Hari/Tanggal : Selasa, 6 Januari 2026
Metode : diskusi, presentasi
Media : Video Pembelajaran, LKPD
BAHASA INDONESIA
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mempraktekkan wawancara sederhana untuk mencari informasi
Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengenal dan memilih kosakata yang santun (etika berbicara) saat akan menyampaikan pendapat kepada guru dan teman.
Materi:
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mempraktekkan wawancara sederhana untuk mencari informasi
Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengenal dan memilih kosakata yang santun (etika berbicara) saat akan menyampaikan pendapat kepada guru dan teman.
Materi:
A. Apa itu Wawancara?
Wawancara adalah kegiatan tanya jawab antara dua orang atau lebih untuk mendapatkan informasi tentang suatu hal.
Pewawancara: Orang yang mengajukan pertanyaan.
Narasumber: Orang yang memberikan informasi (jawaban).
B. Mengenal Kosakata Santun (Etika Berbicara)
Sebelum melakukan wawancara, kita harus tahu cara berbicara yang baik agar narasumber merasa dihormati. Berikut adalah kata-kata "ajaib" yang harus digunakan:
Kata Sapaan yang Tepat:
Kepada Guru: "Selamat pagi, Bapak/Ibu..."
Kepada Teman: "Halo [Nama Teman]..."
Kata Permohonan (Meminta Izin):
Gunakan kata "Bolehkah" atau "Bisakah".
Contoh: "Bolehkah saya meminta waktunya sebentar untuk bertanya?"
Kata Tolong:
Gunakan saat meminta narasumber menjelaskan sesuatu.
Contoh: "Tolong jelaskan bagaimana cara merawat tanaman ini, Bu."
Kata Terima Kasih:
Gunakan setelah mendapatkan jawaban atau setelah wawancara selesai.
C. Sikap Tubuh (Gestur) yang Baik
Selain kata-kata, tubuh kita juga harus menunjukkan kesantunan:
Tatap Mata: Melihat ke arah narasumber saat berbicara (bukan melihat ke bawah atau ke samping).
Berdiri/Duduk Tegak: Tidak membungkuk atau bersandar malas.
Tersenyum: Agar suasana wawancara menjadi menyenangkan.
Mendengarkan: Tidak memotong pembicaraan saat narasumber sedang menjawab.
D. Langkah-Langkah Wawancara Sederhana
Persiapan: Tentukan siapa yang akan diwawancara dan siapkan daftar pertanyaan (Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana).
Pembukaan: Ucapkan salam dan sampaikan maksud dengan sopan.
Contoh: "Selamat pagi Ibu Guru, bolehkah saya bertanya tentang kebersihan kelas?"
Inti (Tanya Jawab): Ajukan pertanyaan dengan suara yang jelas (volume cukup) dan nada yang ramah (intonasi tepat).
Penutup: Ucapkan terima kasih dan salam penutup.
Contoh: "Terima kasih atas informasinya, Pak. Selamat siang."
Persiapan: Tentukan siapa yang akan diwawancara dan siapkan daftar pertanyaan (Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana).
Pembukaan: Ucapkan salam dan sampaikan maksud dengan sopan.
Contoh: "Selamat pagi Ibu Guru, bolehkah saya bertanya tentang kebersihan kelas?"
Inti (Tanya Jawab): Ajukan pertanyaan dengan suara yang jelas (volume cukup) dan nada yang ramah (intonasi tepat).
Penutup: Ucapkan terima kasih dan salam penutup.
Contoh: "Terima kasih atas informasinya, Pak. Selamat siang."
E. Lembar Latihan: "Pilih Kata yang Tepat"
Instruksi: Lingkari pilihan yang paling santun!
Saat bertemu Ibu Guru di koridor untuk wawancara:
a. "Woi Bu, mau nanya dong!"
b. "Permisi Ibu, selamat pagi. Bolehkah saya mengganggu waktunya sebentar?"
Saat teman menjawab pertanyaan dengan suara pelan:
a. "Suaranya kecil banget, ulang!"
b. "Maaf, bisakah kamu mengulang jawabannya sekali lagi?"
Setelah selesai bertanya:
a. "Oke, makasih ya." (Lalu pergi begitu saja)
b. "Terima kasih banyak atas waktunya, ini sangat membantu."
Soal 1
Sebelum memulai wawancara, apa yang harus kita sampaikan kepada narasumber sebagai bentuk etika yang baik?
A. Langsung memberikan pertanyaan.
B. Meminta izin dan mengucapkan salam dengan sopan.
C. Menyuruh narasumber untuk cepat menjawab.
Soal 2
Saat melakukan wawancara dengan Ibu Guru, manakah pilihan kosakata santun yang paling tepat digunakan?
A. "Ibu, saya mau nanya, jawab ya!"
B. "Woi Bu, boleh minta informasinya?"
C. "Mohon maaf Ibu, bolehkah saya meminta waktunya sebentar untuk bertanya?"
Soal 3
Bagaimana sikap tubuh (gestur) yang benar saat kita sedang mendengarkan penjelasan dari narasumber?
A. Menatap mata narasumber dan mendengarkan dengan seksama.
B. Melihat ke arah lain sambil bermain pensil.
C. Memotong pembicaraan narasumber sebelum selesai bicara.
PENDIDIKAN PANCASILA
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengidentifikasi identitas diri dan keluarga sesuai budaya, suku bangsa, bahasa dan agama.
Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengidentifikasi karakteristik dirinya serta anggota keluarga inti sebagai bagian dari identitas diri.
Materi:
1. Apa itu Identitas Diri?
Identitas diri adalah ciri-ciri khusus yang melekat pada seseorang yang membedakannya dengan orang lain. Identitas diri membantu orang lain mengenali siapa kita.
Identitas diri terdiri dari:
Karakteristik Fisik: Bentuk rambut (lurus/keriting), warna kulit, tinggi badan, dan bentuk mata.
Identitas Sosial: Nama lengkap, tempat tanggal lahir, agama, suku bangsa, dan bahasa yang digunakan sehari-hari.
2. Mengenal Anggota Keluarga Inti
Keluarga inti adalah kelompok terkecil dalam masyarakat yang tinggal dalam satu rumah. Keluarga inti terdiri dari:
Ayah: Kepala keluarga.
Ibu: Orang tua perempuan yang melahirkan dan merawat kita.
Anak: Kakak atau adik (termasuk diri kita sendiri).
Setiap anggota keluarga memiliki karakteristik yang berbeda-beda, namun tetap bersatu dalam kasih sayang.
3. Identitas dalam Keberagaman (Suku, Bahasa, dan Agama)
Indonesia adalah negara yang kaya. Identitas diri dan keluarga kita pasti berkaitan dengan:
Suku Bangsa: Misalnya suku Jawa, Lampung, Sunda, Minang, atau Bugis. Setiap suku memiliki adat istiadat yang unik.
Bahasa: Selain Bahasa Indonesia, kita mungkin menggunakan bahasa daerah di rumah, seperti Bahasa Lampung atau Bahasa Jawa.
Agama: Di Indonesia ada agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Kita harus menghargai identitas agama setiap orang.
4. Aktivitas Mandiri: "Pohon Identitas Keluargaku"
Cobalah untuk mengisi identitas singkat di bawah ini untuk mengenal dirimu lebih dalam:
Nama Lengkapku: .......................................................
Suku Bangsaku: .......................................................
Agamaku: .......................................................
Ciri Fisikku: (Contoh: Rambut hitam lurus, kulit sawo matang)
Anggota Keluargaku:
Ayah bernama .................... , sukunya ....................
Ibu bernama .................... , sukunya ....................
Saya anak ke- .................... dari .................... bersaudara.
5. Mengapa Kita Harus Mengenal Identitas?
Mengenal identitas diri dan keluarga sangat penting agar:
Kita merasa bangga dengan asal-usul kita.
Kita bisa memperkenalkan diri dengan baik kepada orang lain.
Kita bisa belajar menghargai perbedaan yang ada di sekitar kita (Sikap Toleransi).
Latihan Soal Singkat
Sebutkan 2 contoh karakteristik fisik yang ada pada dirimu!
Jika ayahmu berasal dari suku Jawa dan ibumu dari suku Lampung, maka keluargamu memiliki keberagaman dalam hal ....
Mengapa kita harus menggunakan bahasa yang santun saat memperkenalkan identitas diri?
Matematika
Tujuan Pembelajaran:
Peserta
didik dapat
mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku. Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengenal alat ukur panjang baku
(penggaris, meteran pita) dan alat ukur berat baku (timbangan dapur, timbangan
badan) yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi:
Sebutkan 2 contoh karakteristik fisik yang ada pada dirimu!
Jika ayahmu berasal dari suku Jawa dan ibumu dari suku Lampung, maka keluargamu memiliki keberagaman dalam hal ....
Mengapa kita harus menggunakan bahasa yang santun saat memperkenalkan identitas diri?
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat
mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku.
Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengenal alat ukur panjang baku
(penggaris, meteran pita) dan alat ukur berat baku (timbangan dapur, timbangan
badan) yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi:
1. Apa itu Alat Ukur Baku?
Alat ukur baku adalah alat ukur yang hasilnya selalu sama meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda. Contoh satuan baku untuk panjang adalah sentimeter (cm) dan meter (m). Contoh satuan baku untuk berat adalah gram (g) dan kilogram (kg).
2. Mengenal Alat Ukur Panjang Baku
Untuk mengukur panjang sebuah benda atau tinggi badan, kita memerlukan alat yang tepat:
Penggaris: Digunakan untuk mengukur benda-benda yang pendek atau kecil.
Contoh: Mengukur buku tulis, pensil, atau penghapus.
Satuan: Sentimeter (cm).
Meteran Pita (Meteran Kain): Biasanya digunakan oleh penjahit atau untuk mengukur bagian tubuh.
Contoh: Mengukur lingkar pinggang atau panjang kain.
Meteran Saku (Meteran Tukang): Digunakan untuk mengukur benda yang cukup panjang.
Contoh: Mengukur lebar pintu atau panjang meja kelas.
3. Mengenal Alat Ukur Berat Baku
Untuk mengetahui berat suatu benda atau berat badan kita, alat yang digunakan disebut timbangan.
Timbangan Dapur (Timbangan Kue): Digunakan untuk menimbang bahan makanan yang jumlahnya sedikit.
Contoh: Menimbang tepung, telur, atau gula untuk membuat kue.
Timbangan Badan: Digunakan khusus untuk mengukur berat tubuh manusia.
Contoh: Mengetahui berapa kilogram berat badan kita saat ini.
Timbangan Warung (Timbangan Bebek/Kodok): Sering kita lihat di pasar.
Contoh: Menimbang cabai, bawang, atau buah-buahan.
4. Cara Mengukur yang Benar
Agar hasil pengukuran akurat, ikutilah langkah-langkah berikut:
Letakkan Titik Nol: Pastikan ujung benda sejajar dengan angka 0 pada alat ukur (penggaris atau timbangan).
Posisi Mata: Lihatlah angka pada alat ukur secara tegak lurus (tidak miring ke kiri atau ke kanan).
Catat Hasilnya: Baca angka terakhir yang ditunjukkan oleh alat tersebut.
- Ibu ingin membuat kue dan membutuhkan 200 gram tepung terigu. Ibu harus menggunakan ....
Andi ingin mengukur panjang buku gambar miliknya. Andi sebaiknya menggunakan ....
Siska ingin mengetahui berat badannya setelah libur sekolah. Siska menggunakan ...
Kesimpulan
Penutup"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar