Jumat, 27 Februari 2026

Jum'at, 27 Februari 2026

                  


Hari/Tanggal : Jum'at, 27 Februari 2026

Fase/Kelas : B/ 3 A

Sekolah : SD Al Azhar 3 Bandar Lampung 

Pelajaran : Bahasa Indonesia (Menulis)

Metode :Demonstrasi/praktik

Media : Video Pembelajaran

Bahasa Indonesia (Menulis)

Capaian Pembelajaran:

Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam dan informasi mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu menggunakan kaidah sederhana kebahasaan dan kosakata baru untuk menulis teks sesuai dengan konteks. Peserta didik terampil menulis kalimat dalam tulisan Latin dan tegak bersambung.

Tujuan Pembelajaran:

Menuliskan huruf, kata, dan kalimat sederhana dengan huruf tegak bersambung secara benar.

Menunjukkan kerapian dan keteraturan dalam menulis tegak bersambung.

Menumbuhkan sikap teliti, sabar, dan disiplin dalam berlatih menulis tegak bersambung.


Materi


 

1. Pengertian

Menulis tegak bersambung adalah cara menulis dengan huruf-huruf yang saling terhubung antara satu huruf dengan huruf lainnya. Tulisan ini biasanya miring sedikit ke kanan dan terlihat rapi serta indah.


2. Tujuan Menulis Tegak Bersambung

Melatih keterampilan tangan dalam menulis. Membiasakan kerapian dan keteraturan.

Membuat tulisan lebih cepat karena huruf-huruf terhubung. Membentuk kebiasaan disiplin dan sabar.


3. Ciri-ciri Huruf Tegak Bersambung

Huruf ditulis miring ke kanan. Setiap huruf saling terhubung dengan huruf lain dalam sebuah kata. Tidak ada huruf yang terpisah dalam sebuah kata. Bentuk huruf lentur, halus, dan seimbang.


4. Langkah-Langkah Menulis Tegak Bersambung

Duduk dengan posisi benar: badan tegak, kertas agak miring ke kiri. Pegang pensil/pena dengan benar: gunakan 3 jari (ibu jari, telunjuk, dan jari tengah). Mulai dari huruf kecil: latih menulis a, b, c, … sampai z. Latih huruf besar: A, B, C, … sampai Z. Menulis kata sederhana: misalnya ibu, rumah, buku. Menulis kalimat: misalnya Saya suka menulis.


Kesimpulan

Menulis tegak bersambung adalah teknik menulis dengan huruf yang saling terhubung untuk meningkatkan kecepatan, kerapian, dan keindahan tulisan. Selain melatih motorik tangan, metode ini juga melatih kedisiplinan dan kesabaran melalui posisi duduk yang benar serta latihan bertahap dari huruf hingga kalimat.


Penutup

"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kamis, 26 Februari 2026

Kamis, 26 Februari 2026

    

 

Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026

Fase/Kelas : B/ 3 A

Sekolah : SD Al Azhar 3 Bandar Lampung 

Pelajaran : MTK, Pendidikan Pancasila, SBDP

Metode : diskusi, presentasi 

Media : Video Pembelajaran, LKPD


Matematika
Capaian Pembelajaran:
peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, dan diagram batang (skala satu satuan).

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu mengurutkan, membandikan, menyakikan, menganalisis, dan interprestasikan data

Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Peserta didik mampu mengumpulkan dan mengurutkan serta membandingkan data sederhana dari lingkungan sekitar secara aktif
  2. peserta didik mampu menyajikan data yang telah di kumpulkan kedalam bentuk tabel diagram gambar dan diagram batang skala satu satuan.
  3. peserta didik dapat menganalisis dan menginterprestasikan informasi yang terdapat pada tabel.

Materi: 


Analisis data adalah proses mengumpulkan informasi (data) untuk menarik kesimpulan yang berguna. Bayangkan kamu adalah seorang detektif yang sedang mencari tahu rasa es krim favorit teman-teman sekelasmu!

1. Mengumpulkan dan Mengurutkan Data

Langkah pertama adalah mencari informasi. Data bisa diperoleh melalui wawancara, kuesioner, atau pengamatan langsung.

  • Mengumpulkan: “Apa warna kesukaanmu?” (Merah, Biru, Merah, Kuning, Biru).

  • Mengurutkan: Susun data dari yang terkecil ke terbesar atau enkripsi agar mudah dibaca.

  • Membandingkan: “Wah, ternyata yang lebih suka warna Biru daripada warna Kuning!”


2. Menyajikan Data

Agar orang lain mudah memahami temuanmu, data perlu disajikan dalam bentuk visual.

A. Tabel

Tabel menggunakan kolom dan baris untuk merapikan data. | Warna Favorit | Turus (Penghitungan) | Jumlah | | :--- | :--- | :--- | | Merah | ||| | 3 | | Biru | |||| | 5 | | Kuning | || | 2 |

B. Diagram Gambar (Piktogram)

Menggunakan gambar untuk mewakili jumlah tertentu.

  • Merah: 🍎🍎🍎

  • Biru: 🔵🔵🔵🔵🔵

  • Kuning: ⭐⭐ (Keterangan: 1 gambar = 1 orang)

C. Diagram Batang (Skala Satu Satuan)

Menggunakan batang tegak atau mendatar. Tinggi batang menunjukkan jumlah frekuensi data. Karena kita menggunakan skala satu satuan , maka setiap garis pada sumbu tegak mewakili angka 1, 2, 3, dan seterusnya.


3. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data

Setelah melihat diagram, inilah saatnya kita menjawab pertanyaan penting:

  • Menganalisis: Melihat fakta yang ada.

    "Batang warna Biru adalah yang paling tinggi."

  • Menginterpretasikan: Menjelaskan makna dari fakta tersebut.

    "Artinya, Biru adalah warna yang paling populer di kelas ini."

Contoh Pertanyaan Interpretasi:

  1. Berapa selisih antara penyuka warna Biru dan Kuning? (5 - 2 = 3).

  2. Berapa jumlah siswa yang diwawancarai? (3 + 5 + 2 = 10).

  3. Data mana yang paling sedikit peminatnya? (Kuning).


Pendidikan Pancasila
Capaian Pembelajaran:
Peserta didik membedakan dan menghargai identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menunjukkan sikap menghargai terhadap perbedaan budaya, agama, dan kepercayaan di lingkungan rumah dan sekolah.

Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Peserta didik mampu mengidentifikasikan jenis-jenis keberagaman suku bangsa bahasa daerah yang ada di lingkungan rumah dan sekolah.

Materi: 


Indonesia adalah negara kepulauan . Karena terpisah oleh laut, setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Inilah yang kita sebut sebagai kekayaan bangsa.

1. Apa itu Suku Bangsa?

Suku bangsa adalah kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan asal-usul, adat istiadat, dan budaya. Di Indonesia, ada lebih dari 1.300 suku bangsa!

Contoh Suku Bangsa di Indonesia:

  • Pulau Sumatra: Suku Batak, Minangkabau, Aceh, Melayu.

  • Pulau Jawa: Suku Jawa, Sunda, Betawi, Madura.

  • Pulau Bali & Nusa Tenggara: Suku Bali, Sasak, Bima.

  • Pulau Kalimantan: Suku Dayak, Banjar, Kutai.

  • Pulau Sulawesi: Suku Bugis, Makassar, Toraja, Minahasa.

  • Pulau Papua: Suku Asmat, Dani, Arfak.

2. Keberagaman Bahasa Daerah

Setiap suku biasanya memiliki bahasa sendiri untuk berkomunikasi. Meski kita punya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa daerah tetap harus kita lestarikan.

Suku BangsaContoh Kata (Apa Kabar / Terima Kasih)
MingguDamang? / Hatur Nuhun
JawaPripun kabare? / Matur Nuwun
BatakAha kabar? / Mauliate
PapuaNarobil? / Amanai

🏠 Keberagaman di Lingkungan Rumah & Sekolah

Kita tidak perlu pergi jauh untuk melihat perbedaan. Coba perhatikan teman atau tetanggamu:

  • Di Rumah: Mungkin Ayah berasal dari suku Jawa dan Ibu dari suku Minang. Di meja makan, mungkin ada rendang sekaligus gudeg. Itulah keberagaman!

  • Di Sekolah: Teman sebangkumu mungkin berbicara dengan logat yang berbeda atau merayakan hari raya yang berbeda (seperti Idul Fitri, Natal, Nyepi, atau Waisak).


🤝 Sikap Menghargai Perbedaan (Toleransi)

Tujuan utama kita belajar tentang suku bangsa bukan untuk membeda-bedakan, tapi untuk menghargai . Sesuai dengan semboyan kita: Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu jua).

Cara menunjukkan sikap menghargai:

  1. Berteman dengan siapa saja: Tidak memilih teman hanya karena suku atau agamanya sama.

  2. Menghormati ibadah orang lain: Tidak berisik saat teman atau tetangga sedang beribadah.

  3. Mau belajar: Tertarik mencoba makanan daerah lain atau mempelajari tarian tradisional teman.

  4. Tidak mengejek: Tidak ada niat untuk logat pembicaraan atau warna kulit orang lain.

“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tapi alasan untuk saling melengkapi.”


📝 Aktivitas Detektif Budaya

Coba tanyakan kepada 3 teman sekelasmu:

  1. Dari suku mana orang tua mereka berasal?

  2. Apa satu kata bahasa daerah yang mereka ketahui?


SBDP
Capaian Pembelajaran:
Peserta didik menerapkan pengalamannya sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu mengenali karakteristik khusus suatu alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar, kemudian secara mandiri menggunakan alat dan bahan tersebut.

Tujuan Pembelajaran :
menerapkan menggunakan alat dan bahan dari lingkungan sekitar untuk membuat karya 2D atau 3D. 

Alur Tujuan Pembelajaran:

4.2 peserta didik mampu merancang ide karya seni 2D atau 3D dengan teknik yang sesuai dengan karakter bahan yang ada.

4.3 peserta didik mampu membuat karya seni seperti kolase dari daun atau minatur dari bahan alam 


MATERI 






Dalam dunia seni rupa, karya seni dibedakan menjadi dua jenis utama berdasarkan bentuk dan dimensinya, yaitu karya dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D).

1. Karya Seni Dua Dimensi (2D)

Karya seni dua dimensi adalah karya seni yang hanya memiliki dua ukuran, yaitu panjang and lebar. Karya ini hanya bisa dilihat dari satu arah, yaitu dari depan.

  • Ciri-ciri:

    • Hanya memiliki panjang dan lebar.

    • Menempati bidang datar (seperti kertas atau kanvas).

    • Tidak memiliki ruang atau volume (tidak bisa dipegang isinya).

  • Contoh:

    • Gambar atau lukisan.

    • Foto.

    • Poster.

    • Batik atau kain tenun.


2. Karya Seni Tiga Dimensi (3D)

Karya seni tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki tiga ukuran, yaitu panjanglebar, dan tinggi (volume). Karya ini memiliki rongga atau isi, sehingga bisa dilihat dari berbagai arah (depan, belakang, samping, dan atas).

  • Ciri-ciri:

    • Memiliki panjang, lebar, dan tinggi.

    • Memiliki volume atau isi.

    • Menempati ruang.

    • Bisa dilihat dari segala arah.

  • Contoh:

    • Patung.

    • Gerabah (vas bunga, kendi dari tanah liat).

    • Miniatur bangunan.

    • Meja dan kursi kayu yang diukir.


Tabel Perbedaan 2D dan 3D

PembedaKarya 2 Dimensi (2D)Karya 3 Dimensi (3D)
UkuranPanjang dan LebarPanjang, Lebar, dan Tinggi
Sudut PandangHanya satu arah (depan)Dari segala arah
Volume/IsiTidak punyaPunya (berisi)
Contoh MediaKertas, KanvasTanah liat, Kayu, Batu

Unsur-Unsur Utama dalam Karya Seni

Untuk membuat karya 2D maupun 3D yang indah, kita perlu memperhatikan unsur-unsur berikut:

  1. Titik: Unsur paling dasar.

  2. Garis: Gabungan dari titik-titik (lurus, lengkung, zig-zag).

  3. Bidang: Pertemuan ujung garis (lingkaran, segitiga, persegi).

  4. Warna: Memberikan kesan hidup pada karya.

  5. Tekstur: Sifat permukaan benda (halus atau kasar).

Kesimpulan
Kesimpulan pembelajaran hari ini, peserta didik belajar pada mata pelajaran Matematika tentang cara mengumpulkan, menyajikan, dan menganalisis data sederhana hingga dapat menarik kesimpulan dengan benar. Pada pembelajaran Pendidikan Pancasila, peserta didik memahami pentingnya menghargai keberagaman suku, bahasa, dan agama dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pada pembelajaran SBDP, peserta didik mengenal perbedaan karya seni dua dimensi dan tiga dimensi serta berlatih membuat karya menggunakan bahan dari lingkungan sekitar.

     Penutup

"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selasa, 24 Februari 2026

Rabu, 25 Februari 2026

     

 

Hari/Tanggal : Rabu, 25 Februari 2026

Fase/Kelas : B/ 3 A

Sekolah : SD Al Azhar 3 Bandar Lampung 

Pelajaran : MTK, IPAS, B.indonesia, SBDP

Metode : diskusi, presentasi 

Media : Video Pembelajaran, LKPD


Matematika
Capaian Pembelajaran:
peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, dan diagram batang (skala satu satuan).

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu mengurutkan, membandikan, menyakikan, menganalisis, dan interprestasikan data

Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Peserta didik mampu mengumpulkan dan mengurutkan serta membandingkan data sederhana dari lingkungan sekitar secara aktif
  2. peserta didik mampu menyajikan data yang telah di kumpulkan kedalam bentuk tabel diagram gambar dan diagram batang skala satu satuan.
  3. peserta didik dapat menganalisis dan menginterprestasikan informasi yang terdapat pada tabel.

Materi: 


Analisis data adalah proses mengumpulkan informasi (data) untuk menarik kesimpulan yang berguna. Bayangkan kamu adalah seorang detektif yang sedang mencari tahu rasa es krim favorit teman-teman sekelasmu!

1. Mengumpulkan dan Mengurutkan Data

Langkah pertama adalah mencari informasi. Data bisa diperoleh melalui wawancara, kuesioner, atau pengamatan langsung.

  • Mengumpulkan: “Apa warna kesukaanmu?” (Merah, Biru, Merah, Kuning, Biru).

  • Mengurutkan: Susun data dari yang terkecil ke terbesar atau enkripsi agar mudah dibaca.

  • Membandingkan: “Wah, ternyata yang lebih suka warna Biru daripada warna Kuning!”


2. Menyajikan Data

Agar orang lain mudah memahami temuanmu, data perlu disajikan dalam bentuk visual.

A. Tabel

Tabel menggunakan kolom dan baris untuk merapikan data. | Warna Favorit | Turus (Penghitungan) | Jumlah | | :--- | :--- | :--- | | Merah | ||| | 3 | | Biru | |||| | 5 | | Kuning | || | 2 |

B. Diagram Gambar (Piktogram)

Menggunakan gambar untuk mewakili jumlah tertentu.

  • Merah: 🍎🍎🍎

  • Biru: 🔵🔵🔵🔵🔵

  • Kuning: ⭐⭐ (Keterangan: 1 gambar = 1 orang)

C. Diagram Batang (Skala Satu Satuan)

Menggunakan batang tegak atau mendatar. Tinggi batang menunjukkan jumlah frekuensi data. Karena kita menggunakan skala satu satuan , maka setiap garis pada sumbu tegak mewakili angka 1, 2, 3, dan seterusnya.


3. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data

Setelah melihat diagram, inilah saatnya kita menjawab pertanyaan penting:

  • Menganalisis: Melihat fakta yang ada.

    "Batang warna Biru adalah yang paling tinggi."

  • Menginterpretasikan: Menjelaskan makna dari fakta tersebut.

    "Artinya, Biru adalah warna yang paling populer di kelas ini."

Contoh Pertanyaan Interpretasi:

  1. Berapa selisih antara penyuka warna Biru dan Kuning? (5 - 2 = 3).

  2. Berapa jumlah siswa yang diwawancarai? (3 + 5 + 2 = 10).

  3. Data mana yang paling sedikit peminatnya? (Kuning).


IPAS

Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi; sumber dan bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya melalui peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat; keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya; serta perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan fungsinya.

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mengenal sejarah wilayah dan menjelaskan peran tugas di wilayah administrasi tempat tinggal (RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi). 

Alur Tujuan Pembelajaran:

1. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara sumber daya alam yang tersedia di bentang alam tertentu dengan pekerjaan yang muncul di wilayah tersebut.

Materi: 







1. Wilayah Terkecil: RT dan RW

Ini adalah lingkungan yang paling dekat denganmu. Biasanya, kamu akan sering melihat pemimpinnya saat ada acara warga atau pembagian surat administrasi.

  • RT (Rukun Tetangga): Kelompok terkecil yang terdiri dari beberapa rumah. Dipimpin oleh seorang Ketua RT.

  • RW (Rukun Warga): Gabungan dari beberapa RT. Dipimpin oleh seorang Ketua RW.

2. Tingkat Desa atau Kelurahan

Jika beberapa RW berkumpul, mereka membentuk sebuah Desa atau Kelurahan.

  • Desa: Biasanya berada di daerah pedesaan. Pemimpinnya disebut Kepala Desa (dipilih langsung oleh warga).

  • Kelurahan: Biasanya berada di daerah perkotaan. Pemimpinnya disebut Lurah (seorang Pegawai Negeri Sipil yang ditunjuk pemerintah).

3. Tingkat Kecamatan, Kabupaten, dan Kota

Sekarang tangganya naik lebih tinggi lagi!

  • Kecamatan: Gabungan dari banyak Desa atau Kelurahan. Pemimpinnya disebut Camat.

  • Kabupaten: Gabungan dari banyak Kecamatan. Pemimpinnya disebut Bupati.

  • Kota: Mirip dengan Kabupaten, tapi biasanya wilayahnya lebih padat dan modern. Pemimpinnya disebut Walikota.


4. Tingkat Provinsi dan Negara

Ini adalah tingkatan yang paling luas di daerah dan di pusat.

  • Provinsi: Gabungan dari banyak Kabupaten dan Kota. Contohnya: Provinsi Jawa Barat, Sumatera Utara, atau Papua. Pemimpinnya disebut Gubernur.

  • Negara: Seluruh wilayah dari Sabang sampai Merauke. Pemimpin tertingginya adalah Presiden.

Tabel Rangkuman Pemimpin Wilayah

Agar lebih mudah menghafal, kamu bisa melihat tabel di bawah ini:

Tingkat WilayahNama Pemimpin
RT (Rukun Tetangga)Ketua RT
RW (Rukun Warga)Ketua RW
DesaKepala Desa
KelurahanLurah
KecamatanCamat
KabupatenBupati
KotaWalikota
ProvinsiGubernur
NegaraPresiden

1. Hubungan Antara Bentang Alam dan Peluang Kerja

Setiap bentangan alam (permukaan bumi) memiliki ciri khas yang unik. Karakteristik inilah yang menyediakan “bahan baku” bagi manusia untuk bekerja. Hubungan ini disebut dengan interaksi manusia dan lingkungan .

2. Analisis Wilayah dan Jenis Pekerjaannya

Mari kita bedah berdasarkan empat wilayah utama:

A. Wilayah Pesisir (Pantai)

  • SDA yang tersedia: Ikan, kerang, garam, air laut, dan pemandangan indah.

  • Pekerjaan yang muncul: * Nelayan: Menangkap hasil laut.

    • Petani Garam: Memanfaatkan penguapan udara laut.

    • Pemandu Wisata: Memanfaatkan keindahan pantai.

    • Perajin Kerang: Mengolah limbah laut menjadi seni.

B. Wilayah Dataran Rendah

  • SDA yang tersedia: Lahan datar yang luas, tanah pinggiran, dan akses transportasi mudah.

  • Pekerjaan yang muncul:

    • Petani Padi: Karena air melimpah dan lahan luas.

    • Buruh Pabrik: Dataran rendah biasanya menjadi pusat industri karena akses distribusi yang mudah.

    • Karyawan Perkantoran: Pusat bisnis dan pemerintahan biasanya dibangun di lahan datar.

C.Wilayah Dataran Tinggi/Pegunungan

  • SDA yang tersedia: Suhu udara dingin, tanah vulkanik pinggiran kota, dan pemandangan hijau.

  • Pekerjaan yang muncul:

    • Petani Perkebunan: (Teh, kopi, cengkeh) yang membutuhkan suhu dingin.

    • Petani Sayur: (Wortel, kubis, brokoli).

    • Pengusaha Penginapan/Villa: Memanfaatkan udara segar untuk pariwisata.

D. Wilayah Hutan

  • SDA yang tersedia: Kayu, rotan, madu hutan, dan tanaman obat.

  • Pekerjaan yang muncul:

    • Penebang Kayu (Resmi/Legal): Mengolah kayu untuk furniture.

    • Pencari Madu/Rotan: mengambil hasil hutan non-kayu.

    • Polisi Hutan (Ranger): Menjaga kelestarian sumber daya tersebut.

3. Mengapa Pekerjaan Tersebut Muncul?

Ada tiga alasan utama yang menghubungkan SDA dengan pekerjaan:

  1. Ketersediaan Bahan Baku: Orang yang bekerja di tempat yang bahannya sudah ada agar biaya produksi murah.
  2. Kondisi Iklim: Pekerjaan luar ruangan (outdoor) sangat bergantung pada cuaca dan suhu setempat.

  3. Kebutuhan Pasar: Wisatawan yang datang ke gunung membutuhkan tempat tidur (Villa), maka muncul pekerjaan di bidang jasa perhotelan.


Latihan :

1.     1. Pemimpin terkecil di lingkungan tempat tinggal kita adalah...

a.      Ketua RW

b.      Ketua RT

c.       Lurah

2.   2.   Gabungan dari beberapa RT akan membentuk wilayah...

a.      RW

b.      Desa

c.       Kecamatan

3.     3. Pemimpin wilayah kabupaten disebut...

a.      Walikota

b.      Gubernur

c.       Bupati

4. Di daerah dataran tinggi yang berudara sejuk, sumber daya alam yang melimpah adalah perkebunan. Apa pekerjaan yang muncul karena adanya sumber daya tersebut? 

A. Petani garam 
B. Buruh pabrik tekstil 
C. Petani sayur dan teh 
D. Nahkoda kapal


5. Penduduk yang tinggal di wilayah pesisir pantai biasanya memanfaatkan sumber daya laut untuk bekerja. Manakah jenis pekerjaan yang paling sesuai dengan wilayah tersebut? 

A. Petani teh 
B. Nelayan 
C. Pemetik kopi 
D. Petani wortel

Bahasa Indonesia
Capaian Pembelajaran:
Peserta didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf yang telah dikenali dengan fasih. Peserta didik mampu memaknai kosakata baru dan/atau kosakata Bahasa Indonesia serapan dari bahasa daerah dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informatif dan teks narasi. 

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat mengidentifikasikan jenis-jenis kata tanya (Apa, Siapa, Mengapa) dalam bacaan.

Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Peserta didik mampu mengidentifikasikan cara mengajukan pertanyaan yang relevan menggunakan kata tanya dalam sebuah percakapan.
  2. Peserta didik mampu memberikan jawaban dan menjelaskan yang logis atas pertanyaan yang di ajukan oleh teman atau guru

Materi: 



Kata tanya adalah kata yang digunakan dalam kalimat tanya untuk meminta keterangan atau informasi. Kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda tanya ( ? ).

Berikut adalah tiga jenis kata tanya yang akan kita pelajari:

1. Apa

  • Fungsi: Digunakan untuk menanyakan benda, keadaan, atau perbuatan.

  • Contoh: * " Apa yang sedang kamu baca?" (Menanyakan benda/kegiatan)

    • “ Apa warna kesukaanmu?” (Menanyakan informasi benda)

2. Siapa

  • Fungsi: Digunakan untuk menanyakan orang atau pelaku.

  • Contoh:

    • “ Siapa nama gurumu?” (Menanyakan orang)

    • Siapa yang piket hari ini?" (Menanyakan pelaku)

3. Mengapa

  • Fungsi: Digunakan untuk menanyakan alasan atau sebab terjadinya sesuatu. Jawaban untuk kata tanya ini biasanya diawali dengan kata "Karena" atau "Sebab".

  • Contoh:

    • “ Mengapa kamu terlambat?” (Menanyakan alasan)

    • “ Mengapa kita harus mencuci tangan?” (Menanyakan sebab)


Cara Mengajukan Pertanyaan yang Relevan

Agar pertanyaanmu nyambung (relevan) dalam percakapan, perhatikan hal berikut:

  1. Simak pembicaraan: Dengarkan apa yang sedang dibicarakan teman atau gurumu.

  2. Pilih kata tanya yang pas: Jika ingin tahu orangnya, gunakan Siapa . Jika ingin mengetahui kenyamanan, gunakan Mengapa .

  3. Gunakan bahasa yang sopan.

Cara Memberikan Jawaban yang Logis

Jawaban yang logis adalah jawaban yang masuk akal dan sesuai dengan apa yang ditanyakan.

  • Jika ditanya " Mengapa ", berikan alasan yang jelas.

    • Contoh: "Mengapa tanaman ini layu?" -> "Karena tidak disiram selama tiga hari." (Logis)

  • Jika ditanya " Siapa ", sebutkan nama orang atau kelompoknya.

    • Contoh: "Siapa yang membawa bola?" -> "Andi yang membawa." (Logis)



SBDP

Capaian Pembelajaran:
Peserta didik menerapkan pengalamannya sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu mengenali karakteristik khusus suatu alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar, kemudian secara mandiri menggunakan alat dan bahan tersebut.

Tujuan Pembelajaran :
menerapkan menggunakan alat dan bahan dari lingkungan sekitar untuk membuat karya 2D atau 3D. 

Alur Tujuan Pembelajaran:

4.2 peserta didik mampu merancang ide karya seni 2D atau 3D dengan teknik yang sesuai dengan karakter bahan yang ada.

4.3 peserta didik mampu membuat karya seni seperti kolase dari daun atau minatur dari bahan alam 


MATERI 






Dalam dunia seni rupa, karya seni dibedakan menjadi dua jenis utama berdasarkan bentuk dan dimensinya, yaitu karya dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D).

1. Karya Seni Dua Dimensi (2D)

Karya seni dua dimensi adalah karya seni yang hanya memiliki dua ukuran, yaitu panjang and lebar. Karya ini hanya bisa dilihat dari satu arah, yaitu dari depan.

  • Ciri-ciri:

    • Hanya memiliki panjang dan lebar.

    • Menempati bidang datar (seperti kertas atau kanvas).

    • Tidak memiliki ruang atau volume (tidak bisa dipegang isinya).

  • Contoh:

    • Gambar atau lukisan.

    • Foto.

    • Poster.

    • Batik atau kain tenun.


2. Karya Seni Tiga Dimensi (3D)

Karya seni tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki tiga ukuran, yaitu panjang, lebar, dan tinggi (volume). Karya ini memiliki rongga atau isi, sehingga bisa dilihat dari berbagai arah (depan, belakang, samping, dan atas).

  • Ciri-ciri:

    • Memiliki panjang, lebar, dan tinggi.

    • Memiliki volume atau isi.

    • Menempati ruang.

    • Bisa dilihat dari segala arah.

  • Contoh:

    • Patung.

    • Gerabah (vas bunga, kendi dari tanah liat).

    • Miniatur bangunan.

    • Meja dan kursi kayu yang diukir.


Tabel Perbedaan 2D dan 3D

PembedaKarya 2 Dimensi (2D)Karya 3 Dimensi (3D)
UkuranPanjang dan LebarPanjang, Lebar, dan Tinggi
Sudut PandangHanya satu arah (depan)Dari segala arah
Volume/IsiTidak punyaPunya (berisi)
Contoh MediaKertas, KanvasTanah liat, Kayu, Batu

Unsur-Unsur Utama dalam Karya Seni

Untuk membuat karya 2D maupun 3D yang indah, kita perlu memperhatikan unsur-unsur berikut:

  1. Titik: Unsur paling dasar.

  2. Garis: Gabungan dari titik-titik (lurus, lengkung, zig-zag).

  3. Bidang: Pertemuan ujung garis (lingkaran, segitiga, persegi).

  4. Warna: Memberikan kesan hidup pada karya.

  5. Tekstur: Sifat permukaan benda (halus atau kasar).


    Kesimpulan
    Pembelajaran ini mengasah kemampuan siswa dalam mengelola data (Matematika) dan berkomunikasi kritis menggunakan kata tanya (Bahasa Indonesia). Secara kewilayahan, siswa memahami struktur pemerintahan serta bagaimana bentang alam memengaruhi mata pencaharian masyarakat (IPAS). Seluruh pemahaman ini dipadukan dengan keterampilan kreatif dalam membedakan serta membuat karya seni 2D dan 3D dari bahan alam (SBdP).

         Penutup

    "Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."

    Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh