Rabu, 21 Januari 2026

Kamis, 22 Januari 2026

       

 

Hari/Tanggal : Kamis, 22 Januari 2026

Fase/Kelas : B/ 3 A

Sekolah : SD Al Azhar 3 Bandar Lampung 

Pelajaran : PKN, SBDP, MTK

Metode : diskusi, presentasi 

Media : Video Pembelajaran, LKPD


PENDIDIKAN PANCASILA

Capaian Pembelajaran:

Peserta didik membedakan dan menghargai identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menunjukkan sikap menghargai terhadap perbedaan budaya, agama, dan kepercayaan di lingkungan rumah dan sekolah.

Alur Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menunjukkan perilaku menghargai perbedaan kepercayaaan dan budaya dalam simulasi kehidupan bermasyarakat untuk memperkokoh persatuan

Materi:

 



 

Indahnya Keberagaman Budaya Indonesia

1. Apa itu Keberagaman Budaya?

Budaya adalah cara hidup, kebiasaan, dan hasil karya yang dimiliki oleh sekelompok orang. Karena Indonesia terdiri dari ribuan pulau, maka setiap pulau memiliki ciri khasnya sendiri. Itulah yang disebut Keberagaman.


2. Mengenal Kekayaan Budaya

A. Rumah Adat (Tempat Tinggal yang Unik)

Setiap daerah punya bentuk rumah yang disesuaikan dengan lingkungan alamnya.

  • Rumah Gadang (Sumatera Barat): Atapnya runcing seperti tanduk kerbau.
  • Rumah Honai (Papua): Bentuknya bulat dan atapnya dari jerami untuk menjaga kehangatan.
  • Rumah Joglo (Jawa Tengah): Memiliki pendopo yang luas di depan rumah.

B. Pakaian Adat (Busana yang Cantik)

Pakaian adat biasanya digunakan saat upacara pernikahan atau acara besar.

  • Ulos dari Sumatera Utara.
  • Kebaya dari Jawa.
  • Baju Bodo dari Sulawesi Selatan.

C. Kesenian: Tari dan Alat Musik

Budaya juga bisa kita rasakan lewat gerak dan suara.

  • Tari Kecak (Bali): Mengandalkan suara "cak-cak" dari banyak orang.
  • Alat Musik Angklung (Jawa Barat): Terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan.
  • Alat Musik Tifa (Maluku & Papua): Mirip kendang yang dipukul.

3. Contoh Keberagaman Berdasarkan Wilayah

Berikut adalah tabel ringkasan agar kalian mudah mengingatnya:

Daerah

Rumah Adat

Tari Daerah

Makanan Khas

Aceh

Rumoh Aceh

Tari Saman

Mie Aceh

Sumatera Barat

Rumah Gadang

Tari Piring

Rendang

Jakarta

Rumah Kebaya

Tari Yapong

Kerak Telor

Bali

Gapura Candi Bentar

Tari Pendet

Ayam Betutu

Papua

Rumah Honai

Tari Sajojo

Papeda


4. Sikap Kita Terhadap Perbedaan

Karena kita punya banyak perbedaan, kita harus memiliki sikap yang baik agar tetap rukun. Ingat semboyan kita: Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu).

Cara menjaga kerukunan:

  1. Menghormati: Tidak mengejek cara bicara atau adat teman dari daerah lain.
  2. Mau Belajar: Senang mencoba makanan daerah lain atau belajar tariannya.
  3. Bekerja Sama: Tetap mau belajar kelompok atau bermain bersama tanpa pilih-pilih.

 

LATIHAN SOAL

1. Semboyan bangsa Indonesia yang mengajarkan kita untuk tetap bersatu meskipun berbeda-beda adalah... 

A. Tut Wuri Handayani

B. Bhinneka Tunggal Ika 

C. Maju Tak Gentar


2. Rumah adat yang berasal dari provinsi Sumatera Barat dan memiliki ciri khas atap runcing seperti tanduk kerbau disebut... 

A. Rumah Honai 

B. Rumah Joglo 

C. Rumah Gadang


3. Angklung adalah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan. Angklung berasal dari daerah... 

A. Jawa Barat 

B. Papua

C. Bali


4. Jika kita memiliki teman yang berasal dari suku yang berbeda dan berbicara dengan dialek yang lucu menurut kita, sikap yang baik adalah... 

A. Menertawakannya bersama teman lain 

B. Menghargainya dan tetap mendengarkan dengan baik 

C. Memintanya untuk tidak bicara lagi


5. Papeda adalah makanan khas yang terbuat dari sagu. Makanan ini berasal dari daerah... 

A. Jakarta 

B. Maluku dan Papua 

C. Sumatera Utara


SBDP

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu membuat karya berdasarkan pengalaman pribadi.

Alur Tujuan Pembelajaran:

s  Peserta didik mampu menggali ide dengan menceritakan kembali peristiwa atau pengalaman pribadi yang paling berkesan (lucu, sedih, atau menyenangkan).

s  Peserta didik mampu membuat sketsa kasar (draft) dari cerita pengalaman tersebut ke dalam bidang gambar dengan memperhatikan komposisi sederhana.

Materi:




1. Menemukan Cerita di Balik Kenangan

Setiap orang memiliki cerita unik. Sebuah karya seni yang bermakna sering kali lahir dari pengalaman pribadi . Untuk memulainya, kita perlu menengok kembali ingatan kita dan mencari momen yang paling berkesan.

Jenis-jenis Pengalaman Berkesan:

  • Momen Lucu: Kejadian yang membuat Anda tertawa terpingkal-pingkal (misal: salah memakai sepatu ke sekolah).

  • Momen Menyenangkan: Peristiwa yang membuat hati bahagia (misal: mendapat kado impian atau berlibur ke pantai).

  • Momen Sedih: Kejadian yang memberikan pelajaran berharga (misal: kehilangan hewan peliharaan atau terjatuh dari sepeda).

Tips Menggali Ide: Tutup matamu sejenak, bayangkan satu kejadian yang paling kamu ingat. Siapa saja yang ada di sana? Di mana tempatnya? Apa yang kamu rasakan saat itu?


2. Bercerita Sebelum Menggambar

Sebelum tangan mulai menggoreskan pensil, sampaikan ceritamu secara lisan atau tulisan singkat. Hal ini berfungsi untuk:

  1. Menentukan Objek Utama: Siapa atau apa yang menjadi pusat perhatian dalam gambar?

  2. Menentukan Latar Belakang: Di mana kejadian itu terjadi? (Rumah, sekolah, taman, dsb).

  3. Menentukan Suasana: Bagaimana ekspresi wajah orang-orang dalam cerita tersebut?


3. Menyusun komposisi Sederhana

Komposisinya adalah cara kita menata objek dalam bidang gambar agar enak dilihat. Dalam tahap awal, kita bisa menggunakan prinsip sederhana:

  • Pusat Perhatian (Center of Interest): letakkan bagian paling penting dari ceritamu di tempat yang mudah terlihat (biasanya di tengah atau agak ke pinggir).

  • Keseimbangan: Jangan menumpuk semua gambar di satu sisi saja. Manfaatkan ruang kosong di kertas.

  • Skala: Objek yang dekat digambar lebih besar, sedangkan objek yang jauh digambar lebih kecil.


4. Membuat Sketsa Kasar (Draft)

Sketsa kasar adalah coretan awal untuk memetakan ide. Jangan salah takut!

Langkah-langkah Membuat Sketsa:

  1. Garis Tipis: Gunakan pensil dengan tekanan ringan agar mudah dihapus jika ingin diperbaiki.

  2. Bentuk Dasar: Mulailah dengan bentuk lingkaran, kotak, atau segitiga untuk membangun anatomi manusia atau bangunan.

  3. Detail Bertahap: Setelah posisi objek dirasa pas, mulailah tambahkan detail seperti pakaian, rambut, atau benda-benda di sekitar.


MTK

Capaian Pembelajaran :

Peserta Didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segi empat, segitiga, dll) mereka dapat menyusun dan berbagai bangun datar dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan.

Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar 

Alur Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyebutkan berbagai bentuk bangun datar yang ditemukan di lingkungan sekolah

- Peserta didik mempu menganalisa dan mendeskripsikan ciri-ciri bangun datar pola segi empat dan segitiga

-Peserta didik mampu membedakan dan mendeskripsikan karakteristik khusus pada berbagai jenis segi melalui gambar

 

Materi :

 


 

 

 

 

Mengenal Bangun Datar

1. Apa itu Bangun Datar?

Bangun datar adalah sebutan untuk bangun-bangun dua dimensi. Bangun datar adalah sebuah bidang datar yang dibatasi oleh garis lurus atau garis lengkung. Karena hanya dua dimensi, bangun datar hanya memiliki panjang dan lebar, tapi tidak memiliki tinggi atau tebal.


2. Jenis-Jenis Bangun Datar dan Cirinya

Mari kita pelajari beberapa bangun datar yang paling sering kita temui:

A. Persegi

Persegi adalah bangun datar yang memiliki 4 sisi yang sama panjang.

  • Ciri-ciri:
    • Memiliki 4 sisi (garis) yang panjangnya persis sama.
    • Memiliki 4 titik sudut (pojok).
  • Contoh benda: Ubin/lantai keramik, kertas lipat (origami), dan sisi dadu.

B. Persegi Panjang

Persegi panjang mirip dengan persegi, tapi dua sisi yang berhadapan lebih panjang dari dua sisi lainnya.

  • Ciri-ciri:
    • Memiliki 4 sisi.
    • Sisi yang berhadapan sama panjang.
    • Memiliki 4 titik sudut.
  • Contoh benda: Buku tulis, papan tulis, pintu, dan uang kertas.

C. Segitiga

Segitiga adalah bangun datar yang dibentuk oleh 3 buah garis.

  • Ciri-ciri:
    • Memiliki 3 sisi.
    • Memiliki 3 titik sudut.
  • Jenis segitiga: Ada segitiga sama sisi (semua sisi sama panjang), segitiga sama kaki (2 sisi sama panjang), dan segitiga siku-siku.
  • Contoh benda: Penggaris segitiga, potongan pizza, dan atap rumah.

D. Lingkaran

Lingkaran adalah bangun datar yang terbentuk dari satu garis lengkung yang saling bertemu.

  • Ciri-ciri:
    • Hanya memiliki 1 sisi lengkung.
    • Tidak memiliki titik sudut.
  • Contoh benda: Jam dinding, koin, roda sepeda, dan piring.

3. Komponen Bangun Datar

Untuk memahami bangun datar, kita perlu tahu dua istilah ini:

  1. Sisi: Garis-garis yang membentuk pinggiran bangun datar.
  2. Sudut: Titik pertemuan antara dua garis (ujung atau pojok).

4. Tabel Ringkasan

Nama Bangun

Jumlah Sisi

Jumlah Sudut

Persegi

4

4

Persegi Panjang

4

4

Segitiga

3

3

Lingkaran

1 (lengkung)

0


Latihan Soal :

  1. Apa bentuk permukaan buku paketmu?
  2. Apa bentuk dari uang koin lima ratus rupiah?
  3. Sebutkan benda di sekolahmu yang berbentuk lingkaran!


Kesimpulan

Penutup
"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar