Kamis, 26 Februari 2026

Kamis, 26 Februari 2026

    

 

Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026

Fase/Kelas : B/ 3 A

Sekolah : SD Al Azhar 3 Bandar Lampung 

Pelajaran : MTK, Pendidikan Pancasila, SBDP

Metode : diskusi, presentasi 

Media : Video Pembelajaran, LKPD


Matematika
Capaian Pembelajaran:
peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, dan diagram batang (skala satu satuan).

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu mengurutkan, membandikan, menyakikan, menganalisis, dan interprestasikan data

Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Peserta didik mampu mengumpulkan dan mengurutkan serta membandingkan data sederhana dari lingkungan sekitar secara aktif
  2. peserta didik mampu menyajikan data yang telah di kumpulkan kedalam bentuk tabel diagram gambar dan diagram batang skala satu satuan.
  3. peserta didik dapat menganalisis dan menginterprestasikan informasi yang terdapat pada tabel.

Materi: 


Analisis data adalah proses mengumpulkan informasi (data) untuk menarik kesimpulan yang berguna. Bayangkan kamu adalah seorang detektif yang sedang mencari tahu rasa es krim favorit teman-teman sekelasmu!

1. Mengumpulkan dan Mengurutkan Data

Langkah pertama adalah mencari informasi. Data bisa diperoleh melalui wawancara, kuesioner, atau pengamatan langsung.

  • Mengumpulkan: “Apa warna kesukaanmu?” (Merah, Biru, Merah, Kuning, Biru).

  • Mengurutkan: Susun data dari yang terkecil ke terbesar atau enkripsi agar mudah dibaca.

  • Membandingkan: “Wah, ternyata yang lebih suka warna Biru daripada warna Kuning!”


2. Menyajikan Data

Agar orang lain mudah memahami temuanmu, data perlu disajikan dalam bentuk visual.

A. Tabel

Tabel menggunakan kolom dan baris untuk merapikan data. | Warna Favorit | Turus (Penghitungan) | Jumlah | | :--- | :--- | :--- | | Merah | ||| | 3 | | Biru | |||| | 5 | | Kuning | || | 2 |

B. Diagram Gambar (Piktogram)

Menggunakan gambar untuk mewakili jumlah tertentu.

  • Merah: 🍎🍎🍎

  • Biru: 🔵🔵🔵🔵🔵

  • Kuning: ⭐⭐ (Keterangan: 1 gambar = 1 orang)

C. Diagram Batang (Skala Satu Satuan)

Menggunakan batang tegak atau mendatar. Tinggi batang menunjukkan jumlah frekuensi data. Karena kita menggunakan skala satu satuan , maka setiap garis pada sumbu tegak mewakili angka 1, 2, 3, dan seterusnya.


3. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data

Setelah melihat diagram, inilah saatnya kita menjawab pertanyaan penting:

  • Menganalisis: Melihat fakta yang ada.

    "Batang warna Biru adalah yang paling tinggi."

  • Menginterpretasikan: Menjelaskan makna dari fakta tersebut.

    "Artinya, Biru adalah warna yang paling populer di kelas ini."

Contoh Pertanyaan Interpretasi:

  1. Berapa selisih antara penyuka warna Biru dan Kuning? (5 - 2 = 3).

  2. Berapa jumlah siswa yang diwawancarai? (3 + 5 + 2 = 10).

  3. Data mana yang paling sedikit peminatnya? (Kuning).


Pendidikan Pancasila
Capaian Pembelajaran:
Peserta didik membedakan dan menghargai identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menunjukkan sikap menghargai terhadap perbedaan budaya, agama, dan kepercayaan di lingkungan rumah dan sekolah.

Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Peserta didik mampu mengidentifikasikan jenis-jenis keberagaman suku bangsa bahasa daerah yang ada di lingkungan rumah dan sekolah.

Materi: 


Indonesia adalah negara kepulauan . Karena terpisah oleh laut, setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Inilah yang kita sebut sebagai kekayaan bangsa.

1. Apa itu Suku Bangsa?

Suku bangsa adalah kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan asal-usul, adat istiadat, dan budaya. Di Indonesia, ada lebih dari 1.300 suku bangsa!

Contoh Suku Bangsa di Indonesia:

  • Pulau Sumatra: Suku Batak, Minangkabau, Aceh, Melayu.

  • Pulau Jawa: Suku Jawa, Sunda, Betawi, Madura.

  • Pulau Bali & Nusa Tenggara: Suku Bali, Sasak, Bima.

  • Pulau Kalimantan: Suku Dayak, Banjar, Kutai.

  • Pulau Sulawesi: Suku Bugis, Makassar, Toraja, Minahasa.

  • Pulau Papua: Suku Asmat, Dani, Arfak.

2. Keberagaman Bahasa Daerah

Setiap suku biasanya memiliki bahasa sendiri untuk berkomunikasi. Meski kita punya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa daerah tetap harus kita lestarikan.

Suku BangsaContoh Kata (Apa Kabar / Terima Kasih)
MingguDamang? / Hatur Nuhun
JawaPripun kabare? / Matur Nuwun
BatakAha kabar? / Mauliate
PapuaNarobil? / Amanai

🏠 Keberagaman di Lingkungan Rumah & Sekolah

Kita tidak perlu pergi jauh untuk melihat perbedaan. Coba perhatikan teman atau tetanggamu:

  • Di Rumah: Mungkin Ayah berasal dari suku Jawa dan Ibu dari suku Minang. Di meja makan, mungkin ada rendang sekaligus gudeg. Itulah keberagaman!

  • Di Sekolah: Teman sebangkumu mungkin berbicara dengan logat yang berbeda atau merayakan hari raya yang berbeda (seperti Idul Fitri, Natal, Nyepi, atau Waisak).


🤝 Sikap Menghargai Perbedaan (Toleransi)

Tujuan utama kita belajar tentang suku bangsa bukan untuk membeda-bedakan, tapi untuk menghargai . Sesuai dengan semboyan kita: Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu jua).

Cara menunjukkan sikap menghargai:

  1. Berteman dengan siapa saja: Tidak memilih teman hanya karena suku atau agamanya sama.

  2. Menghormati ibadah orang lain: Tidak berisik saat teman atau tetangga sedang beribadah.

  3. Mau belajar: Tertarik mencoba makanan daerah lain atau mempelajari tarian tradisional teman.

  4. Tidak mengejek: Tidak ada niat untuk logat pembicaraan atau warna kulit orang lain.

“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tapi alasan untuk saling melengkapi.”


📝 Aktivitas Detektif Budaya

Coba tanyakan kepada 3 teman sekelasmu:

  1. Dari suku mana orang tua mereka berasal?

  2. Apa satu kata bahasa daerah yang mereka ketahui?


SBDP
Capaian Pembelajaran:
Peserta didik menerapkan pengalamannya sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu mengenali karakteristik khusus suatu alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar, kemudian secara mandiri menggunakan alat dan bahan tersebut.

Tujuan Pembelajaran :
menerapkan menggunakan alat dan bahan dari lingkungan sekitar untuk membuat karya 2D atau 3D. 

Alur Tujuan Pembelajaran:

4.2 peserta didik mampu merancang ide karya seni 2D atau 3D dengan teknik yang sesuai dengan karakter bahan yang ada.

4.3 peserta didik mampu membuat karya seni seperti kolase dari daun atau minatur dari bahan alam 


MATERI 






Dalam dunia seni rupa, karya seni dibedakan menjadi dua jenis utama berdasarkan bentuk dan dimensinya, yaitu karya dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D).

1. Karya Seni Dua Dimensi (2D)

Karya seni dua dimensi adalah karya seni yang hanya memiliki dua ukuran, yaitu panjang and lebar. Karya ini hanya bisa dilihat dari satu arah, yaitu dari depan.

  • Ciri-ciri:

    • Hanya memiliki panjang dan lebar.

    • Menempati bidang datar (seperti kertas atau kanvas).

    • Tidak memiliki ruang atau volume (tidak bisa dipegang isinya).

  • Contoh:

    • Gambar atau lukisan.

    • Foto.

    • Poster.

    • Batik atau kain tenun.


2. Karya Seni Tiga Dimensi (3D)

Karya seni tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki tiga ukuran, yaitu panjanglebar, dan tinggi (volume). Karya ini memiliki rongga atau isi, sehingga bisa dilihat dari berbagai arah (depan, belakang, samping, dan atas).

  • Ciri-ciri:

    • Memiliki panjang, lebar, dan tinggi.

    • Memiliki volume atau isi.

    • Menempati ruang.

    • Bisa dilihat dari segala arah.

  • Contoh:

    • Patung.

    • Gerabah (vas bunga, kendi dari tanah liat).

    • Miniatur bangunan.

    • Meja dan kursi kayu yang diukir.


Tabel Perbedaan 2D dan 3D

PembedaKarya 2 Dimensi (2D)Karya 3 Dimensi (3D)
UkuranPanjang dan LebarPanjang, Lebar, dan Tinggi
Sudut PandangHanya satu arah (depan)Dari segala arah
Volume/IsiTidak punyaPunya (berisi)
Contoh MediaKertas, KanvasTanah liat, Kayu, Batu

Unsur-Unsur Utama dalam Karya Seni

Untuk membuat karya 2D maupun 3D yang indah, kita perlu memperhatikan unsur-unsur berikut:

  1. Titik: Unsur paling dasar.

  2. Garis: Gabungan dari titik-titik (lurus, lengkung, zig-zag).

  3. Bidang: Pertemuan ujung garis (lingkaran, segitiga, persegi).

  4. Warna: Memberikan kesan hidup pada karya.

  5. Tekstur: Sifat permukaan benda (halus atau kasar).

Kesimpulan
Kesimpulan pembelajaran hari ini, peserta didik belajar pada mata pelajaran Matematika tentang cara mengumpulkan, menyajikan, dan menganalisis data sederhana hingga dapat menarik kesimpulan dengan benar. Pada pembelajaran Pendidikan Pancasila, peserta didik memahami pentingnya menghargai keberagaman suku, bahasa, dan agama dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pada pembelajaran SBDP, peserta didik mengenal perbedaan karya seni dua dimensi dan tiga dimensi serta berlatih membuat karya menggunakan bahan dari lingkungan sekitar.

     Penutup

"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar