Hari/Tanggal : Rabu, 4 Maret 2026
Fase/Kelas : B/ 3 A
Sekolah : SD Al Azhar 3 Bandar Lampung
Pelajaran : B.indonesia, Matematika, IPAS, SBDP
Metode : diskusi, presentasi
Media : Video Pembelajaran, LKPD
Bahasa Indonesia
Capaian Pembelajaran:Peserta didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf yang telah dikenali dengan fasih. Peserta didik mampu memaknai kosakata baru dan/atau kosakata Bahasa Indonesia serapan dari bahasa daerah dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informatif dan teks narasi.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat mengidentifikasikan jenis-jenis kata tanya (Apa, Siapa, Mengapa) dalam bacaan.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengidentifikasikan cara mengajukan pertanyaan yang relevan menggunakan kata tanya dalam sebuah percakapan.
- Peserta didik mampu memberikan jawaban dan menjelaskan yang logis atas pertanyaan yang di ajukan oleh teman atau guru
- Peserta didik mampu menanggapi pernyataan orang lain dengan kalimat yang santun, baik dalam bentuk persetujuan maupun perbedaan pendapat
Materi:
Kata tanya adalah kata yang digunakan dalam kalimat tanya untuk meminta keterangan atau informasi. Kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda tanya ( ? ).
Berikut adalah tiga jenis kata tanya yang akan kita pelajari:
1. Apa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan benda, keadaan, atau perbuatan.
Contoh: * " Apa yang sedang kamu baca?" (Menanyakan benda/kegiatan)
“ Apa warna kesukaanmu?” (Menanyakan informasi benda)
2. Siapa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan orang atau pelaku.
Contoh:
“ Siapa nama gurumu?” (Menanyakan orang)
" Siapa yang piket hari ini?" (Menanyakan pelaku)
3. Mengapa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan alasan atau sebab terjadinya sesuatu. Jawaban untuk kata tanya ini biasanya diawali dengan kata "Karena" atau "Sebab".
Contoh:
“ Mengapa kamu terlambat?” (Menanyakan alasan)
“ Mengapa kita harus mencuci tangan?” (Menanyakan sebab)
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat mengidentifikasikan jenis-jenis kata tanya (Apa, Siapa, Mengapa) dalam bacaan.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengidentifikasikan cara mengajukan pertanyaan yang relevan menggunakan kata tanya dalam sebuah percakapan.
- Peserta didik mampu memberikan jawaban dan menjelaskan yang logis atas pertanyaan yang di ajukan oleh teman atau guru
- Peserta didik mampu menanggapi pernyataan orang lain dengan kalimat yang santun, baik dalam bentuk persetujuan maupun perbedaan pendapat
Materi:
Kata tanya adalah kata yang digunakan dalam kalimat tanya untuk meminta keterangan atau informasi. Kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda tanya ( ? ).
Berikut adalah tiga jenis kata tanya yang akan kita pelajari:
1. Apa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan benda, keadaan, atau perbuatan.
Contoh: * " Apa yang sedang kamu baca?" (Menanyakan benda/kegiatan)
“ Apa warna kesukaanmu?” (Menanyakan informasi benda)
2. Siapa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan orang atau pelaku.
Contoh:
“ Siapa nama gurumu?” (Menanyakan orang)
" Siapa yang piket hari ini?" (Menanyakan pelaku)
3. Mengapa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan alasan atau sebab terjadinya sesuatu. Jawaban untuk kata tanya ini biasanya diawali dengan kata "Karena" atau "Sebab".
Contoh:
“ Mengapa kamu terlambat?” (Menanyakan alasan)
“ Mengapa kita harus mencuci tangan?” (Menanyakan sebab)
Cara Mengajukan Pertanyaan yang Relevan
Agar pertanyaanmu nyambung (relevan) dalam percakapan, perhatikan hal berikut:
Simak pembicaraan: Dengarkan apa yang sedang dibicarakan teman atau gurumu.
Pilih kata tanya yang pas: Jika ingin tahu orangnya, gunakan Siapa . Jika ingin mengetahui kenyamanan, gunakan Mengapa .
Gunakan bahasa yang sopan.
Simak pembicaraan: Dengarkan apa yang sedang dibicarakan teman atau gurumu.
Pilih kata tanya yang pas: Jika ingin tahu orangnya, gunakan Siapa . Jika ingin mengetahui kenyamanan, gunakan Mengapa .
Gunakan bahasa yang sopan.
Cara Memberikan Jawaban yang Logis
Jawaban yang logis adalah jawaban yang masuk akal dan sesuai dengan apa yang ditanyakan.
Jika ditanya " Mengapa ", berikan alasan yang jelas.
Contoh: "Mengapa tanaman ini layu?" -> "Karena tidak disiram selama tiga hari." (Logis)
Jika ditanya " Siapa ", sebutkan nama orang atau kelompoknya.
Contoh: "Siapa yang membawa bola?" -> "Andi yang membawa." (Logis)
MTK
Capaian Pembelajaran :
Peserta Didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segi empat, segitiga, dll) mereka dapat menyusun dan berbagai bangun datar dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan.
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar
Alur Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik mampu menyusun berbagai bangun datar (segitiga dan segiempat) menjadi bentuk bangun datar baru.
- Peserta didik mempu mengurai sebuah bangun datar menjadi bangun datar sederhana dengan berbagai cara.
-Peserta didik mendemonstrasikan menyusun bangun datar dengan lebih satu cara melalui kegiatan pemecahan masalah.
Materi :
Mengenal Bangun Datar
1. Apa itu Bangun Datar?
Bangun datar adalah sebutan untuk bangun-bangun dua dimensi. Bangun datar adalah sebuah bidang datar yang dibatasi oleh garis lurus atau garis lengkung. Karena hanya dua dimensi, bangun datar hanya memiliki panjang dan lebar, tapi tidak memiliki tinggi atau tebal.
2. Jenis-Jenis Bangun Datar dan Cirinya
Mari kita pelajari beberapa bangun datar yang paling sering kita temui:
A. Persegi
Persegi adalah bangun datar yang memiliki 4 sisi yang sama panjang.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 4 sisi (garis) yang panjangnya persis sama.
- Memiliki 4 titik sudut (pojok).
- Contoh benda: Ubin/lantai keramik, kertas lipat (origami), dan sisi dadu.
B. Persegi Panjang
Persegi panjang mirip dengan persegi, tapi dua sisi yang berhadapan lebih panjang dari dua sisi lainnya.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 4 sisi.
- Sisi yang berhadapan sama panjang.
- Memiliki 4 titik sudut.
- Contoh benda: Buku tulis, papan tulis, pintu, dan uang kertas.
C. Segitiga
Segitiga adalah bangun datar yang dibentuk oleh 3 buah garis.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 3 sisi.
- Memiliki 3 titik sudut.
- Jenis segitiga: Ada segitiga sama sisi (semua sisi sama panjang), segitiga sama kaki (2 sisi sama panjang), dan segitiga siku-siku.
- Contoh benda: Penggaris segitiga, potongan pizza, dan atap rumah.
D. Lingkaran
Lingkaran adalah bangun datar yang terbentuk dari satu garis lengkung yang saling bertemu.
- Ciri-ciri:
- Hanya memiliki 1 sisi lengkung.
- Tidak memiliki titik sudut.
- Contoh benda: Jam dinding, koin, roda sepeda, dan piring.
3. Komponen Bangun Datar
Untuk memahami bangun datar, kita perlu tahu dua istilah ini:
- Sisi: Garis-garis yang membentuk pinggiran bangun datar.
- Sudut: Titik pertemuan antara dua garis (ujung atau pojok).
4. Tabel Ringkasan
Nama Bangun
Jumlah Sisi
Jumlah Sudut
Persegi
4
4
Persegi Panjang
4
4
Segitiga
3
3
Lingkaran
1 (lengkung)
0
Latihan Soal :
- Apa bentuk permukaan buku paketmu?
- Apa bentuk dari uang koin lima ratus rupiah?
- Sebutkan benda di sekolahmu yang berbentuk lingkaran!
Jika ditanya " Mengapa ", berikan alasan yang jelas.
Contoh: "Mengapa tanaman ini layu?" -> "Karena tidak disiram selama tiga hari." (Logis)
Jika ditanya " Siapa ", sebutkan nama orang atau kelompoknya.
Contoh: "Siapa yang membawa bola?" -> "Andi yang membawa." (Logis)
MTK
Capaian Pembelajaran :
Peserta Didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segi empat, segitiga, dll) mereka dapat menyusun dan berbagai bangun datar dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan.
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar
Alur Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik mampu menyusun berbagai bangun datar (segitiga dan segiempat) menjadi bentuk bangun datar baru.
- Peserta didik mempu mengurai sebuah bangun datar menjadi bangun datar sederhana dengan berbagai cara.
-Peserta didik mendemonstrasikan menyusun bangun datar dengan lebih satu cara melalui kegiatan pemecahan masalah.
Materi :
Mengenal Bangun Datar
1. Apa itu Bangun Datar?
Bangun datar adalah sebutan untuk bangun-bangun dua dimensi. Bangun datar adalah sebuah bidang datar yang dibatasi oleh garis lurus atau garis lengkung. Karena hanya dua dimensi, bangun datar hanya memiliki panjang dan lebar, tapi tidak memiliki tinggi atau tebal.
2. Jenis-Jenis Bangun Datar dan Cirinya
Mari kita pelajari beberapa bangun datar yang paling sering kita temui:
A. Persegi
Persegi adalah bangun datar yang memiliki 4 sisi yang sama panjang.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 4 sisi (garis) yang panjangnya persis sama.
- Memiliki 4 titik sudut (pojok).
- Contoh benda: Ubin/lantai keramik, kertas lipat (origami), dan sisi dadu.
B. Persegi Panjang
Persegi panjang mirip dengan persegi, tapi dua sisi yang berhadapan lebih panjang dari dua sisi lainnya.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 4 sisi.
- Sisi yang berhadapan sama panjang.
- Memiliki 4 titik sudut.
- Contoh benda: Buku tulis, papan tulis, pintu, dan uang kertas.
C. Segitiga
Segitiga adalah bangun datar yang dibentuk oleh 3 buah garis.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 3 sisi.
- Memiliki 3 titik sudut.
- Jenis segitiga: Ada segitiga sama sisi (semua sisi sama panjang), segitiga sama kaki (2 sisi sama panjang), dan segitiga siku-siku.
- Contoh benda: Penggaris segitiga, potongan pizza, dan atap rumah.
D. Lingkaran
Lingkaran adalah bangun datar yang terbentuk dari satu garis lengkung yang saling bertemu.
- Ciri-ciri:
- Hanya memiliki 1 sisi lengkung.
- Tidak memiliki titik sudut.
- Contoh benda: Jam dinding, koin, roda sepeda, dan piring.
3. Komponen Bangun Datar
Untuk memahami bangun datar, kita perlu tahu dua istilah ini:
- Sisi: Garis-garis yang membentuk pinggiran bangun datar.
- Sudut: Titik pertemuan antara dua garis (ujung atau pojok).
4. Tabel Ringkasan
Nama Bangun | Jumlah Sisi | Jumlah Sudut |
Persegi | 4 | 4 |
Persegi Panjang | 4 | 4 |
Segitiga | 3 | 3 |
Lingkaran | 1 (lengkung) | 0 |
Latihan Soal :
- Apa bentuk permukaan buku paketmu?
- Apa bentuk dari uang koin lima ratus rupiah?
- Sebutkan benda di sekolahmu yang berbentuk lingkaran!
IPASCapaian Pembelajaran:Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi; sumber dan bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya melalui peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat; keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya; serta perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan fungsinya.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu membedakan ciri ciri dataran tinggi, dataran rendah, dan daerah pesisir/pantai dan pengaruh bentang alam terhadap mata pencaharian masyarakat serta cara manusia beradptasi dengan kondisi alam.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis bentang alam (daratan dan perairan) yang ada di lingkungan sekitar melalui pengamatan gambar atau peta.
- Peserta didik mampu menginventarisir berbagai jenis profesi masyarakat yang umum ditemui di daerah tempat tinggalnya.
- Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara sumber daya alam yang tersedia di bentang alam tertentu dengan pekerjaan yang muncul di wilayah tersebut.
- Peserta didik mampu mempresentasikan hasil analisis mengenai bagaimana bentang alam memengaruhi profesi masyarakat
Materi:
Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi; sumber dan bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya melalui peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat; keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya; serta perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan fungsinya.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu membedakan ciri ciri dataran tinggi, dataran rendah, dan daerah pesisir/pantai dan pengaruh bentang alam terhadap mata pencaharian masyarakat serta cara manusia beradptasi dengan kondisi alam.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis bentang alam (daratan dan perairan) yang ada di lingkungan sekitar melalui pengamatan gambar atau peta.
- Peserta didik mampu menginventarisir berbagai jenis profesi masyarakat yang umum ditemui di daerah tempat tinggalnya.
- Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara sumber daya alam yang tersedia di bentang alam tertentu dengan pekerjaan yang muncul di wilayah tersebut.
- Peserta didik mampu mempresentasikan hasil analisis mengenai bagaimana bentang alam memengaruhi profesi masyarakat
Materi:
Mari Mengenal Alam Kita: Tempat Tinggal dan Pekerjaan
Pernahkah kalian melihat gunung yang tinggi atau pantai yang luas? Bumi kita punya bentuk yang berbeda-beda, lho! Bentuk permukaan bumi ini disebut Bentang Alam.
1. Mengenal Jenis-Jenis Bentang Alam
Mari kita bedakan tiga jenis tempat tinggal utama:
Dataran Tinggi: Daerah yang terletak di ketinggian (biasanya di atas 600 meter). Udanya sejuk dan dingin. Contohnya: Pegunungan atau puncak.
Dataran Rendah: Daerah yang landai dan datar. Udanya cenderung hangat atau panas. Biasanya jadi pusat kota dan pemukiman.
Daerah Pesisir/Pantai: Daerah yang berbatasan langsung dengan laut. Anginnya kencang dan udaranya terasa asin.
2. Apa Pekerjaan Orang-Orang di Sana?
Tahukah kamu? Alam tempat kita tinggal sangat memengaruhi apa yang dikerjakan orang dewasa untuk mencari uang (mata pencaharian). Manusia harus beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan apa yang disediakan alam.
| Bentang Alam | Ciri-Ciri | Sumber Daya Alam | Mata Pencaharian (Profesi) |
| Dataran Tinggi | Sejuk, tanah subur, berbukit | Teh, kopi, sayur-sayuran, pemandangan indah | Petani kebun, pemandu wisata, peternak sapi perah |
| Dataran Rendah | Rata/datar, banyak air | Padi, jagung, lahan luas untuk pabrik | Petani sawah, karyawan kantor, pedagang, buruh pabrik |
| Pesisir/Pantai | Dekat laut, banyak pasir | Ikan, garam, kerang, rumput laut | Nelayan, petani garam, pengrajin kerang, pemandu wisata pantai |
3. Mengapa Pekerjaan Mereka Berbeda?
Bayangkan jika seorang nelayan mencoba memancing ikan di puncak gunung yang tidak ada lautnya. Pasti sulit, bukan? Begitu juga dengan petani teh yang mencoba menanam teh di pinggir pantai yang panas.
Manusia memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di sekitar mereka:
Di Pantai, ada banyak ikan, maka orang menjadi Nelayan.
Di Dataran Tinggi, tanahnya cocok untuk sayur, maka orang menjadi Petani Sayur.
Di Dataran Rendah, jalannya rata dan mudah dibangun gedung, maka banyak orang bekerja di Kantor atau Pabrik.
4. Ayo Berdiskusi! (Tugas Presentasi)
Sekarang, coba perhatikan daerah di sekitar sekolah atau rumahmu:
Termasuk bentang alam apakah tempat tinggalmu?
Sebutkan 3 jenis pekerjaan yang paling sering kamu lihat di sekitarmu!
Jelaskan, mengapa pekerjaan itu banyak ada di daerahmu?
SBDP
Capaian Pembelajaran:Peserta didik menerapkan pengalamannya sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu mengenali karakteristik khusus suatu alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar, kemudian secara mandiri menggunakan alat dan bahan tersebut.
Tujuan Pembelajaran :menerapkan menggunakan alat dan bahan dari lingkungan sekitar untuk membuat karya 2D atau 3D. Alur Tujuan Pembelajaran:
4.2 peserta didik mampu merancang ide karya seni 2D atau 3D dengan teknik yang sesuai dengan karakter bahan yang ada.
4.3 peserta didik mampu membuat karya seni seperti kolase dari daun atau minatur dari bahan alam
MATERI
Dalam dunia seni rupa, karya seni dibedakan menjadi dua jenis utama berdasarkan bentuk dan dimensinya, yaitu karya dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D).
Alur Tujuan Pembelajaran:
4.2 peserta didik mampu merancang ide karya seni 2D atau 3D dengan teknik yang sesuai dengan karakter bahan yang ada.
4.3 peserta didik mampu membuat karya seni seperti kolase dari daun atau minatur dari bahan alam
MATERI
Dalam dunia seni rupa, karya seni dibedakan menjadi dua jenis utama berdasarkan bentuk dan dimensinya, yaitu karya dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D).
1. Karya Seni Dua Dimensi (2D)
Karya seni dua dimensi adalah karya seni yang hanya memiliki dua ukuran, yaitu panjang and lebar. Karya ini hanya bisa dilihat dari satu arah, yaitu dari depan.
Ciri-ciri:
Hanya memiliki panjang dan lebar.
Menempati bidang datar (seperti kertas atau kanvas).
Tidak memiliki ruang atau volume (tidak bisa dipegang isinya).
Contoh:
Gambar atau lukisan.
Foto.
Poster.
Batik atau kain tenun.
Ciri-ciri:
Hanya memiliki panjang dan lebar.
Menempati bidang datar (seperti kertas atau kanvas).
Tidak memiliki ruang atau volume (tidak bisa dipegang isinya).
Contoh:
Gambar atau lukisan.
Foto.
Poster.
Batik atau kain tenun.
2. Karya Seni Tiga Dimensi (3D)
Karya seni tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki tiga ukuran, yaitu panjang, lebar, dan tinggi (volume). Karya ini memiliki rongga atau isi, sehingga bisa dilihat dari berbagai arah (depan, belakang, samping, dan atas).
Ciri-ciri:
Memiliki panjang, lebar, dan tinggi.
Memiliki volume atau isi.
Menempati ruang.
Bisa dilihat dari segala arah.
Contoh:
Patung.
Gerabah (vas bunga, kendi dari tanah liat).
Miniatur bangunan.
Meja dan kursi kayu yang diukir.
Ciri-ciri:
Memiliki panjang, lebar, dan tinggi.
Memiliki volume atau isi.
Menempati ruang.
Bisa dilihat dari segala arah.
Contoh:
Patung.
Gerabah (vas bunga, kendi dari tanah liat).
Miniatur bangunan.
Meja dan kursi kayu yang diukir.
Tabel Perbedaan 2D dan 3D
Pembeda Karya 2 Dimensi (2D) Karya 3 Dimensi (3D) Ukuran Panjang dan Lebar Panjang, Lebar, dan Tinggi Sudut Pandang Hanya satu arah (depan) Dari segala arah Volume/Isi Tidak punya Punya (berisi) Contoh Media Kertas, Kanvas Tanah liat, Kayu, Batu
Unsur-Unsur Utama dalam Karya Seni
Untuk membuat karya 2D maupun 3D yang indah, kita perlu memperhatikan unsur-unsur berikut:
Titik: Unsur paling dasar.
Garis: Gabungan dari titik-titik (lurus, lengkung, zig-zag).
Bidang: Pertemuan ujung garis (lingkaran, segitiga, persegi).
Warna: Memberikan kesan hidup pada karya.
Tekstur: Sifat permukaan benda (halus atau kasar).
Untuk membuat karya 2D maupun 3D yang indah, kita perlu memperhatikan unsur-unsur berikut:
Titik: Unsur paling dasar.
Garis: Gabungan dari titik-titik (lurus, lengkung, zig-zag).
Bidang: Pertemuan ujung garis (lingkaran, segitiga, persegi).
Warna: Memberikan kesan hidup pada karya.
Tekstur: Sifat permukaan benda (halus atau kasar).
KesimpulanMateri pada hari ini, mencakup penguatan literasi melalui penggunaan kata tanya seperti Apa, Siapa, dan Mengapa untuk membangun komunikasi yang logis dan santun dalam kehidupan sehari-hari. Dalam aspek logika ruang, dipelajari karakteristik berbagai bangun datar seperti persegi, segitiga, dan lingkaran beserta cara menyusun atau mengurainya menjadi bentuk baru. Selain itu, terdapat pembahasan mengenai hubungan antara bentang alam (dataran tinggi, rendah, dan pesisir) dengan jenis pekerjaan masyarakat yang beradaptasi sesuai sumber daya alam di sekitarnya. Terakhir, materi ini membedakan dimensi dalam karya seni, di mana karya 2D hanya memiliki panjang dan lebar seperti lukisan, sedangkan karya 3D memiliki volume dan dapat dilihat dari segala arah seperti patung.
Penutup
"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar