Kamis, 09 April 2026

Kamis, 9 April 2026

        

 

Nama Guru: Upik Zulaiha, S.Pd.

Mata Pelajaran :  P. Pancasila, Matematika, SBDP

Hari/Tanggal : Kamis, 9 April 2026

Materi pokok: Batas-batas wilayah desa,  mengkonsep gagasan dengan menggunakan unsur rupa, data dalam berbagai bentuk diagram batang.

Media : Video Pembelajaran, LKPD


Pendidikan Pancasila

Tujuan Pembelajaran: 
peserta didik dapat mengidentifikasikan nama dan struktur lingkungan tempat tinggal (rt, rw, desa, atau kelurahan)

Materi:



Struktur lingkungan kita dimulai dari tingkatan yang paling sederhana, yaitu Rukun Tetangga atau RT . RT dibentuk untuk membantu pelayanan administrasi dan menjaga kerukunan antar tetangga yang rumahnya berdekatan. RT dipimpin oleh seorang Ketua RT yang dipilih oleh warga setempat. Biasanya beberapa kelompok RT akan bergabung membentuk tingkatan yang lebih tinggi, yaitu Rukun Warga atau RW . RW memiliki tugas yang lebih luas dalam mengoordinasikan kegiatan antar RT dan menjaga keamanan serta kebersihan lingkungan di wilayahnya.

Di tingkat atas RW, wilayah yang lebih luas lagi, yaitu Desa atau Kelurahan terdapat . Perbedaan antara keduanya terletak pada lokasinya; desa biasanya berada di daerah pedesaan atau kabupaten, sedangkan kelurahan berada di daerah perkotaan. Desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan kepala desa. Sementara itu, kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah , yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditunjuk oleh pemerintah daerah. Baik desa maupun kelurahan berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat, mulai dari urusan surat-menyurat hingga pengaturan pembangunan sarana umum seperti jalan dan jembatan.

Dengan adanya struktur ini, setiap warga memiliki identitas alamat yang jelas, seperti nama jalan, nomor rumah, serta nomor RT dan RW. Mengenal nama dan struktur ini sangat penting agar kita tahu ke mana harus melapor jika membutuhkan bantuan atau ingin bergotong royong membersihkan lingkungan. Kerjasama yang baik antara warga dan para pemimpin di tingkat RT, RW, hingga desa atau kelurahan akan menciptakan tempat tinggal yang nyaman dan damai bagi semua orang.

Soal Latihan 

  1. Penentuan urutan struktur lingkungan tempat tinggal mulai dari yang paling kecil hingga ke tingkat desa atau kelurahan!

  2. Menjelaskan perbedaan cara pemilihan antara seorang Kepala Desa dengan seorang Lurah!

  3. Mengapa setiap warga harus mengetahui nomor RT dan RW di tempat tinggal mereka sendiri? menjelaskan pendapatmu!


Refleksi:


MATEMATIKA

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat menyajikan data dalam berbagai bentuk diagram batang.

Materi :


Penyajian data merupakan langkah penting untuk memahami informasi secara cepat dan mudah. Salah satu cara paling populer dan efektif untuk tingkat sekolah dasar adalah dengan menggunakan Diagram Batang . Diagram ini menggunakan bentuk persegi panjang yang berdiri tegak atau mendatar untuk mewakili frekuensi atau jumlah dari suatu kategori data.

Mengenal Struktur Diagram Batang

Sebuah diagram batang yang baik harus memiliki komponen yang lengkap agar pembaca tidak bingung. Pertama, kita harus memberikan Judul yang jelas di bagian atas agar orang tahu data apa yang sedang disajikan. Kedua, terdapat Sumbu Mendatar yang biasanya digunakan untuk menuliskan kategori atau nama objek yang didata, seperti nama hari, jenis hewan, atau jenis mata pelajaran. Ketiga, terdapat Sumbu Tegak yang berfungsi sebagai skala angka untuk menunjukkan banyaknya data atau frekuensi. Terakhir, bagian yang paling utama adalah Batang itu sendiri, yaitu persegi panjang yang tingginya disesuaikan dengan angka pada sumbu tegak.

Tahapan Membuat Diagram Batang yang Akurat

Untuk membuat diagram batang yang rapi, kita harus mengikuti langkah-langkah yang sistematis. Langkah awal adalah mengumpulkan data terlebih dahulu, biasanya data ini disusun dalam bentuk tabel sederhana agar lebih mudah dibaca. Setelah data siap, buatlah dua garis yang saling tegak lurus, yaitu garis mendatar dan garis tegak. Pada garis yang menunjuk, tuliskan nama-nama kategori dengan jarak yang sama antar kategori tersebut.

Langkah berikutnya adalah menentukan skala pada garis tegak. Skala ini harus dimulai dari angka nol dan memiliki interval atau jarak angka yang tetap, misalnya loncat satu-satu (1, 2, 3, ....) atau loncat dua-dua (0, 2, 4, ....) tergantung pada besarnya data yang dimiliki. Setelah semua garis dan angka siap, barulah kita menggambar batang di atas setiap kategori. Pastikan lebar setiap batang sama agar terlihat rapi. Tinggi batang harus tepat berhenti di angka yang sesuai dengan jumlah data yang ada di tabel.

Membaca dan Menafsirkan Diagram Batang

Kemampuan menyajikan data juga harus dibarengi dengan kemampuan membaca. Melalui diagram batang, kita dapat melakukan analisis sederhana secara visual tanpa harus menghitung ulang satu per satu. Batang yang paling tinggi menunjukkan data dengan jumlah terbanyak atau paling populer, sedangkan batang yang paling rendah menunjukkan jumlah yang paling sedikit. Selain itu, kita juga bisa membandingkan selisih antar data dengan cara melihat perbedaan tinggi antara satu batang dengan batang lainnya.

Soal Latihan 

  1. Pak Guru mencatat hasil panen buah di kebun sekolah selama satu minggu. Hasilnya sebagai berikut: Buah Mangga sebanyak 15 kg, Buah Pepaya sebanyak 10 kg, dan Buah Jambu sebanyak 20 kg. Jika data tersebut disajikan dalam bentuk diagram, buah berikutnya akan memiliki gambar batang paling tinggi, dan berapakah angka yang ditunjukkan pada puncak batang buah Pepaya?
  2. Di sebuah perpustakaan kelas, terdapat data peminjaman buku cerita. Buku Fabel dipinjamkan 12 siswa, Buku Dongeng dipinjamkan 18 siswa, dan Buku Legenda dipinjamkan 9 siswa. Jika kamu membuat skala pada garis tegak dengan loncatan angka 3 (mulai dari 0, 3, 6, 9, ....), berada di garis angka berapakah puncak untuk Buku Dongeng?
  3. Siswa kelas 3 mengumpulkan data tentang hobi teman-temannya. Mengenal batang untuk hobi Membaca setinggi angka 14, hobi menggambar setinggi angka 8, dan hobi menggeram setinggi angka 11. Berdasarkan diagram tersebut, urutkanlah jenis hobi dari yang paling sedikit peminatnya hingga yang paling banyak, dan hitunglah berapa jumlah total siswa yang menyukai hobi menggambar dan bersepeda jika digabungkan?


Refleksi:



 SBDP

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat menggalu dan mengkonsep gagasan dengan menggunakan unsur rupa (garis, warna, bentuk, dan bangun) pada karya seni rupa.

Materi:



Mengenal Unsur Rupa dalam Karya Seni

Saat kita membuat gambar atau prakarya, kita sebenarnya sedang menyusun berbagai unsur rupa. Unsur-unsur ini adalah "bahan dasar" yang membuat sebuah karya seni menjadi indah dan menarik untuk dilihat.

Mari kita pelajari empat unsur rupa utama:

1. Garis Garis adalah unsur rupa yang paling dasar. Garis terbentuk dari titik yang ditarik secara bersambung. Ada berbagai macam jenis garis yang bisa kita gunakan, seperti:

  • Garis lurus: Memberikan kesan tegak dan kuat.

  • Garis lengkung: Memberikan kesan lembut dan luwes.

  • Garis zig-zag: Memberikan kesan tajam atau semangat.

  • Garis putus-putus: Biasanya digunakan sebagai bantuan atau kesan bayangan.

2. Warna Warna membuat karya seni menjadi lebih hidup. Ada tiga warna utama yang disebut warna primer, yaitu merah, kuning, dan biru. Jika kita mencampur warna-warna tersebut, kita akan mendapatkan warna baru (warna sekunder), seperti hijau (kuning + biru) atau oranye (merah + kuning). Warna juga bisa menggambarkan perasaan, misalnya warna cerah untuk suasana ceria.

3. Bentuk Bentuk terjadi karena adanya pertemuan beberapa garis. Dalam seni rupa, bentuk bisa berupa:

  • Bentuk geometris: Bentuk yang beraturan seperti segitiga, persegi, dan lingkaran.

  • Bentuk non-geometris (organis): Bentuk yang tidak beraturan, seperti bentuk daun, awan, atau batu.

4. Bangun (Volume) Bangun adalah bentuk yang memiliki isi atau volume (tiga dimensi). Jika persegi adalah bentuk datar, maka kubus adalah bangunnya. Bangun memiliki panjang, lebar, dan tinggi sehingga terlihat nyata jika disentuh atau dilihat dari berbagai arah.

Tips Mengkonsep Gagasan: Sebelum menggambar, bayangkanlah apa yang ingin kamu buat. Jika ingin menggambar pemandangan, kamu bisa menggunakan garis lengkung untuk gunung, warna hijau untuk pohon, bentuk lingkaran untuk matahari, dan memberikan kesan bangun pada rumah agar terlihat kokoh.

Latihan Soal 

  1. Sebutkan 3 jenis garis yang kamu ketahui dan jelaskan kesan yang diberikan oleh masing-masing garis tersebut!

  2. Jika kamu hanya memiliki warna merah dan kuning, warna apa yang akan dihasilkan jika keduanya dicampur? Berikan satu contoh benda di sekitarmu yang memiliki warna hasil campuran tersebut!

  3. Apa perbedaan antara "bentuk" dan "bangun" dalam unsur seni rupa? Jelaskan dengan memberikan satu contoh perbandingannya!

    Refleksi:


Penutup

"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar