Hari/Tanggal : Selasa, 24 Februari 2026
Fase/Kelas : B/ 3 A
Sekolah : SD Al Azhar 3 Bandar Lampung
Pelajaran : B.indonesia, Pendidikan Pancasila, Matematika
Metode : diskusi, presentasi
Media : Video Pembelajaran, LKPD
Bahasa Indonesia
Capaian Pembelajaran:Peserta didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf yang telah dikenali dengan fasih. Peserta didik mampu memaknai kosakata baru dan/atau kosakata Bahasa Indonesia serapan dari bahasa daerah dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informatif dan teks narasi.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat mengidentifikasikan jenis-jenis kata tanya (Apa, Siapa, Mengapa) dalam bacaan.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengidentifikasikan cara mengajukan pertanyaan yang relevan menggunakan kata tanya dalam sebuah percakapan.
- Peserta didik mampu memberikan jawaban dan menjelaskan yang logis atas pertanyaan yang di ajukan oleh teman atau guru
Materi:
Kata tanya adalah kata yang digunakan dalam kalimat tanya untuk meminta keterangan atau informasi. Kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda tanya ( ? ).
Berikut adalah tiga jenis kata tanya yang akan kita pelajari:
1. Apa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan benda, keadaan, atau perbuatan.
Contoh: * " Apa yang sedang kamu baca?" (Menanyakan benda/kegiatan)
“ Apa warna kesukaanmu?” (Menanyakan informasi benda)
2. Siapa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan orang atau pelaku.
Contoh:
“ Siapa nama gurumu?” (Menanyakan orang)
" Siapa yang piket hari ini?" (Menanyakan pelaku)
3. Mengapa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan alasan atau sebab terjadinya sesuatu. Jawaban untuk kata tanya ini biasanya diawali dengan kata "Karena" atau "Sebab".
Contoh:
“ Mengapa kamu terlambat?” (Menanyakan alasan)
“ Mengapa kita harus mencuci tangan?” (Menanyakan sebab)
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat mengidentifikasikan jenis-jenis kata tanya (Apa, Siapa, Mengapa) dalam bacaan.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengidentifikasikan cara mengajukan pertanyaan yang relevan menggunakan kata tanya dalam sebuah percakapan.
- Peserta didik mampu memberikan jawaban dan menjelaskan yang logis atas pertanyaan yang di ajukan oleh teman atau guru
Materi:
Kata tanya adalah kata yang digunakan dalam kalimat tanya untuk meminta keterangan atau informasi. Kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda tanya ( ? ).
Berikut adalah tiga jenis kata tanya yang akan kita pelajari:
1. Apa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan benda, keadaan, atau perbuatan.
Contoh: * " Apa yang sedang kamu baca?" (Menanyakan benda/kegiatan)
“ Apa warna kesukaanmu?” (Menanyakan informasi benda)
2. Siapa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan orang atau pelaku.
Contoh:
“ Siapa nama gurumu?” (Menanyakan orang)
" Siapa yang piket hari ini?" (Menanyakan pelaku)
3. Mengapa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan alasan atau sebab terjadinya sesuatu. Jawaban untuk kata tanya ini biasanya diawali dengan kata "Karena" atau "Sebab".
Contoh:
“ Mengapa kamu terlambat?” (Menanyakan alasan)
“ Mengapa kita harus mencuci tangan?” (Menanyakan sebab)
Cara Mengajukan Pertanyaan yang Relevan
Agar pertanyaanmu nyambung (relevan) dalam percakapan, perhatikan hal berikut:
Simak pembicaraan: Dengarkan apa yang sedang dibicarakan teman atau gurumu.
Pilih kata tanya yang pas: Jika ingin tahu orangnya, gunakan Siapa . Jika ingin mengetahui kenyamanan, gunakan Mengapa .
Gunakan bahasa yang sopan.
Simak pembicaraan: Dengarkan apa yang sedang dibicarakan teman atau gurumu.
Pilih kata tanya yang pas: Jika ingin tahu orangnya, gunakan Siapa . Jika ingin mengetahui kenyamanan, gunakan Mengapa .
Gunakan bahasa yang sopan.
Cara Memberikan Jawaban yang Logis
Jawaban yang logis adalah jawaban yang masuk akal dan sesuai dengan apa yang ditanyakan.
Jika ditanya " Mengapa ", berikan alasan yang jelas.
Contoh: "Mengapa tanaman ini layu?" -> "Karena tidak disiram selama tiga hari." (Logis)
Jika ditanya " Siapa ", sebutkan nama orang atau kelompoknya.
Contoh: "Siapa yang membawa bola?" -> "Andi yang membawa." (Logis)
Jika ditanya " Mengapa ", berikan alasan yang jelas.
Contoh: "Mengapa tanaman ini layu?" -> "Karena tidak disiram selama tiga hari." (Logis)
Jika ditanya " Siapa ", sebutkan nama orang atau kelompoknya.
Contoh: "Siapa yang membawa bola?" -> "Andi yang membawa." (Logis)
Pendidikan Pancasila
Capaian Pembelajaran:Peserta didik membedakan dan menghargai identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menunjukkan sikap menghargai terhadap perbedaan budaya, agama, dan kepercayaan di lingkungan rumah dan sekolah.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengidentifikasikan jenis-jenis keberagaman suku bangsa bahasa daerah yang ada di lingkungan rumah dan sekolah.
Materi:
Indonesia adalah negara kepulauan . Karena terpisah oleh laut, setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Inilah yang kita sebut sebagai kekayaan bangsa.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menunjukkan sikap menghargai terhadap perbedaan budaya, agama, dan kepercayaan di lingkungan rumah dan sekolah.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengidentifikasikan jenis-jenis keberagaman suku bangsa bahasa daerah yang ada di lingkungan rumah dan sekolah.
Materi:
Indonesia adalah negara kepulauan . Karena terpisah oleh laut, setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Inilah yang kita sebut sebagai kekayaan bangsa.
1. Apa itu Suku Bangsa?
Suku bangsa adalah kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan asal-usul, adat istiadat, dan budaya. Di Indonesia, ada lebih dari 1.300 suku bangsa!
Contoh Suku Bangsa di Indonesia:
Pulau Sumatra: Suku Batak, Minangkabau, Aceh, Melayu.
Pulau Jawa: Suku Jawa, Sunda, Betawi, Madura.
Pulau Bali & Nusa Tenggara: Suku Bali, Sasak, Bima.
Pulau Kalimantan: Suku Dayak, Banjar, Kutai.
Pulau Sulawesi: Suku Bugis, Makassar, Toraja, Minahasa.
Pulau Papua: Suku Asmat, Dani, Arfak.
Pulau Sumatra: Suku Batak, Minangkabau, Aceh, Melayu.
Pulau Jawa: Suku Jawa, Sunda, Betawi, Madura.
Pulau Bali & Nusa Tenggara: Suku Bali, Sasak, Bima.
Pulau Kalimantan: Suku Dayak, Banjar, Kutai.
Pulau Sulawesi: Suku Bugis, Makassar, Toraja, Minahasa.
Pulau Papua: Suku Asmat, Dani, Arfak.
2. Keberagaman Bahasa Daerah
Setiap suku biasanya memiliki bahasa sendiri untuk berkomunikasi. Meski kita punya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa daerah tetap harus kita lestarikan.
Suku Bangsa Contoh Kata (Apa Kabar / Terima Kasih) Minggu Damang? / Hatur Nuhun Jawa Pripun kabare? / Matur Nuwun Batak Aha kabar? / Mauliate Papua Narobil? / Amanai
🏠 Keberagaman di Lingkungan Rumah & Sekolah
Kita tidak perlu pergi jauh untuk melihat perbedaan. Coba perhatikan teman atau tetanggamu:
Di Rumah: Mungkin Ayah berasal dari suku Jawa dan Ibu dari suku Minang. Di meja makan, mungkin ada rendang sekaligus gudeg. Itulah keberagaman!
Di Sekolah: Teman sebangkumu mungkin berbicara dengan logat yang berbeda atau merayakan hari raya yang berbeda (seperti Idul Fitri, Natal, Nyepi, atau Waisak).
Di Rumah: Mungkin Ayah berasal dari suku Jawa dan Ibu dari suku Minang. Di meja makan, mungkin ada rendang sekaligus gudeg. Itulah keberagaman!
Di Sekolah: Teman sebangkumu mungkin berbicara dengan logat yang berbeda atau merayakan hari raya yang berbeda (seperti Idul Fitri, Natal, Nyepi, atau Waisak).
🤝 Sikap Menghargai Perbedaan (Toleransi)
Tujuan utama kita belajar tentang suku bangsa bukan untuk membeda-bedakan, tapi untuk menghargai . Sesuai dengan semboyan kita: Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu jua).
Cara menunjukkan sikap menghargai:
Berteman dengan siapa saja: Tidak memilih teman hanya karena suku atau agamanya sama.
Menghormati ibadah orang lain: Tidak berisik saat teman atau tetangga sedang beribadah.
Mau belajar: Tertarik mencoba makanan daerah lain atau mempelajari tarian tradisional teman.
Tidak mengejek: Tidak ada niat untuk logat pembicaraan atau warna kulit orang lain.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tapi alasan untuk saling melengkapi.”
Berteman dengan siapa saja: Tidak memilih teman hanya karena suku atau agamanya sama.
Menghormati ibadah orang lain: Tidak berisik saat teman atau tetangga sedang beribadah.
Mau belajar: Tertarik mencoba makanan daerah lain atau mempelajari tarian tradisional teman.
Tidak mengejek: Tidak ada niat untuk logat pembicaraan atau warna kulit orang lain.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tapi alasan untuk saling melengkapi.”
📝 Aktivitas Detektif Budaya
Coba tanyakan kepada 3 teman sekelasmu:
Dari suku mana orang tua mereka berasal?
Apa satu kata bahasa daerah yang mereka ketahui?
Dari suku mana orang tua mereka berasal?
Apa satu kata bahasa daerah yang mereka ketahui?
Matematika
Capaian Pembelajaran:peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, dan diagram batang (skala satu satuan).
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengurutkan, membandikan, menyakikan, menganalisis, dan interprestasikan data
Alur Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengumpulkan dan mengurutkan serta membandingkan data sederhana dari lingkungan sekitar secara aktif
- peserta didik mampu menyajikan data yang telah di kumpulkan kedalam bentuk tabel diagram gambar dan diagram batang skala satu satuan.
- peserta didik dapat menganalisis dan menginterprestasikan informasi yang terdapat pada tabel.
Materi:
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengurutkan, membandikan, menyakikan, menganalisis, dan interprestasikan data
Alur Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengumpulkan dan mengurutkan serta membandingkan data sederhana dari lingkungan sekitar secara aktif
- peserta didik mampu menyajikan data yang telah di kumpulkan kedalam bentuk tabel diagram gambar dan diagram batang skala satu satuan.
- peserta didik dapat menganalisis dan menginterprestasikan informasi yang terdapat pada tabel.
Materi:
Analisis data adalah proses mengumpulkan informasi (data) untuk menarik kesimpulan yang berguna. Bayangkan kamu adalah seorang detektif yang sedang mencari tahu rasa es krim favorit teman-teman sekelasmu!
1. Mengumpulkan dan Mengurutkan Data
Langkah pertama adalah mencari informasi. Data bisa diperoleh melalui wawancara, kuesioner, atau pengamatan langsung.
Mengumpulkan: “Apa warna kesukaanmu?” (Merah, Biru, Merah, Kuning, Biru).
Mengurutkan: Susun data dari yang terkecil ke terbesar atau enkripsi agar mudah dibaca.
Membandingkan: “Wah, ternyata yang lebih suka warna Biru daripada warna Kuning!”
Mengumpulkan: “Apa warna kesukaanmu?” (Merah, Biru, Merah, Kuning, Biru).
Mengurutkan: Susun data dari yang terkecil ke terbesar atau enkripsi agar mudah dibaca.
Membandingkan: “Wah, ternyata yang lebih suka warna Biru daripada warna Kuning!”
2. Menyajikan Data
Agar orang lain mudah memahami temuanmu, data perlu disajikan dalam bentuk visual.
A. Tabel
Tabel menggunakan kolom dan baris untuk merapikan data. | Warna Favorit | Turus (Penghitungan) | Jumlah | | :--- | :--- | :--- | | Merah | ||| | 3 | | Biru | |||| | 5 | | Kuning | || | 2 |
B. Diagram Gambar (Piktogram)
Menggunakan gambar untuk mewakili jumlah tertentu.
Merah: 🍎🍎🍎
Biru: 🔵🔵🔵🔵🔵
Kuning: ⭐⭐
(Keterangan: 1 gambar = 1 orang)
Merah: 🍎🍎🍎
Biru: 🔵🔵🔵🔵🔵
Kuning: ⭐⭐ (Keterangan: 1 gambar = 1 orang)
C. Diagram Batang (Skala Satu Satuan)
Menggunakan batang tegak atau mendatar. Tinggi batang menunjukkan jumlah frekuensi data. Karena kita menggunakan skala satu satuan , maka setiap garis pada sumbu tegak mewakili angka 1, 2, 3, dan seterusnya.
3. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data
Setelah melihat diagram, inilah saatnya kita menjawab pertanyaan penting:
Menganalisis: Melihat fakta yang ada.
"Batang warna Biru adalah yang paling tinggi."
Menginterpretasikan: Menjelaskan makna dari fakta tersebut.
"Artinya, Biru adalah warna yang paling populer di kelas ini."
Contoh Pertanyaan Interpretasi:
Berapa selisih antara penyuka warna Biru dan Kuning? (5 - 2 = 3).
Berapa jumlah siswa yang diwawancarai? (3 + 5 + 2 = 10).
Data mana yang paling sedikit peminatnya? (Kuning).
Kesimpulan:Pembelajaran pada hari ini mengajak siswa untuk berkomunikasi secara kritis melalui penggunaan kata tanya yang tepat dan logis (Bahasa Indonesia). Semangat komunikasi ini diterapkan untuk mengenal keberagaman suku dan budaya di Indonesia, serta menumbuhkan sikap toleransi terhadap perbedaan di lingkungan sekitar (Pendidikan Pancasila). Terakhir, siswa belajar mengelola informasi tersebut dengan cara mengumpulkan, menyajikan, dan menganalisis data dalam bentuk tabel atau diagram agar lebih mudah dipahami (Matematika).
Menganalisis: Melihat fakta yang ada.
"Batang warna Biru adalah yang paling tinggi."
Menginterpretasikan: Menjelaskan makna dari fakta tersebut.
"Artinya, Biru adalah warna yang paling populer di kelas ini."
Berapa selisih antara penyuka warna Biru dan Kuning? (5 - 2 = 3).
Berapa jumlah siswa yang diwawancarai? (3 + 5 + 2 = 10).
Data mana yang paling sedikit peminatnya? (Kuning).
Penutup
"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar