Hari/Tanggal : Selasa,3 Maret 2026
Fase/Kelas : B/ 3 A
Sekolah : SD Al Azhar 3 Bandar Lampung
Pelajaran : B.indonesia, Pendidikan Pancasila, Matematika
Metode : diskusi, presentasi
Media : Video Pembelajaran, LKPD
Bahasa Indonesia
Capaian Pembelajaran:Peserta didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola
kombinasi huruf yang telah dikenali dengan fasih. Peserta
didik mampu memaknai kosakata baru dan/atau kosakata
Bahasa Indonesia serapan dari bahasa daerah dari teks yang
dibaca atau tayangan yang dipirsa mengenai hal-hal
menarik di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu
memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari
hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau
elektronik. Peserta didik mampu memahami ide pokok dan
ide pendukung pada teks informatif dan teks narasi.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat mengidentifikasikan jenis-jenis kata tanya (Apa, Siapa, Mengapa) dalam bacaan.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengidentifikasikan cara mengajukan pertanyaan yang relevan menggunakan kata tanya dalam sebuah percakapan.
- Peserta didik mampu memberikan jawaban dan menjelaskan yang logis atas pertanyaan yang di ajukan oleh teman atau guru
- Peserta didik mampu menanggapi pernyataan orang lain
dengan kalimat yang santun, baik dalam bentuk persetujuan maupun perbedaan
pendapat
Materi:
Kata tanya adalah kata yang digunakan dalam kalimat tanya untuk meminta keterangan atau informasi. Kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda tanya ( ? ).
Berikut adalah tiga jenis kata tanya yang akan kita pelajari:
1. Apa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan benda, keadaan, atau perbuatan.
Contoh: * " Apa yang sedang kamu baca?" (Menanyakan benda/kegiatan)
“ Apa warna kesukaanmu?” (Menanyakan informasi benda)
2. Siapa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan orang atau pelaku.
Contoh:
“ Siapa nama gurumu?” (Menanyakan orang)
" Siapa yang piket hari ini?" (Menanyakan pelaku)
3. Mengapa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan alasan atau sebab terjadinya sesuatu. Jawaban untuk kata tanya ini biasanya diawali dengan kata "Karena" atau "Sebab".
Contoh:
“ Mengapa kamu terlambat?” (Menanyakan alasan)
“ Mengapa kita harus mencuci tangan?” (Menanyakan sebab)
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat mengidentifikasikan jenis-jenis kata tanya (Apa, Siapa, Mengapa) dalam bacaan.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengidentifikasikan cara mengajukan pertanyaan yang relevan menggunakan kata tanya dalam sebuah percakapan.
- Peserta didik mampu memberikan jawaban dan menjelaskan yang logis atas pertanyaan yang di ajukan oleh teman atau guru
- Peserta didik mampu menanggapi pernyataan orang lain dengan kalimat yang santun, baik dalam bentuk persetujuan maupun perbedaan pendapat
Materi:
Kata tanya adalah kata yang digunakan dalam kalimat tanya untuk meminta keterangan atau informasi. Kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda tanya ( ? ).
Berikut adalah tiga jenis kata tanya yang akan kita pelajari:
1. Apa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan benda, keadaan, atau perbuatan.
Contoh: * " Apa yang sedang kamu baca?" (Menanyakan benda/kegiatan)
“ Apa warna kesukaanmu?” (Menanyakan informasi benda)
2. Siapa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan orang atau pelaku.
Contoh:
“ Siapa nama gurumu?” (Menanyakan orang)
" Siapa yang piket hari ini?" (Menanyakan pelaku)
3. Mengapa
Fungsi: Digunakan untuk menanyakan alasan atau sebab terjadinya sesuatu. Jawaban untuk kata tanya ini biasanya diawali dengan kata "Karena" atau "Sebab".
Contoh:
“ Mengapa kamu terlambat?” (Menanyakan alasan)
“ Mengapa kita harus mencuci tangan?” (Menanyakan sebab)
Cara Mengajukan Pertanyaan yang Relevan
Agar pertanyaanmu nyambung (relevan) dalam percakapan, perhatikan hal berikut:
Simak pembicaraan: Dengarkan apa yang sedang dibicarakan teman atau gurumu.
Pilih kata tanya yang pas: Jika ingin tahu orangnya, gunakan Siapa . Jika ingin mengetahui kenyamanan, gunakan Mengapa .
Gunakan bahasa yang sopan.
Simak pembicaraan: Dengarkan apa yang sedang dibicarakan teman atau gurumu.
Pilih kata tanya yang pas: Jika ingin tahu orangnya, gunakan Siapa . Jika ingin mengetahui kenyamanan, gunakan Mengapa .
Gunakan bahasa yang sopan.
Cara Memberikan Jawaban yang Logis
Jawaban yang logis adalah jawaban yang masuk akal dan sesuai dengan apa yang ditanyakan.
Jika ditanya " Mengapa ", berikan alasan yang jelas.
Contoh: "Mengapa tanaman ini layu?" -> "Karena tidak disiram selama tiga hari." (Logis)
Jika ditanya " Siapa ", sebutkan nama orang atau kelompoknya.
Contoh: "Siapa yang membawa bola?" -> "Andi yang membawa." (Logis)
Jika ditanya " Mengapa ", berikan alasan yang jelas.
Contoh: "Mengapa tanaman ini layu?" -> "Karena tidak disiram selama tiga hari." (Logis)
Jika ditanya " Siapa ", sebutkan nama orang atau kelompoknya.
Contoh: "Siapa yang membawa bola?" -> "Andi yang membawa." (Logis)
Pendidikan PancasilaCapaian Pembelajaran:Peserta didik membedakan dan menghargai identitas diri,
keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa,
bahasa, agama dan kepercayaannya di lingkungan rumah,
sekolah, dan masyarakat.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menunjukkan sikap menghargai terhadap perbedaan budaya, agama, dan kepercayaan di lingkungan rumah dan sekolah.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengidentifikasikan jenis-jenis keberagaman suku bangsa bahasa daerah yang ada di lingkungan rumah dan sekolah.
- Peserta didik dapat mengenali keragaman sosial budaya,
seperti rumah adat, pakaian tradisional, dan makanan khas dari berbagai daerah
di Indonesia.
- Peserta didik dapat menyajikan data atau informasi
hasil pengamatan tentang keberagaman suku dan budaya di lingkungan sekitar
melalui tabel sederhana
Materi:
Indonesia adalah negara kepulauan . Karena terpisah oleh laut, setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Inilah yang kita sebut sebagai kekayaan bangsa.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menunjukkan sikap menghargai terhadap perbedaan budaya, agama, dan kepercayaan di lingkungan rumah dan sekolah.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengidentifikasikan jenis-jenis keberagaman suku bangsa bahasa daerah yang ada di lingkungan rumah dan sekolah.
- Peserta didik dapat mengenali keragaman sosial budaya, seperti rumah adat, pakaian tradisional, dan makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia.
- Peserta didik dapat menyajikan data atau informasi hasil pengamatan tentang keberagaman suku dan budaya di lingkungan sekitar melalui tabel sederhana
Materi:
Indonesia adalah negara kepulauan . Karena terpisah oleh laut, setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Inilah yang kita sebut sebagai kekayaan bangsa.
1. Apa itu Suku Bangsa?
Suku bangsa adalah kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan asal-usul, adat istiadat, dan budaya. Di Indonesia, ada lebih dari 1.300 suku bangsa!
Contoh Suku Bangsa di Indonesia:
Pulau Sumatra: Suku Batak, Minangkabau, Aceh, Melayu.
Pulau Jawa: Suku Jawa, Sunda, Betawi, Madura.
Pulau Bali & Nusa Tenggara: Suku Bali, Sasak, Bima.
Pulau Kalimantan: Suku Dayak, Banjar, Kutai.
Pulau Sulawesi: Suku Bugis, Makassar, Toraja, Minahasa.
Pulau Papua: Suku Asmat, Dani, Arfak.
Pulau Sumatra: Suku Batak, Minangkabau, Aceh, Melayu.
Pulau Jawa: Suku Jawa, Sunda, Betawi, Madura.
Pulau Bali & Nusa Tenggara: Suku Bali, Sasak, Bima.
Pulau Kalimantan: Suku Dayak, Banjar, Kutai.
Pulau Sulawesi: Suku Bugis, Makassar, Toraja, Minahasa.
Pulau Papua: Suku Asmat, Dani, Arfak.
2. Keberagaman Bahasa Daerah
Setiap suku biasanya memiliki bahasa sendiri untuk berkomunikasi. Meski kita punya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa daerah tetap harus kita lestarikan.
Suku Bangsa Contoh Kata (Apa Kabar / Terima Kasih) Minggu Damang? / Hatur Nuhun Jawa Pripun kabare? / Matur Nuwun Batak Aha kabar? / Mauliate Papua Narobil? / Amanai
🏠 Keberagaman di Lingkungan Rumah & Sekolah
Kita tidak perlu pergi jauh untuk melihat perbedaan. Coba perhatikan teman atau tetanggamu:
Di Rumah: Mungkin Ayah berasal dari suku Jawa dan Ibu dari suku Minang. Di meja makan, mungkin ada rendang sekaligus gudeg. Itulah keberagaman!
Di Sekolah: Teman sebangkumu mungkin berbicara dengan logat yang berbeda atau merayakan hari raya yang berbeda (seperti Idul Fitri, Natal, Nyepi, atau Waisak).
Di Rumah: Mungkin Ayah berasal dari suku Jawa dan Ibu dari suku Minang. Di meja makan, mungkin ada rendang sekaligus gudeg. Itulah keberagaman!
Di Sekolah: Teman sebangkumu mungkin berbicara dengan logat yang berbeda atau merayakan hari raya yang berbeda (seperti Idul Fitri, Natal, Nyepi, atau Waisak).
🤝 Sikap Menghargai Perbedaan (Toleransi)
Tujuan utama kita belajar tentang suku bangsa bukan untuk membeda-bedakan, tapi untuk menghargai . Sesuai dengan semboyan kita: Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu jua).
Cara menunjukkan sikap menghargai:
Berteman dengan siapa saja: Tidak memilih teman hanya karena suku atau agamanya sama.
Menghormati ibadah orang lain: Tidak berisik saat teman atau tetangga sedang beribadah.
Mau belajar: Tertarik mencoba makanan daerah lain atau mempelajari tarian tradisional teman.
Tidak mengejek: Tidak ada niat untuk logat pembicaraan atau warna kulit orang lain.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tapi alasan untuk saling melengkapi.”
Berteman dengan siapa saja: Tidak memilih teman hanya karena suku atau agamanya sama.
Menghormati ibadah orang lain: Tidak berisik saat teman atau tetangga sedang beribadah.
Mau belajar: Tertarik mencoba makanan daerah lain atau mempelajari tarian tradisional teman.
Tidak mengejek: Tidak ada niat untuk logat pembicaraan atau warna kulit orang lain.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tapi alasan untuk saling melengkapi.”
📝 Aktivitas Detektif Budaya
Coba tanyakan kepada 3 teman sekelasmu:
Dari suku mana orang tua mereka berasal?
Apa satu kata bahasa daerah yang mereka ketahui?
MTK
Capaian Pembelajaran :
Peserta Didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segi empat, segitiga, dll) mereka dapat menyusun dan berbagai bangun datar dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan.
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar
Alur Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik mampu menyusun berbagai bangun datar (segitiga dan segiempat) menjadi bentuk bangun datar baru.
- Peserta didik mempu mengurai sebuah bangun datar menjadi bangun datar sederhana dengan berbagai cara.
-Peserta didik mendemonstrasikan menyusun bangun datar dengan lebih satu cara melalui kegiatan pemecahan masalah.
Materi :
Mengenal Bangun Datar
1. Apa itu Bangun Datar?
Bangun datar adalah sebutan untuk bangun-bangun dua dimensi. Bangun datar adalah sebuah bidang datar yang dibatasi oleh garis lurus atau garis lengkung. Karena hanya dua dimensi, bangun datar hanya memiliki panjang dan lebar, tapi tidak memiliki tinggi atau tebal.
2. Jenis-Jenis Bangun Datar dan Cirinya
Mari kita pelajari beberapa bangun datar yang paling sering kita temui:
A. Persegi
Persegi adalah bangun datar yang memiliki 4 sisi yang sama panjang.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 4 sisi (garis) yang panjangnya persis sama.
- Memiliki 4 titik sudut (pojok).
- Contoh benda: Ubin/lantai keramik, kertas lipat (origami), dan sisi dadu.
B. Persegi Panjang
Persegi panjang mirip dengan persegi, tapi dua sisi yang berhadapan lebih panjang dari dua sisi lainnya.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 4 sisi.
- Sisi yang berhadapan sama panjang.
- Memiliki 4 titik sudut.
- Contoh benda: Buku tulis, papan tulis, pintu, dan uang kertas.
C. Segitiga
Segitiga adalah bangun datar yang dibentuk oleh 3 buah garis.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 3 sisi.
- Memiliki 3 titik sudut.
- Jenis segitiga: Ada segitiga sama sisi (semua sisi sama panjang), segitiga sama kaki (2 sisi sama panjang), dan segitiga siku-siku.
- Contoh benda: Penggaris segitiga, potongan pizza, dan atap rumah.
D. Lingkaran
Lingkaran adalah bangun datar yang terbentuk dari satu garis lengkung yang saling bertemu.
- Ciri-ciri:
- Hanya memiliki 1 sisi lengkung.
- Tidak memiliki titik sudut.
- Contoh benda: Jam dinding, koin, roda sepeda, dan piring.
3. Komponen Bangun Datar
Untuk memahami bangun datar, kita perlu tahu dua istilah ini:
- Sisi: Garis-garis yang membentuk pinggiran bangun datar.
- Sudut: Titik pertemuan antara dua garis (ujung atau pojok).
4. Tabel Ringkasan
Nama Bangun
Jumlah Sisi
Jumlah Sudut
Persegi
4
4
Persegi Panjang
4
4
Segitiga
3
3
Lingkaran
1 (lengkung)
0
Latihan Soal :
- Apa bentuk permukaan buku paketmu?
- Apa bentuk dari uang koin lima ratus rupiah?
- Sebutkan benda di sekolahmu yang berbentuk lingkaran!
Kesimpulan
Materi ini mengajak kita untuk cerdas berkomunikasi melalui kata tanya (Bahasa Indonesia), menghargai keberagaman suku dan budaya dengan sikap toleransi sesuai Bhinneka Tunggal Ika (Pendidikan Pancasila), serta mengenali bentuk benda di sekitar berdasarkan ciri sisi dan sudutnya (Matematika).
Penutup
"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dari suku mana orang tua mereka berasal?
Apa satu kata bahasa daerah yang mereka ketahui?
MTK
Capaian Pembelajaran :
Peserta Didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segi empat, segitiga, dll) mereka dapat menyusun dan berbagai bangun datar dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan.
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar
Alur Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik mampu menyusun berbagai bangun datar (segitiga dan segiempat) menjadi bentuk bangun datar baru.
- Peserta didik mempu mengurai sebuah bangun datar menjadi bangun datar sederhana dengan berbagai cara.
-Peserta didik mendemonstrasikan menyusun bangun datar dengan lebih satu cara melalui kegiatan pemecahan masalah.
Materi :
Mengenal Bangun Datar
1. Apa itu Bangun Datar?
Bangun datar adalah sebutan untuk bangun-bangun dua dimensi. Bangun datar adalah sebuah bidang datar yang dibatasi oleh garis lurus atau garis lengkung. Karena hanya dua dimensi, bangun datar hanya memiliki panjang dan lebar, tapi tidak memiliki tinggi atau tebal.
2. Jenis-Jenis Bangun Datar dan Cirinya
Mari kita pelajari beberapa bangun datar yang paling sering kita temui:
A. Persegi
Persegi adalah bangun datar yang memiliki 4 sisi yang sama panjang.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 4 sisi (garis) yang panjangnya persis sama.
- Memiliki 4 titik sudut (pojok).
- Contoh benda: Ubin/lantai keramik, kertas lipat (origami), dan sisi dadu.
B. Persegi Panjang
Persegi panjang mirip dengan persegi, tapi dua sisi yang berhadapan lebih panjang dari dua sisi lainnya.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 4 sisi.
- Sisi yang berhadapan sama panjang.
- Memiliki 4 titik sudut.
- Contoh benda: Buku tulis, papan tulis, pintu, dan uang kertas.
C. Segitiga
Segitiga adalah bangun datar yang dibentuk oleh 3 buah garis.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 3 sisi.
- Memiliki 3 titik sudut.
- Jenis segitiga: Ada segitiga sama sisi (semua sisi sama panjang), segitiga sama kaki (2 sisi sama panjang), dan segitiga siku-siku.
- Contoh benda: Penggaris segitiga, potongan pizza, dan atap rumah.
D. Lingkaran
Lingkaran adalah bangun datar yang terbentuk dari satu garis lengkung yang saling bertemu.
- Ciri-ciri:
- Hanya memiliki 1 sisi lengkung.
- Tidak memiliki titik sudut.
- Contoh benda: Jam dinding, koin, roda sepeda, dan piring.
3. Komponen Bangun Datar
Untuk memahami bangun datar, kita perlu tahu dua istilah ini:
- Sisi: Garis-garis yang membentuk pinggiran bangun datar.
- Sudut: Titik pertemuan antara dua garis (ujung atau pojok).
4. Tabel Ringkasan
Nama Bangun | Jumlah Sisi | Jumlah Sudut |
Persegi | 4 | 4 |
Persegi Panjang | 4 | 4 |
Segitiga | 3 | 3 |
Lingkaran | 1 (lengkung) | 0 |
Latihan Soal :
- Apa bentuk permukaan buku paketmu?
- Apa bentuk dari uang koin lima ratus rupiah?
- Sebutkan benda di sekolahmu yang berbentuk lingkaran!
Kesimpulan
Materi ini mengajak kita untuk cerdas berkomunikasi melalui kata tanya (Bahasa Indonesia), menghargai keberagaman suku dan budaya dengan sikap toleransi sesuai Bhinneka Tunggal Ika (Pendidikan Pancasila), serta mengenali bentuk benda di sekitar berdasarkan ciri sisi dan sudutnya (Matematika).
Penutup
"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar