Hari/Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
Metode : diskusi, presentasi
Media : Video Pembelajaran, LKPD
MTK
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat menyelesaikan dan menentukan hubungan satuan panjang.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- s Peserta didik mampu mengenal kembali satuan baku panjang centimeter (cm) dan meter (m) melalui kegiatan mengukur benda-benda di sekitar kelas secara aktif.
- s Peserta didik mampu menjelaskan hubungan konversi satuan panjang (misalnya 1 meter sama dengan 100 centimeter) menggunakan alat bantu tangga satuan atau penggaris.
- Peserta didik mampu menentukan hasil konversi satuan panjang dalam perhitungan sederhana dan menyelesaikan masalah kontekstual terkait ukuran Panjang.
Materi:
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat menyelesaikan dan menentukan hubungan satuan panjang.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- s Peserta didik mampu mengenal kembali satuan baku panjang centimeter (cm) dan meter (m) melalui kegiatan mengukur benda-benda di sekitar kelas secara aktif.
- s Peserta didik mampu menjelaskan hubungan konversi satuan panjang (misalnya 1 meter sama dengan 100 centimeter) menggunakan alat bantu tangga satuan atau penggaris.
- Peserta didik mampu menentukan hasil konversi satuan panjang dalam perhitungan sederhana dan menyelesaikan masalah kontekstual terkait ukuran Panjang.
Materi:
1. Apa itu Alat Ukur Baku?
Alat ukur baku adalah alat ukur yang hasilnya selalu sama meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda. Contoh satuan baku untuk panjang adalah sentimeter (cm) dan meter (m). Contoh satuan baku untuk berat adalah gram (g) dan kilogram (kg).
2. Mengenal Alat Ukur Panjang Baku
Untuk mengukur panjang sebuah benda atau tinggi badan, kita memerlukan alat yang tepat:
Penggaris: Digunakan untuk mengukur benda-benda yang pendek atau kecil.
Contoh: Mengukur buku tulis, pensil, atau penghapus.
Satuan: Sentimeter (cm).
Meteran Pita (Meteran Kain): Biasanya digunakan oleh penjahit atau untuk mengukur bagian tubuh.
Contoh: Mengukur lingkar pinggang atau panjang kain.
Meteran Saku (Meteran Tukang): Digunakan untuk mengukur benda yang cukup panjang.
Contoh: Mengukur lebar pintu atau panjang meja kelas.
3. Mengenal Alat Ukur Berat Baku
Untuk mengetahui berat suatu benda atau berat badan kita, alat yang digunakan disebut timbangan.
Timbangan Dapur (Timbangan Kue): Digunakan untuk menimbang bahan makanan yang jumlahnya sedikit.
Contoh: Menimbang tepung, telur, atau gula untuk membuat kue.
Timbangan Badan: Digunakan khusus untuk mengukur berat tubuh manusia.
Contoh: Mengetahui berapa kilogram berat badan kita saat ini.
Timbangan Warung (Timbangan Bebek/Kodok): Sering kita lihat di pasar.
Contoh: Menimbang cabai, bawang, atau buah-buahan.
4. Cara Mengukur yang Benar
Agar hasil pengukuran akurat, ikutilah langkah-langkah berikut:
Letakkan Titik Nol: Pastikan ujung benda sejajar dengan angka 0 pada alat ukur (penggaris atau timbangan).
Posisi Mata: Lihatlah angka pada alat ukur secara tegak lurus (tidak miring ke kiri atau ke kanan).
Catat Hasilnya: Baca angka terakhir yang ditunjukkan oleh alat tersebut.
- Ibu ingin membuat kue dan membutuhkan 200 gram tepung terigu. Ibu harus menggunakan ....
Andi ingin mengukur panjang buku gambar miliknya. Andi sebaiknya menggunakan ....
Siska ingin mengetahui berat badannya setelah libur sekolah. Siska menggunakan ...
IPAS
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat menunjukkan arah mata angin pada denah atau peta sederhana.
Alur Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi letak kata bandar lampung dalam peta provinsi lampung.
Materi:
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat menunjukkan arah mata angin pada denah atau peta sederhana.
Alur Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi letak kata bandar lampung dalam peta provinsi lampung.
Materi:
Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar (seperti kertas) yang diperkecil dengan skala tertentu. Jika kita ingin melihat gambaran yang lebih kecil seperti rumah atau sekolah, kita menggunakan Denah .
1. Fungsi Peta dan Denah
Peta dan denah memiliki fungsi utama yang sangat penting bagi kita:
Menunjukkan Lokasi: Membantu kita menemukan letak suatu tempat (misal: letak UKS di sekolah).
Menunjukkan Arah: Agar kita tidak tersesat saat menuju suatu tempat.
Menggambarkan Luas: Kita bisa melihat gambaran luas suatu area tanpa harus mengelilinginya secara langsung.
2. Komponen-Komponen Dasar Peta
Agar sebuah denah atau peta mudah dibaca, ada empat komponen utama yang harus ada:
A. Judul Peta
Judul berada di bagian atas dan menjelaskan apa isi dari gambar tersebut .
Contoh: “Denah Kelas 4 SD”, “Peta Lingkungan Sekolah”.
B. Arah Mata Angin (Orientasi)
Berfungsi sebagai penunjuk arah. Biasanya menggunakan simbol panah yang mengarah ke arah Utara (U) . Ini membantu kita menentukan posisi Timur, Selatan, dan Barat.
C. Skala
Skala adalah perbandingan ukuran pada gambar dengan ukuran aslinya di lapangan.
Contoh: Skala 1:100 berarti 1 cm di gambar mewakili 100 cm (1 meter) di dunia nyata.
D. Legenda (Simbol Peta)
Legenda adalah daftar penjelasan dari simbol-simbol yang digunakan pada denah. Karena kami tidak mungkin menggambar meja atau pohon secara detail, kami menggunakan simbol sederhana.
3. Simbol-Simbol dalam Denah
Berikut adalah beberapa contoh simbol yang umum digunakan saat membuat denah rumah atau sekolah:
| Objek | Simbol Sederhana |
| Pintu | Garis melengkung atau celah pada dinding |
| Jendela | Garis ganda pada dinding |
| Meja | panjang atau kotak |
| Tanaman/Taman | Lingkaran bergerigi atau simbol bunga |
| Kamar Mandi | Kotak dengan simbol air/keran |
1. Letak Astronomis dan Geografis
Secara geografis, Kota Bandar Lampung terletak di ujung selatan Pulau Sumatera. Kota ini merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa melalui pelabuhan.
2. Cara Mengidentifikasi Bandar Lampung pada Peta
Untuk menemukan posisi Kota Bandar Lampung dalam peta Provinsi Lampung, peserta didik dapat memperhatikan ciri-ciri berikut:
Posisi Selatan: Lihat bagian bawah (selatan) dari peta Provinsi Lampung. Bandar Lampung terletak tepat di teluk yang menjorok ke dalam.
Wilayah Perairan: Kota ini berbatasan langsung dengan Teluk Lampung . Jika kalian melihat lekukan besar di bagian selatan peta, di situlah letak Bandar Lampung.
Simbol Ibu Kota: Pada peta resmi, Bandar Lampung biasanya ditandai dengan simbol lingkaran dengan titik di tengah atau simbol bintang , yang menandakan statusnya sebagai pusat pemerintahan provinsi.
3. Batas-Batas Wilayah
Mengenali tetangga wilayah juga memudahkan identifikasi:
Utara: Berbatasan dengan Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran.
Selatan: Berbatasan dengan Teluk Lampung.
Barat: Berbatasan dengan Kabupaten Pesawaran.
Timur: Berbatasan dengan Kabupaten Lampung Selatan.
LATIHAN
- Apa perbedaan penggunaan antara Peta dan Denah?
Penanda simbol yang biasanya digunakan pada peta resmi untuk menandai letak Kota Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi!
Komponen peta apakah yang digunakan sebagai perbandingan ukuran antara gambar di kertas dengan jarak aslinya di lapangan?
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mempresentasikan poster promosi dengan percaya diri.
Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mempraktikkan sikap tubuh/gestur yang sopan saat berbicara di depan kelas atau dalam forum diskusi.
Materi:
Presentasi bukan hanya soal apa yang kita katakan, tetapi juga tentang bagaimana cara kita menyampaikannya . Poster yang bagus akan jauh lebih menarik jika disajikan dengan sikap tubuh yang tepat dan rasa percaya diri yang tinggi.
1. Persiapan Mental: Membangun Percaya Diri
Sebelum maju ke depan, pastikan kamu menguasai konten postermu:
Kuasai Materi: Pahami poin-poin utama dalam poster (Judul, tujuan promosi, dan ajakan/CTA).
Latihan Peran: Ambil napas dalam sebelum memulai untuk menenangkan saraf.
Berpikir Positif: Ingatlah bahwa teman-temanmu ingin mendengar apa yang kamu sampaikan.
Sebelum maju ke depan, pastikan kamu menguasai konten postermu:
Kuasai Materi: Pahami poin-poin utama dalam poster (Judul, tujuan promosi, dan ajakan/CTA).
Latihan Peran: Ambil napas dalam sebelum memulai untuk menenangkan saraf.
Berpikir Positif: Ingatlah bahwa teman-temanmu ingin mendengar apa yang kamu sampaikan.
2. Sikap Tubuh (Gestur) yang Sopan dan Profesional
Dalam Alur Tujuan Pembelajaran, gestur adalah kunci. Gunakan panduan "SIAP" berikut:
Unsur Tubuh Cara yang Sopan & Benar Hindari Posisi berdiri Berdiri tegak dengan kedua kaki sejajar (selebar bahu). Bersandar di meja, membungkuk, atau bertopang dagu. Tangan Gunakan tangan untuk menunjuk bagian poster secara terbuka (telapak tangan menghadap ke atas). Memasukkan tangan ke saku, melipat tangan di dada, atau membelakangi penonton. Kontak Mata Tatap audiens secara bergantian (kiri, tengah, kanan). Hanya melihat ke lantai, plafon, atau terus-menerus membaca poster. Ekspresi Wajah Tersenyum ramah di awal dan akhir presentasi. Wajah terlalu tegang atau tampak cemberut.
Dalam Alur Tujuan Pembelajaran, gestur adalah kunci. Gunakan panduan "SIAP" berikut:
| Unsur Tubuh | Cara yang Sopan & Benar | Hindari |
| Posisi berdiri | Berdiri tegak dengan kedua kaki sejajar (selebar bahu). | Bersandar di meja, membungkuk, atau bertopang dagu. |
| Tangan | Gunakan tangan untuk menunjuk bagian poster secara terbuka (telapak tangan menghadap ke atas). | Memasukkan tangan ke saku, melipat tangan di dada, atau membelakangi penonton. |
| Kontak Mata | Tatap audiens secara bergantian (kiri, tengah, kanan). | Hanya melihat ke lantai, plafon, atau terus-menerus membaca poster. |
| Ekspresi Wajah | Tersenyum ramah di awal dan akhir presentasi. | Wajah terlalu tegang atau tampak cemberut. |
3. Struktur Presentasi Poster
Agar presentasimu teratur, ikuti urutan berikut:
Pembukaan: Salam (Selamat pagi/siang), sapa audiens, dan perkenalkan diri.
Isi (Promosi): menjelaskan apa yang dipromosikan dalam poster. pilihan keunggulannya.
Ajakan (Call to Action): Ajak audiens untuk melakukan sesuatu (misal: "Ayo beli!", "Jangan lupa hadir!").
Penutup: Ucapkan terima kasih dan buka sesi tanya jawab singkat.
Agar presentasimu teratur, ikuti urutan berikut:
Pembukaan: Salam (Selamat pagi/siang), sapa audiens, dan perkenalkan diri.
Isi (Promosi): menjelaskan apa yang dipromosikan dalam poster. pilihan keunggulannya.
Ajakan (Call to Action): Ajak audiens untuk melakukan sesuatu (misal: "Ayo beli!", "Jangan lupa hadir!").
Penutup: Ucapkan terima kasih dan buka sesi tanya jawab singkat.
4. Etika dalam Forum Diskusi
Jika ada teman yang bertanya atau memberikan masukan:
Dengarkan dengan Sekssama: Jangan menghentikan pembicaraan orang lain.
Merespons dengan Sopan: Gunakan kata-kata seperti, "Terima kasih atas pertanyaannya," atau "Saran yang sangat bagus, akan saya terima."
Menghargai Perbedaan: Jika ada kritik, terimalah dengan lapang dada sebagai bahan perbaikan.
SBDP
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mmembuat karya berdasarkan pengalaman pribadi
Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu memilih alat dan bahan yang sesuai untuk mewujudkan gagasan ceritanya ke dalam karya seni (gambar/lukisan).
Materi:
Setiap orang memiliki cerita unik dalam hidupnya—seperti liburan keluarga, momen memenangkan lomba, atau sekadar bermain di taman. Cerita-cerita ini bisa kita “abadi-kan” bukan hanya melalui tulisan, tetapi juga melalui karya seni rupa (gambar atau lukisan).
Jika ada teman yang bertanya atau memberikan masukan:
Dengarkan dengan Sekssama: Jangan menghentikan pembicaraan orang lain.
Merespons dengan Sopan: Gunakan kata-kata seperti, "Terima kasih atas pertanyaannya," atau "Saran yang sangat bagus, akan saya terima."
Menghargai Perbedaan: Jika ada kritik, terimalah dengan lapang dada sebagai bahan perbaikan.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mmembuat karya berdasarkan pengalaman pribadi
Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu memilih alat dan bahan yang sesuai untuk mewujudkan gagasan ceritanya ke dalam karya seni (gambar/lukisan).
Materi:
Setiap orang memiliki cerita unik dalam hidupnya—seperti liburan keluarga, momen memenangkan lomba, atau sekadar bermain di taman. Cerita-cerita ini bisa kita “abadi-kan” bukan hanya melalui tulisan, tetapi juga melalui karya seni rupa (gambar atau lukisan).
1. Menemukan Gagasan (Ide)
Sebelum mulai berkarya, kita perlu menggali ingatan tentang pengalaman pribadi. Tanyakan pada diri sendiri:
Kejadian apa yang paling berkesan?
Siapa saja tokoh yang ada di sana?
Di mana lokasi kejadiannya?
Bagaimana perasaanmu saat itu? (Senang, sedih, atau bangga?)
Sebelum mulai berkarya, kita perlu menggali ingatan tentang pengalaman pribadi. Tanyakan pada diri sendiri:
Kejadian apa yang paling berkesan?
Siapa saja tokoh yang ada di sana?
Di mana lokasi kejadiannya?
Bagaimana perasaanmu saat itu? (Senang, sedih, atau bangga?)
2. Memilih Alat dan Bahan yang Tepat
Pemilihan alat sangat menentukan hasil akhir karya. Kita harus menyesuaikan alat dengan kesan yang ingin kita tampilkan.
Jenis Alat/Bahan Karakteristik Cocok Untuk... Pensil Warna Detail, mudah dikontrol, tekstur halus. Cerita yang punya banyak detail kecil. Krayon/Pastel Minyak Warna cerah, tebal, tekstur kuat. Ekspresi perasaan yang ceria dan berani. Cat Air Transparan, lembut, mengalir. Suasana yang tenang, mimpi, atau pemandangan alam. Spidol Garis tegas, warna kontras/tajam. Karya bergaya ilustrasi atau komik.
Tips: Gunakan kertas yang lebih tebal (seperti buku gambar A3 atau kertas cat air ) jika kamu memilih menggunakan media basah seperti cat air agar kertas tidak melengkung.
Pemilihan alat sangat menentukan hasil akhir karya. Kita harus menyesuaikan alat dengan kesan yang ingin kita tampilkan.
| Jenis Alat/Bahan | Karakteristik | Cocok Untuk... |
| Pensil Warna | Detail, mudah dikontrol, tekstur halus. | Cerita yang punya banyak detail kecil. |
| Krayon/Pastel Minyak | Warna cerah, tebal, tekstur kuat. | Ekspresi perasaan yang ceria dan berani. |
| Cat Air | Transparan, lembut, mengalir. | Suasana yang tenang, mimpi, atau pemandangan alam. |
| Spidol | Garis tegas, warna kontras/tajam. | Karya bergaya ilustrasi atau komik. |
Tips: Gunakan kertas yang lebih tebal (seperti buku gambar A3 atau kertas cat air ) jika kamu memilih menggunakan media basah seperti cat air agar kertas tidak melengkung.
3. Langkah-Langkah Berkarya
Sketsa (Drafting): Gambar garis tipis menggunakan pensil untuk menentukan tata letak objek (komposisi). Jangan menekan pensil terlalu keras agar mudah dihapus jika ada kesalahan.
Pemilihan Media: Pilih alat warna yang paling sesuai dengan suasana ceritamu.
Pewarnaan: Mulailah mewarnai dari bagian paling jauh (latar belakang) menuju objek utama di depan.
Finishing: Berikan penegasan pada bagian-bagian penting, misalnya memberikan outline (garis tepi) hitam atau menambahkan detail tekstur.
Sketsa (Drafting): Gambar garis tipis menggunakan pensil untuk menentukan tata letak objek (komposisi). Jangan menekan pensil terlalu keras agar mudah dihapus jika ada kesalahan.
Pemilihan Media: Pilih alat warna yang paling sesuai dengan suasana ceritamu.
Pewarnaan: Mulailah mewarnai dari bagian paling jauh (latar belakang) menuju objek utama di depan.
Finishing: Berikan penegasan pada bagian-bagian penting, misalnya memberikan outline (garis tepi) hitam atau menambahkan detail tekstur.
4. Contoh Kesesuaian Alat
Cerita: "Aku memenangkan lomba lari di sekolah."
Pilihan Alat: Krayon. Karena krayon memberikan kesan energi yang kuat dan warna-warna yang dinamis sesuai dengan semangat perlombaan.
Cerita: "Aku memenangkan lomba lari di sekolah."
Pilihan Alat: Krayon. Karena krayon memberikan kesan energi yang kuat dan warna-warna yang dinamis sesuai dengan semangat perlombaan.
Kesimpulan
Penutup"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar