Hari/Tanggal : Selasa, 31 Maret 2026
Fase/Kelas : B/ 3 A
Sekolah : SD Al Azhar 3 Bandar Lampung
Pelajaran : B.indonesia, Pendidikan Pancasila, Matematika
Metode : diskusi, presentasi
Media : Video Pembelajaran, LKPD
Bahasa Indonesia
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menyampaikan pendapat atau saran kepada tokoh cerita dengan bahasa yang santun.
Materi:
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menyampaikan pendapat atau saran kepada tokoh cerita dengan bahasa yang santun.
Materi:
Materi: Memberi Saran dan Pendapat untuk Tokoh Cerita
1. Apa itu Pendapat dan Saran?
Sebelum bicara, kita harus tahu bedanya dulu, nih:
Pendapat: Apa yang kita pikirkan tentang sifat atau tindakan seorang tokoh.
Contoh: "Menurutku, Kancil sangat cerdik."
Saran: Masukan atau nasihat agar tokoh tersebut menjadi lebih baik.
Contoh: "Sebaiknya Kancil tidak membohongi Pak Tani lagi."
Pendapat: Apa yang kita pikirkan tentang sifat atau tindakan seorang tokoh.
Contoh: "Menurutku, Kancil sangat cerdik."
Saran: Masukan atau nasihat agar tokoh tersebut menjadi lebih baik.
Contoh: "Sebaiknya Kancil tidak membohongi Pak Tani lagi."
2. Resep "Bahasa Santun" (3K)
Agar tokoh cerita (atau teman kita) tidak sedih saat mendengar masukan, gunakan rumus 3K:
Kata Ajaib: Mulailah dengan kata "Menurutku..." atau "Akan lebih baik jika...".
Kata Maaf: Gunakan kata "Maaf" jika ingin mengkritik hal yang kurang baik.
Karena: Berikan alasan yang logis (masuk akal).
Kata Ajaib: Mulailah dengan kata "Menurutku..." atau "Akan lebih baik jika...".
Kata Maaf: Gunakan kata "Maaf" jika ingin mengkritik hal yang kurang baik.
Karena: Berikan alasan yang logis (masuk akal).
3. Cara Menyampaikan Saran yang Baik
Gunakan kalimat pemantik berikut ini supaya bahasamu terdengar sopan:
Situasi Kalimat yang Disarankan Ingin memberi nasihat "Menurut pendapatku, sebaiknya [Nama Tokoh]..." Ingin mencegah sesuatu "Ada baiknya jika [Nama Tokoh] tidak..." Memberi ide baru "Mungkin akan lebih bagus kalau [Nama Tokoh]..."
Ingat: Jangan gunakan kata-kata kasar atau nada membentak, karena tujuan kita adalah membantu, bukan memarahi.
Ingat: Jangan gunakan kata-kata kasar atau nada membentak, karena tujuan kita adalah membantu, bukan memarahi.
4. Mari Berlatih! (Contoh Kasus)
Cerita Singkat:
Budi adalah anak yang malas merapikan mainan. Setelah bermain, ia langsung pergi tidur sehingga adiknya sering tersandung mainan Budi.
Contoh Pendapat & Saran yang Santun:
Pendapat: "Menurutku, sikap Budi kurang bertanggung jawab karena membiarkan mainannya berantakan."
Saran: "Sebaiknya Budi segera merapikan mainannya setelah selesai bermain agar tidak membahayakan orang lain."
latihan: - Tokoh: Rano memetik bunga di taman sekolah padahal ada larangan. Soal: Tuliskan satu saran yang santun untuk Rano!
Tokoh: Lani berbicara dengan mulut penuh makanan saat makan bersama.
Soal: Apa pendapatmu mengenai sikap Lani tersebut?
Tokoh: Kera mencuri pisang milik kura-kura yang sudah lelah menanamnya.
Soal: Tuliskan saran agar Kera menjadi teman yang lebih baik!
Refleksi:
Pendapat: "Menurutku, sikap Budi kurang bertanggung jawab karena membiarkan mainannya berantakan."
Saran: "Sebaiknya Budi segera merapikan mainannya setelah selesai bermain agar tidak membahayakan orang lain."
- Tokoh: Rano memetik bunga di taman sekolah padahal ada larangan. Soal: Tuliskan satu saran yang santun untuk Rano!
Tokoh: Lani berbicara dengan mulut penuh makanan saat makan bersama. Soal: Apa pendapatmu mengenai sikap Lani tersebut?
Tokoh: Kera mencuri pisang milik kura-kura yang sudah lelah menanamnya. Soal: Tuliskan saran agar Kera menjadi teman yang lebih baik!
Pendidikan Pancasila
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menunjukkan sikap menghargai terhadap perbedaan budaya, agama, dan kepercayaan di lingkungan rumah dan sekolah.
Materi:
Indonesia adalah negara kepulauan . Karena terpisah oleh laut, setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Inilah yang kita sebut sebagai kekayaan bangsa.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menunjukkan sikap menghargai terhadap perbedaan budaya, agama, dan kepercayaan di lingkungan rumah dan sekolah.
Materi:
Indonesia adalah negara kepulauan . Karena terpisah oleh laut, setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Inilah yang kita sebut sebagai kekayaan bangsa.
1. Apa itu Suku Bangsa?
Suku bangsa adalah kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan asal-usul, adat istiadat, dan budaya. Di Indonesia, ada lebih dari 1.300 suku bangsa!
Contoh Suku Bangsa di Indonesia:
Pulau Sumatra: Suku Batak, Minangkabau, Aceh, Melayu.
Pulau Jawa: Suku Jawa, Sunda, Betawi, Madura.
Pulau Bali & Nusa Tenggara: Suku Bali, Sasak, Bima.
Pulau Kalimantan: Suku Dayak, Banjar, Kutai.
Pulau Sulawesi: Suku Bugis, Makassar, Toraja, Minahasa.
Pulau Papua: Suku Asmat, Dani, Arfak.
Pulau Sumatra: Suku Batak, Minangkabau, Aceh, Melayu.
Pulau Jawa: Suku Jawa, Sunda, Betawi, Madura.
Pulau Bali & Nusa Tenggara: Suku Bali, Sasak, Bima.
Pulau Kalimantan: Suku Dayak, Banjar, Kutai.
Pulau Sulawesi: Suku Bugis, Makassar, Toraja, Minahasa.
Pulau Papua: Suku Asmat, Dani, Arfak.
2. Keberagaman Bahasa Daerah
Setiap suku biasanya memiliki bahasa sendiri untuk berkomunikasi. Meski kita punya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa daerah tetap harus kita lestarikan.
Suku Bangsa Contoh Kata (Apa Kabar / Terima Kasih) Minggu Damang? / Hatur Nuhun Jawa Pripun kabare? / Matur Nuwun Batak Aha kabar? / Mauliate Papua Narobil? / Amanai
Keberagaman di Lingkungan Rumah & Sekolah
Kita tidak perlu pergi jauh untuk melihat perbedaan. Coba perhatikan teman atau tetanggamu:
Di Rumah: Mungkin Ayah berasal dari suku Jawa dan Ibu dari suku Minang. Di meja makan, mungkin ada rendang sekaligus gudeg. Itulah keberagaman!
Di Sekolah: Teman sebangkumu mungkin berbicara dengan logat yang berbeda atau merayakan hari raya yang berbeda (seperti Idul Fitri, Natal, Nyepi, atau Waisak).
Di Rumah: Mungkin Ayah berasal dari suku Jawa dan Ibu dari suku Minang. Di meja makan, mungkin ada rendang sekaligus gudeg. Itulah keberagaman!
Di Sekolah: Teman sebangkumu mungkin berbicara dengan logat yang berbeda atau merayakan hari raya yang berbeda (seperti Idul Fitri, Natal, Nyepi, atau Waisak).
Sikap Menghargai Perbedaan (Toleransi)
Tujuan utama kita belajar tentang suku bangsa bukan untuk membeda-bedakan, tapi untuk menghargai . Sesuai dengan semboyan kita: Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu jua).
Cara menunjukkan sikap menghargai:
Berteman dengan siapa saja: Tidak memilih teman hanya karena suku atau agamanya sama.
Menghormati ibadah orang lain: Tidak berisik saat teman atau tetangga sedang beribadah.
Mau belajar: Tertarik mencoba makanan daerah lain atau mempelajari tarian tradisional teman.
Tidak mengejek: Tidak ada niat untuk logat pembicaraan atau warna kulit orang lain.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tapi alasan untuk saling melengkapi.”
Berteman dengan siapa saja: Tidak memilih teman hanya karena suku atau agamanya sama.
Menghormati ibadah orang lain: Tidak berisik saat teman atau tetangga sedang beribadah.
Mau belajar: Tertarik mencoba makanan daerah lain atau mempelajari tarian tradisional teman.
Tidak mengejek: Tidak ada niat untuk logat pembicaraan atau warna kulit orang lain.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tapi alasan untuk saling melengkapi.”
Coba tanyakan kepada 3 teman sekelasmu:
Dari suku mana orang tua mereka berasal?
Apa satu kata bahasa daerah yang mereka ketahui?
Refleksi:
MATEMATIKA
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar
Materi :
Mengenal Bangun Datar
1. Apa itu Bangun Datar?
Bangun datar adalah sebutan untuk bangun-bangun dua dimensi. Bangun datar adalah sebuah bidang datar yang dibatasi oleh garis lurus atau garis lengkung. Karena hanya dua dimensi, bangun datar hanya memiliki panjang dan lebar, tapi tidak memiliki tinggi atau tebal.
2. Jenis-Jenis Bangun Datar dan Cirinya
Mari kita pelajari beberapa bangun datar yang paling sering kita temui:
A. Persegi
Persegi adalah bangun datar yang memiliki 4 sisi yang sama panjang.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 4 sisi (garis) yang panjangnya persis sama.
- Memiliki 4 titik sudut (pojok).
- Contoh benda: Ubin/lantai keramik, kertas lipat (origami), dan sisi dadu.
B. Persegi Panjang
Persegi panjang mirip dengan persegi, tapi dua sisi yang berhadapan lebih panjang dari dua sisi lainnya.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 4 sisi.
- Sisi yang berhadapan sama panjang.
- Memiliki 4 titik sudut.
- Contoh benda: Buku tulis, papan tulis, pintu, dan uang kertas.
C. Segitiga
Segitiga adalah bangun datar yang dibentuk oleh 3 buah garis.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 3 sisi.
- Memiliki 3 titik sudut.
- Jenis segitiga: Ada segitiga sama sisi (semua sisi sama panjang), segitiga sama kaki (2 sisi sama panjang), dan segitiga siku-siku.
- Contoh benda: Penggaris segitiga, potongan pizza, dan atap rumah.
D. Lingkaran
Lingkaran adalah bangun datar yang terbentuk dari satu garis lengkung yang saling bertemu.
- Ciri-ciri:
- Hanya memiliki 1 sisi lengkung.
- Tidak memiliki titik sudut.
- Contoh benda: Jam dinding, koin, roda sepeda, dan piring.
3. Komponen Bangun Datar
Untuk memahami bangun datar, kita perlu tahu dua istilah ini:
- Sisi: Garis-garis yang membentuk pinggiran bangun datar.
- Sudut: Titik pertemuan antara dua garis (ujung atau pojok).
4. Tabel Ringkasan
Nama Bangun
Jumlah Sisi
Jumlah Sudut
Persegi
4
4
Persegi Panjang
4
4
Segitiga
3
3
Lingkaran
1 (lengkung)
0
Latihan Soal :
- Apa bentuk permukaan buku paketmu?
- Apa bentuk dari uang koin lima ratus rupiah?
- Sebutkan benda di sekolahmu yang berbentuk lingkaran!
Refleksi:
Penutup
"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dari suku mana orang tua mereka berasal?
Apa satu kata bahasa daerah yang mereka ketahui?
MATEMATIKA
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar
Materi :
Mengenal Bangun Datar
1. Apa itu Bangun Datar?
Bangun datar adalah sebutan untuk bangun-bangun dua dimensi. Bangun datar adalah sebuah bidang datar yang dibatasi oleh garis lurus atau garis lengkung. Karena hanya dua dimensi, bangun datar hanya memiliki panjang dan lebar, tapi tidak memiliki tinggi atau tebal.
2. Jenis-Jenis Bangun Datar dan Cirinya
Mari kita pelajari beberapa bangun datar yang paling sering kita temui:
A. Persegi
Persegi adalah bangun datar yang memiliki 4 sisi yang sama panjang.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 4 sisi (garis) yang panjangnya persis sama.
- Memiliki 4 titik sudut (pojok).
- Contoh benda: Ubin/lantai keramik, kertas lipat (origami), dan sisi dadu.
B. Persegi Panjang
Persegi panjang mirip dengan persegi, tapi dua sisi yang berhadapan lebih panjang dari dua sisi lainnya.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 4 sisi.
- Sisi yang berhadapan sama panjang.
- Memiliki 4 titik sudut.
- Contoh benda: Buku tulis, papan tulis, pintu, dan uang kertas.
C. Segitiga
Segitiga adalah bangun datar yang dibentuk oleh 3 buah garis.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 3 sisi.
- Memiliki 3 titik sudut.
- Jenis segitiga: Ada segitiga sama sisi (semua sisi sama panjang), segitiga sama kaki (2 sisi sama panjang), dan segitiga siku-siku.
- Contoh benda: Penggaris segitiga, potongan pizza, dan atap rumah.
D. Lingkaran
Lingkaran adalah bangun datar yang terbentuk dari satu garis lengkung yang saling bertemu.
- Ciri-ciri:
- Hanya memiliki 1 sisi lengkung.
- Tidak memiliki titik sudut.
- Contoh benda: Jam dinding, koin, roda sepeda, dan piring.
3. Komponen Bangun Datar
Untuk memahami bangun datar, kita perlu tahu dua istilah ini:
- Sisi: Garis-garis yang membentuk pinggiran bangun datar.
- Sudut: Titik pertemuan antara dua garis (ujung atau pojok).
4. Tabel Ringkasan
Nama Bangun | Jumlah Sisi | Jumlah Sudut |
Persegi | 4 | 4 |
Persegi Panjang | 4 | 4 |
Segitiga | 3 | 3 |
Lingkaran | 1 (lengkung) | 0 |
Latihan Soal :
- Apa bentuk permukaan buku paketmu?
- Apa bentuk dari uang koin lima ratus rupiah?
- Sebutkan benda di sekolahmu yang berbentuk lingkaran!
Penutup
"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar