Hari/Tanggal : Kamis, 15 Januari 2026
Metode : diskusi, presentasi
Media : Video Pembelajaran, LKPD
MTK
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat menyelesaikan dan menentukan hubungan satuan panjang.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- s Peserta didik mampu mengenal kembali satuan baku panjang centimeter (cm) dan meter (m) melalui kegiatan mengukur benda-benda di sekitar kelas secara aktif.
- s Peserta didik mampu menjelaskan hubungan konversi satuan panjang (misalnya 1 meter sama dengan 100 centimeter) menggunakan alat bantu tangga satuan atau penggaris.
- Peserta didik mampu menentukan hasil konversi satuan panjang dalam perhitungan sederhana dan menyelesaikan masalah kontekstual terkait ukuran Panjang.
Materi:
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat menyelesaikan dan menentukan hubungan satuan panjang.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- s Peserta didik mampu mengenal kembali satuan baku panjang centimeter (cm) dan meter (m) melalui kegiatan mengukur benda-benda di sekitar kelas secara aktif.
- s Peserta didik mampu menjelaskan hubungan konversi satuan panjang (misalnya 1 meter sama dengan 100 centimeter) menggunakan alat bantu tangga satuan atau penggaris.
- Peserta didik mampu menentukan hasil konversi satuan panjang dalam perhitungan sederhana dan menyelesaikan masalah kontekstual terkait ukuran Panjang.
Materi:
1. Apa itu Alat Ukur Baku?
Alat ukur baku adalah alat ukur yang hasilnya selalu sama meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda. Contoh satuan baku untuk panjang adalah sentimeter (cm) dan meter (m). Contoh satuan baku untuk berat adalah gram (g) dan kilogram (kg).
2. Mengenal Alat Ukur Panjang Baku
Untuk mengukur panjang sebuah benda atau tinggi badan, kita memerlukan alat yang tepat:
Penggaris: Digunakan untuk mengukur benda-benda yang pendek atau kecil.
Contoh: Mengukur buku tulis, pensil, atau penghapus.
Satuan: Sentimeter (cm).
Meteran Pita (Meteran Kain): Biasanya digunakan oleh penjahit atau untuk mengukur bagian tubuh.
Contoh: Mengukur lingkar pinggang atau panjang kain.
Meteran Saku (Meteran Tukang): Digunakan untuk mengukur benda yang cukup panjang.
Contoh: Mengukur lebar pintu atau panjang meja kelas.
3. Mengenal Alat Ukur Berat Baku
Untuk mengetahui berat suatu benda atau berat badan kita, alat yang digunakan disebut timbangan.
Timbangan Dapur (Timbangan Kue): Digunakan untuk menimbang bahan makanan yang jumlahnya sedikit.
Contoh: Menimbang tepung, telur, atau gula untuk membuat kue.
Timbangan Badan: Digunakan khusus untuk mengukur berat tubuh manusia.
Contoh: Mengetahui berapa kilogram berat badan kita saat ini.
Timbangan Warung (Timbangan Bebek/Kodok): Sering kita lihat di pasar.
Contoh: Menimbang cabai, bawang, atau buah-buahan.
4. Cara Mengukur yang Benar
Agar hasil pengukuran akurat, ikutilah langkah-langkah berikut:
Letakkan Titik Nol: Pastikan ujung benda sejajar dengan angka 0 pada alat ukur (penggaris atau timbangan).
Posisi Mata: Lihatlah angka pada alat ukur secara tegak lurus (tidak miring ke kiri atau ke kanan).
Catat Hasilnya: Baca angka terakhir yang ditunjukkan oleh alat tersebut.
- Ibu ingin membuat kue dan membutuhkan 200 gram tepung terigu. Ibu harus menggunakan ....
Andi ingin mengukur panjang buku gambar miliknya. Andi sebaiknya menggunakan ....
Siska ingin mengetahui berat badannya setelah libur sekolah. Siska menggunakan ...
SBDP
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mmembuat karya berdasarkan pengalaman pribadi
Alur Tujuan Pembelajaran:
-Peserta didik mampu memilih alat dan bahan yang sesuai untuk mewujudkan gagasan ceritanya ke dalam karya seni (gambar/lukisan)
Peserta didik mampu mempresentasikan karya seninya sambil menceritakan hubungan antara pengalaman pribadi dengan hasil karya yang dibuat..
Materi:
Setiap orang memiliki cerita unik dalam hidupnya—seperti liburan keluarga, momen memenangkan lomba, atau sekadar bermain di taman. Cerita-cerita ini bisa kita “abadi-kan” bukan hanya melalui tulisan, tetapi juga melalui karya seni rupa (gambar atau lukisan).
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mmembuat karya berdasarkan pengalaman pribadi
Alur Tujuan Pembelajaran:
-Peserta didik mampu memilih alat dan bahan yang sesuai untuk mewujudkan gagasan ceritanya ke dalam karya seni (gambar/lukisan)
Peserta didik mampu mempresentasikan karya seninya sambil menceritakan hubungan antara pengalaman pribadi dengan hasil karya yang dibuat..
Materi:
Setiap orang memiliki cerita unik dalam hidupnya—seperti liburan keluarga, momen memenangkan lomba, atau sekadar bermain di taman. Cerita-cerita ini bisa kita “abadi-kan” bukan hanya melalui tulisan, tetapi juga melalui karya seni rupa (gambar atau lukisan).
1. Menemukan Gagasan (Ide)
Sebelum mulai berkarya, kita perlu menggali ingatan tentang pengalaman pribadi. Tanyakan pada diri sendiri:
Kejadian apa yang paling berkesan?
Siapa saja tokoh yang ada di sana?
Di mana lokasi kejadiannya?
Bagaimana perasaanmu saat itu? (Senang, sedih, atau bangga?)
Sebelum mulai berkarya, kita perlu menggali ingatan tentang pengalaman pribadi. Tanyakan pada diri sendiri:
Kejadian apa yang paling berkesan?
Siapa saja tokoh yang ada di sana?
Di mana lokasi kejadiannya?
Bagaimana perasaanmu saat itu? (Senang, sedih, atau bangga?)
2. Memilih Alat dan Bahan yang Tepat
Pemilihan alat sangat menentukan hasil akhir karya. Kita harus menyesuaikan alat dengan kesan yang ingin kita tampilkan.
Jenis Alat/Bahan Karakteristik Cocok Untuk... Pensil Warna Detail, mudah dikontrol, tekstur halus. Cerita yang punya banyak detail kecil. Krayon/Pastel Minyak Warna cerah, tebal, tekstur kuat. Ekspresi perasaan yang ceria dan berani. Cat Air Transparan, lembut, mengalir. Suasana yang tenang, mimpi, atau pemandangan alam. Spidol Garis tegas, warna kontras/tajam. Karya bergaya ilustrasi atau komik.
Tips: Gunakan kertas yang lebih tebal (seperti buku gambar A3 atau kertas cat air ) jika kamu memilih menggunakan media basah seperti cat air agar kertas tidak melengkung.
Pemilihan alat sangat menentukan hasil akhir karya. Kita harus menyesuaikan alat dengan kesan yang ingin kita tampilkan.
| Jenis Alat/Bahan | Karakteristik | Cocok Untuk... |
| Pensil Warna | Detail, mudah dikontrol, tekstur halus. | Cerita yang punya banyak detail kecil. |
| Krayon/Pastel Minyak | Warna cerah, tebal, tekstur kuat. | Ekspresi perasaan yang ceria dan berani. |
| Cat Air | Transparan, lembut, mengalir. | Suasana yang tenang, mimpi, atau pemandangan alam. |
| Spidol | Garis tegas, warna kontras/tajam. | Karya bergaya ilustrasi atau komik. |
Tips: Gunakan kertas yang lebih tebal (seperti buku gambar A3 atau kertas cat air ) jika kamu memilih menggunakan media basah seperti cat air agar kertas tidak melengkung.
3. Langkah-Langkah Berkarya
Sketsa (Drafting): Gambar garis tipis menggunakan pensil untuk menentukan tata letak objek (komposisi). Jangan menekan pensil terlalu keras agar mudah dihapus jika ada kesalahan.
Pemilihan Media: Pilih alat warna yang paling sesuai dengan suasana ceritamu.
Pewarnaan: Mulailah mewarnai dari bagian paling jauh (latar belakang) menuju objek utama di depan.
Finishing: Berikan penegasan pada bagian-bagian penting, misalnya memberikan outline (garis tepi) hitam atau menambahkan detail tekstur.
Sketsa (Drafting): Gambar garis tipis menggunakan pensil untuk menentukan tata letak objek (komposisi). Jangan menekan pensil terlalu keras agar mudah dihapus jika ada kesalahan.
Pemilihan Media: Pilih alat warna yang paling sesuai dengan suasana ceritamu.
Pewarnaan: Mulailah mewarnai dari bagian paling jauh (latar belakang) menuju objek utama di depan.
Finishing: Berikan penegasan pada bagian-bagian penting, misalnya memberikan outline (garis tepi) hitam atau menambahkan detail tekstur.
4. Contoh Kesesuaian Alat
Cerita: "Aku memenangkan lomba lari di sekolah."
Pilihan Alat: Krayon. Karena krayon memberikan kesan energi yang kuat dan warna-warna yang dinamis sesuai dengan semangat perlombaan.
PKN
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu membedakan keragaman identitas teman temannya di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Alur Tujuan Pembelajaran:
peserta didik mampu membedakan identitas teman sebaya di kelas (bahasa daerah, suku dan agama) melalui kegiatan wawancara atau diskusi kelompok secara santun.
Materi:
Cerita: "Aku memenangkan lomba lari di sekolah."
Pilihan Alat: Krayon. Karena krayon memberikan kesan energi yang kuat dan warna-warna yang dinamis sesuai dengan semangat perlombaan.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu membedakan keragaman identitas teman temannya di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Alur Tujuan Pembelajaran:
peserta didik mampu membedakan identitas teman sebaya di kelas (bahasa daerah, suku dan agama) melalui kegiatan wawancara atau diskusi kelompok secara santun.
Materi:
1. Perbedaan Suku Bangsa
Suku bangsa adalah sekelompok masyarakat yang memiliki asal-usul dan tempat tinggal yang sama sejak lama. Di Indonesia, ada ratusan suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Contoh Suku di Indonesia:
Pulau Jawa: Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Betawi.
Pulau Sumatera: Suku Batak, Suku Minangkabau, Suku Aceh.
Pulau Kalimantan: Suku Dayak, Suku Banjar.
Pulau Sulawesi: Suku Bugis, Suku Toraja.
Pulau Papua: Suku Asmat, Suku Dani.
Suku bangsa adalah sekelompok masyarakat yang memiliki asal-usul dan tempat tinggal yang sama sejak lama. Di Indonesia, ada ratusan suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Contoh Suku di Indonesia:
Pulau Jawa: Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Betawi.
Pulau Sumatera: Suku Batak, Suku Minangkabau, Suku Aceh.
Pulau Kalimantan: Suku Dayak, Suku Banjar.
Pulau Sulawesi: Suku Bugis, Suku Toraja.
Pulau Papua: Suku Asmat, Suku Dani.
2. Perbedaan Bahasa Daerah
Setiap suku bangsa biasanya memiliki Bahasa Daerah masing-masing. Bahasa daerah digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama anggota suku.
Meskipun bahasanya berbeda-beda, kita punya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan agar semua suku bisa saling mengerti.
Contoh Perbedaan Kata (Artinya: Makan):
Bahasa Jawa: Mangan
Bahasa Sunda: Tuang atau Dahar
Bahasa Batak: Mangan
Bahasa Indonesia: Makan
Setiap suku bangsa biasanya memiliki Bahasa Daerah masing-masing. Bahasa daerah digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama anggota suku.
Meskipun bahasanya berbeda-beda, kita punya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan agar semua suku bisa saling mengerti.
Contoh Perbedaan Kata (Artinya: Makan):
Bahasa Jawa: Mangan
Bahasa Sunda: Tuang atau Dahar
Bahasa Batak: Mangan
Bahasa Indonesia: Makan
3. Perbedaan Budaya
Budaya adalah hasil karya atau kebiasaan suatu masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Budaya membuat setiap daerah unik dan istimewa.
Budaya bisa kita lihat dari:
Rumah Adat: Contohnya Rumah Gadang (Sumatera Barat) dan Rumah Joglo (Jawa).
Pakaian Adat: Contohnya Kebaya (Jawa) dan Baju Bodo (Sulawesi Selatan).
Tarian Daerah: Contohnya Tari Kecak (Bali) dan Tari Saman (Aceh).
Makanan Khas: Contohnya Rendang (Padang), Gudeg (Yogya), dan Papeda (Papua).
Budaya adalah hasil karya atau kebiasaan suatu masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Budaya membuat setiap daerah unik dan istimewa.
Budaya bisa kita lihat dari:
Rumah Adat: Contohnya Rumah Gadang (Sumatera Barat) dan Rumah Joglo (Jawa).
Pakaian Adat: Contohnya Kebaya (Jawa) dan Baju Bodo (Sulawesi Selatan).
Tarian Daerah: Contohnya Tari Kecak (Bali) dan Tari Saman (Aceh).
Makanan Khas: Contohnya Rendang (Padang), Gudeg (Yogya), dan Papeda (Papua).
Mengapa Kita Harus Menghargai Perbedaan?
Walaupun kita berbeda suku, bahasa, dan budaya, kita adalah satu bangsa, yaitu Bangsa Indonesia. Hal ini sesuai dengan semboyan negara kita:
"Bhinneka Tunggal Ika"
Artinya: Walaupun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua.
Cara menghargai perbedaan:
Bermain dengan teman tanpa membeda-bedakan suku.
Menghargai teman yang sedang berbicara dengan bahasa daerahnya.
Mau mempelajari tarian atau mencicipi makanan dari daerah lain.
Walaupun kita berbeda suku, bahasa, dan budaya, kita adalah satu bangsa, yaitu Bangsa Indonesia. Hal ini sesuai dengan semboyan negara kita:
"Bhinneka Tunggal Ika" Artinya: Walaupun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua.
Cara menghargai perbedaan:
Bermain dengan teman tanpa membeda-bedakan suku.
Menghargai teman yang sedang berbicara dengan bahasa daerahnya.
Mau mempelajari tarian atau mencicipi makanan dari daerah lain.
SOAL
Apa nama suku bangsa orang tuamu?
Sebutkan satu kata dalam bahasa daerahmu!
Apa makanan khas yang paling kamu sukai dari daerahmu?
Apa nama suku bangsa orang tuamu?
Sebutkan satu kata dalam bahasa daerahmu!
Apa makanan khas yang paling kamu sukai dari daerahmu?
Kesimpulan
Penutup"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar