. Pilihlah orang yang tepat untuk dimintai tolong. Carilah petugas yang mengenakan seragam, seperti petugas keamanan (satpam), polisi, atau petugas informasi jika kalian berada di mal atau stasiun. Jika tidak ada petugas, kalian bisa mencari ibu-ibu yang sedang membawa anak-anak. Saat berbicara, gunakanlah kata "tolong" dengan sopan. Katakanlah nama kalian, nama orang tua, dan apa yang sedang terjadi. Misalnya, kalian bisa berkata, "Maaf, Pak, tolong saya tersesat. Saya terpisah dari ibu saya di depan toko buku tadi." Pastikan kalian juga mengingat nomor telepon orang tua atau alamat rumah agar petugas bisa segera menghubungi keluarga kalian. Ingatlah untuk tidak pernah ikut dengan orang asing yang tidak dikenal meskipun mereka menawarkan makanan atau bantuan untuk mengantar pulang ke rumah. Tetaplah menunggu bersama petugas sampai orang tua kalian datang menjemput.

Latihan Soal

  1. Jika kamu menyadari bahwa kamu terpisah dari orang tua di pasar yang ramai, tindakan pertama apa yang sebaiknya kamu lakukan agar tidak jauh tersesat?

  2. mencari siapa saja orang yang paling aman dan tepat untuk kamu minta tolong saat sedang tersesat di tempat umum!

  3. Tulislah satu kalimat sopan yang bisa kamu ucapkan saat meminta bantuan kepada petugas keamanan ketika kamu kehilangan arah!


Refleksi:

IPAS

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat menghargai perbedaan tradisi dan menceritakan tradisi atau kebiasaaan unik yang ada di keluarga dan lingkungan sekitarnya. 

Materi :

Setiap keluarga dan masyarakat memiliki cara yang berbeda-beda dalam merayakan sesuatu atau menjalani kehidupan sehari-hari. Cara yang dilakukan secara turun-temurun ini disebut dengan tradisi atau adat istiadat.

Apa itu Tradisi? Tradisi adalah kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok orang secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Contohnya, ada keluarga yang selalu makan bersama setiap malam minggu, ada juga masyarakat yang mengadakan kerja bakti setiap menjelang hari kemerdekaan. Di daerah lain, mungkin ada tradisi perayaan panen padi atau upacara penyambutan tamu.

Tradisi Unik di Keluarga dan Lingkungan Setiap keluarga memiliki keunikan masing-masing. Ada keluarga yang memiliki tradisi mudik saat hari raya, ada yang merayakan ulang tahun dengan memasak makanan khas daerah asal, atau tradisi membasuh kaki orang tua sebagai bentuk rasa hormat. Di lingkungan tempat tinggal, kita juga bisa menemukan tradisi seperti ronda malam, "ngerumpi" positif saat memasak bersama untuk hajatan, atau perayaan hari besar agama yang melibatkan seluruh warga.

Mengapa Kita Harus Menghargai Perbedaan? Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman. Perbedaan tradisi bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan yang membuat hidup kita lebih warna-warni. Dengan menghargai tradisi orang lain, kita menciptakan suasana yang rukun, damai, dan saling menghormati. Kita tidak boleh mengejek tradisi yang berbeda dengan apa yang kita lakukan di rumah.

Cara Menghargai Tradisi:

  1. Mendengarkan dengan baik saat teman bercerita tentang kebiasaan keluarganya.

  2. Tidak mengganggu saat tetangga sedang melaksanakan upacara adat atau keagamaan.

  3. Ikut serta dalam kegiatan lingkungan dengan rasa senang.

  4. Menghormati makanan atau tata krama yang berlaku di tempat yang kita kunjungi.

Latihan Soal:

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tradisi menurut pemahamanmu sendiri!

  2. Sebutkan satu contoh tradisi unik yang ada di dalam keluargamu dan ceritakan secara singkat bagaimana kegiatan tersebut dilakukan!

  3. Bagaimana sikap yang harus kamu tunjukkan jika melihat temanmu memiliki kebiasaan atau tradisi yang berbeda dengan tradisimu?

Refleksi:


MATEMATIKA

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat menyajikan data dalam berbagai bentuk diagram batang.

Materi :


Penyajian data merupakan langkah penting untuk memahami informasi secara cepat dan mudah. Salah satu cara paling populer dan efektif untuk tingkat sekolah dasar adalah dengan menggunakan Diagram Batang . Diagram ini menggunakan bentuk persegi panjang yang berdiri tegak atau mendatar untuk mewakili frekuensi atau jumlah dari suatu kategori data.

Mengenal Struktur Diagram Batang

Sebuah diagram batang yang baik harus memiliki komponen yang lengkap agar pembaca tidak bingung. Pertama, kita harus memberikan Judul yang jelas di bagian atas agar orang tahu data apa yang sedang disajikan. Kedua, terdapat Sumbu Mendatar yang biasanya digunakan untuk menuliskan kategori atau nama objek yang didata, seperti nama hari, jenis hewan, atau jenis mata pelajaran. Ketiga, terdapat Sumbu Tegak yang berfungsi sebagai skala angka untuk menunjukkan banyaknya data atau frekuensi. Terakhir, bagian yang paling utama adalah Batang itu sendiri, yaitu persegi panjang yang tingginya disesuaikan dengan angka pada sumbu tegak.

Tahapan Membuat Diagram Batang yang Akurat

Untuk membuat diagram batang yang rapi, kita harus mengikuti langkah-langkah yang sistematis. Langkah awal adalah mengumpulkan data terlebih dahulu, biasanya data ini disusun dalam bentuk tabel sederhana agar lebih mudah dibaca. Setelah data siap, buatlah dua garis yang saling tegak lurus, yaitu garis mendatar dan garis tegak. Pada garis yang menunjuk, tuliskan nama-nama kategori dengan jarak yang sama antar kategori tersebut.

Langkah berikutnya adalah menentukan skala pada garis tegak. Skala ini harus dimulai dari angka nol dan memiliki interval atau jarak angka yang tetap, misalnya loncat satu-satu (1, 2, 3, ....) atau loncat dua-dua (0, 2, 4, ....) tergantung pada besarnya data yang dimiliki. Setelah semua garis dan angka siap, barulah kita menggambar batang di atas setiap kategori. Pastikan lebar setiap batang sama agar terlihat rapi. Tinggi batang harus tepat berhenti di angka yang sesuai dengan jumlah data yang ada di tabel.

Membaca dan Menafsirkan Diagram Batang

Kemampuan menyajikan data juga harus dibarengi dengan kemampuan membaca. Melalui diagram batang, kita dapat melakukan analisis sederhana secara visual tanpa harus menghitung ulang satu per satu. Batang yang paling tinggi menunjukkan data dengan jumlah terbanyak atau paling populer, sedangkan batang yang paling rendah menunjukkan jumlah yang paling sedikit. Selain itu, kita juga bisa membandingkan selisih antar data dengan cara melihat perbedaan tinggi antara satu batang dengan batang lainnya.

Soal Latihan 

  1. Pak Guru mencatat hasil panen buah di kebun sekolah selama satu minggu. Hasilnya sebagai berikut: Buah Mangga sebanyak 15 kg, Buah Pepaya sebanyak 10 kg, dan Buah Jambu sebanyak 20 kg. Jika data tersebut disajikan dalam bentuk diagram, buah berikutnya akan memiliki gambar batang paling tinggi, dan berapakah angka yang ditunjukkan pada puncak batang buah Pepaya?
  2. Di sebuah perpustakaan kelas, terdapat data peminjaman buku cerita. Buku Fabel dipinjamkan 12 siswa, Buku Dongeng dipinjamkan 18 siswa, dan Buku Legenda dipinjamkan 9 siswa. Jika kamu membuat skala pada garis tegak dengan loncatan angka 3 (mulai dari 0, 3, 6, 9, ....), berada di garis angka berapakah puncak untuk Buku Dongeng?
  3. Siswa kelas 3 mengumpulkan data tentang hobi teman-temannya. Mengenal batang untuk hobi Membaca setinggi angka 14, hobi menggambar setinggi angka 8, dan hobi menggeram setinggi angka 11. Berdasarkan diagram tersebut, urutkanlah jenis hobi dari yang paling sedikit peminatnya hingga yang paling banyak, dan hitunglah berapa jumlah total siswa yang menyukai hobi menggambar dan bersepeda jika digabungkan?


Refleksi:

SBDP

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat mengenal prinsip keseimbangan (Simetris. asimetris, radial) dalam komposisi.

Materi:

Ada 3 jenis keseimbangan yang bisa kita gunakan saat menggambar atau membuat karya seni, yaitu:

1. Keseimbangan Simetris (Sama Sisi)

Keseimbangan simetris adalah ketika bagian kanan dan kiri (atau atas dan bawah) gambar terlihat sama persis, seperti sedang bercermin. Jika gambar itu dilipat menjadi dua, maka kedua sisinya akan saling menutupi dengan pas.

  • Contoh: Gambar kupu-kupu, wajah manusia, atau gambar vas bunga yang diletakkan tepat di tengah kertas.

2. Keseimbangan Asimetris (Tidak Sama Sisi)

Keseimbangan asimetris adalah ketika bagian kanan dan kiri gambar tidak sama, tetapi secara keseluruhan gambar tetap terlihat seimbang dan tidak berat sebelah. Misalnya, ada satu benda besar di sebelah kiri, lalu diimbangi dengan beberapa benda kecil di sebelah kanan.

  • Contoh: Gambar satu pohon besar di sebelah kiri kertas, dan dua ekor burung kecil di sebelah kanan kertas. Meskipun ukurannya berbeda, gambarnya tetap terlihat pas!

3. Keseimbangan Radial (Memusat/Melingkar)

Keseimbangan radial adalah ketika semua bagian gambar berpusat pada satu titik di tengah, lalu menyebar ke segala arah seperti lingkaran.

  • Contoh: Gambar bunga matahari, roda sepeda, jaring laba-laba, atau sinar matahari yang memancar.

Soal Latihan 

Untuk menguji pemahamanmu, yuk coba jawab 3 pertanyaan di bawah ini!

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan keseimbangan simetris, dan sebutkan 2 contoh benda di sekitarmu yang bentuknya simetris!

  2. Apa perbedaan antara keseimbangan simetris dan keseimbangan asimetris? Coba jelaskan dengan bahasamu sendiri!

  3. Jika kamu menggambar sebuah roda sepeda lengkap dengan jari-jarinya, jenis keseimbangan apa yang kamu gunakan pada gambar tersebut? Mengapa demikian?

Refleksi:


Penutup

"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh