Hari/Tanggal : Selasa, 13 Januari 2026
Metode : diskusi, presentasi
Media : Video Pembelajaran, LKPD
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mempresentasikan poster promosi dengan percaya diri.
Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mempraktikkan sikap tubuh/gestur yang sopan saat berbicara di depan kelas atau dalam forum diskusi.
Materi:
Presentasi bukan hanya soal apa yang kita katakan, tetapi juga tentang bagaimana cara kita menyampaikannya . Poster yang bagus akan jauh lebih menarik jika disajikan dengan sikap tubuh yang tepat dan rasa percaya diri yang tinggi.
1. Persiapan Mental: Membangun Percaya Diri
Sebelum maju ke depan, pastikan kamu menguasai konten postermu:
Kuasai Materi: Pahami poin-poin utama dalam poster (Judul, tujuan promosi, dan ajakan/CTA).
Latihan Peran: Ambil napas dalam sebelum memulai untuk menenangkan saraf.
Berpikir Positif: Ingatlah bahwa teman-temanmu ingin mendengar apa yang kamu sampaikan.
2. Sikap Tubuh (Gestur) yang Sopan dan Profesional
Dalam Alur Tujuan Pembelajaran, gestur adalah kunci. Gunakan panduan "SIAP" berikut:
| Unsur Tubuh | Cara yang Sopan & Benar | Hindari |
| Posisi berdiri | Berdiri tegak dengan kedua kaki sejajar (selebar bahu). | Bersandar di meja, membungkuk, atau bertopang dagu. |
| Tangan | Gunakan tangan untuk menunjuk bagian poster secara terbuka (telapak tangan menghadap ke atas). | Memasukkan tangan ke saku, melipat tangan di dada, atau membelakangi penonton. |
| Kontak Mata | Tatap audiens secara bergantian (kiri, tengah, kanan). | Hanya melihat ke lantai, plafon, atau terus-menerus membaca poster. |
| Ekspresi Wajah | Tersenyum ramah di awal dan akhir presentasi. | Wajah terlalu tegang atau tampak cemberut. |
3. Struktur Presentasi Poster
Agar presentasimu teratur, ikuti urutan berikut:
Pembukaan: Salam (Selamat pagi/siang), sapa audiens, dan perkenalkan diri.
Isi (Promosi): menjelaskan apa yang dipromosikan dalam poster. pilihan keunggulannya.
Ajakan (Call to Action): Ajak audiens untuk melakukan sesuatu (misal: "Ayo beli!", "Jangan lupa hadir!").
Penutup: Ucapkan terima kasih dan buka sesi tanya jawab singkat.
4. Etika dalam Forum Diskusi
Jika ada teman yang bertanya atau memberikan masukan:
Dengarkan dengan Sekssama: Jangan menghentikan pembicaraan orang lain.
Merespons dengan Sopan: Gunakan kata-kata seperti, "Terima kasih atas pertanyaannya," atau "Saran yang sangat bagus, akan saya terima."
Menghargai Perbedaan: Jika ada kritik, terimalah dengan lapang dada sebagai bahan perbaikan.
PKN
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu membedakan keragaman identitas teman temannya di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Alur Tujuan Pembelajaran:
peserta didik mampu membedakan identitas teman sebaya di kelas (bahasa daerah, suku dan agama) melalui kegiatan wawancara atau diskusi kelompok secara santun.
Materi:
1. Apa itu Identitas Diri?
1. Apa itu Identitas Diri?
Identitas diri adalah ciri-ciri khusus yang melekat pada seseorang yang membedakannya dengan orang lain. Identitas diri membantu orang lain mengenali siapa kita.
Identitas diri terdiri dari:
Karakteristik Fisik: Bentuk rambut (lurus/keriting), warna kulit, tinggi badan, dan bentuk mata.
Identitas Sosial: Nama lengkap, tempat tanggal lahir, agama, suku bangsa, dan bahasa yang digunakan sehari-hari.
2. Mengenal Anggota Keluarga Inti
Keluarga inti adalah kelompok terkecil dalam masyarakat yang tinggal dalam satu rumah. Keluarga inti terdiri dari:
Ayah: Kepala keluarga.
Ibu: Orang tua perempuan yang melahirkan dan merawat kita.
Anak: Kakak atau adik (termasuk diri kita sendiri).
Setiap anggota keluarga memiliki karakteristik yang berbeda-beda, namun tetap bersatu dalam kasih sayang.
3. Identitas dalam Keberagaman (Suku, Bahasa, dan Agama)
Indonesia adalah negara yang kaya. Identitas diri dan keluarga kita pasti berkaitan dengan:
Suku Bangsa: Misalnya suku Jawa, Lampung, Sunda, Minang, atau Bugis. Setiap suku memiliki adat istiadat yang unik.
Bahasa: Selain Bahasa Indonesia, kita mungkin menggunakan bahasa daerah di rumah, seperti Bahasa Lampung atau Bahasa Jawa.
Agama: Di Indonesia ada agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Kita harus menghargai identitas agama setiap orang.
4. Aktivitas Mandiri: "Pohon Identitas Keluargaku"
Cobalah untuk mengisi identitas singkat di bawah ini untuk mengenal dirimu lebih dalam:
Nama Lengkapku: .......................................................
Suku Bangsaku: .......................................................
Agamaku: .......................................................
Ciri Fisikku: (Contoh: Rambut hitam lurus, kulit sawo matang)
Anggota Keluargaku:
Ayah bernama .................... , sukunya ....................
Ibu bernama .................... , sukunya ....................
Saya anak ke- .................... dari .................... bersaudara.
5. Mengapa Kita Harus Mengenal Identitas?
Mengenal identitas diri dan keluarga sangat penting agar:
Kita merasa bangga dengan asal-usul kita.
Kita bisa memperkenalkan diri dengan baik kepada orang lain.
Kita bisa belajar menghargai perbedaan yang ada di sekitar kita (Sikap Toleransi).
Latihan Soal Singkat
Sebutkan 2 contoh karakteristik fisik yang ada pada dirimu!
Jika ayahmu berasal dari suku Jawa dan ibumu dari suku Lampung, maka keluargamu memiliki keberagaman dalam hal ....
Mengapa kita harus menggunakan bahasa yang santun saat memperkenalkan identitas diri.
MTK
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat menyelesaikan dan menentukan hubungan satuan panjang.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- s
Peserta
didik mampu mengenal kembali satuan baku panjang centimeter (cm) dan meter (m)
melalui kegiatan mengukur benda-benda di sekitar kelas secara aktif.
- s
Peserta didik mampu menjelaskan hubungan konversi satuan
panjang (misalnya 1 meter sama dengan 100 centimeter) menggunakan alat bantu
tangga satuan atau penggaris.
- Peserta didik mampu menentukan hasil konversi satuan panjang dalam
perhitungan sederhana dan menyelesaikan masalah kontekstual terkait ukuran
Panjang.
Materi:
Sebutkan 2 contoh karakteristik fisik yang ada pada dirimu!
Jika ayahmu berasal dari suku Jawa dan ibumu dari suku Lampung, maka keluargamu memiliki keberagaman dalam hal ....
Mengapa kita harus menggunakan bahasa yang santun saat memperkenalkan identitas diri.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat menyelesaikan dan menentukan hubungan satuan panjang.
Alur Tujuan Pembelajaran:
- s Peserta didik mampu mengenal kembali satuan baku panjang centimeter (cm) dan meter (m) melalui kegiatan mengukur benda-benda di sekitar kelas secara aktif.
- s Peserta didik mampu menjelaskan hubungan konversi satuan panjang (misalnya 1 meter sama dengan 100 centimeter) menggunakan alat bantu tangga satuan atau penggaris.
- Peserta didik mampu menentukan hasil konversi satuan panjang dalam perhitungan sederhana dan menyelesaikan masalah kontekstual terkait ukuran Panjang.
Materi:
1. Apa itu Alat Ukur Baku?
Alat ukur baku adalah alat ukur yang hasilnya selalu sama meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda. Contoh satuan baku untuk panjang adalah sentimeter (cm) dan meter (m). Contoh satuan baku untuk berat adalah gram (g) dan kilogram (kg).
2. Mengenal Alat Ukur Panjang Baku
Untuk mengukur panjang sebuah benda atau tinggi badan, kita memerlukan alat yang tepat:
Penggaris: Digunakan untuk mengukur benda-benda yang pendek atau kecil.
Contoh: Mengukur buku tulis, pensil, atau penghapus.
Satuan: Sentimeter (cm).
Meteran Pita (Meteran Kain): Biasanya digunakan oleh penjahit atau untuk mengukur bagian tubuh.
Contoh: Mengukur lingkar pinggang atau panjang kain.
Meteran Saku (Meteran Tukang): Digunakan untuk mengukur benda yang cukup panjang.
Contoh: Mengukur lebar pintu atau panjang meja kelas.
3. Mengenal Alat Ukur Berat Baku
Untuk mengetahui berat suatu benda atau berat badan kita, alat yang digunakan disebut timbangan.
Timbangan Dapur (Timbangan Kue): Digunakan untuk menimbang bahan makanan yang jumlahnya sedikit.
Contoh: Menimbang tepung, telur, atau gula untuk membuat kue.
Timbangan Badan: Digunakan khusus untuk mengukur berat tubuh manusia.
Contoh: Mengetahui berapa kilogram berat badan kita saat ini.
Timbangan Warung (Timbangan Bebek/Kodok): Sering kita lihat di pasar.
Contoh: Menimbang cabai, bawang, atau buah-buahan.
4. Cara Mengukur yang Benar
Agar hasil pengukuran akurat, ikutilah langkah-langkah berikut:
Letakkan Titik Nol: Pastikan ujung benda sejajar dengan angka 0 pada alat ukur (penggaris atau timbangan).
Posisi Mata: Lihatlah angka pada alat ukur secara tegak lurus (tidak miring ke kiri atau ke kanan).
Catat Hasilnya: Baca angka terakhir yang ditunjukkan oleh alat tersebut.
- Ibu ingin membuat kue dan membutuhkan 200 gram tepung terigu. Ibu harus menggunakan ....
Andi ingin mengukur panjang buku gambar miliknya. Andi sebaiknya menggunakan ....
Siska ingin mengetahui berat badannya setelah libur sekolah. Siska menggunakan ...
Kesimpulan
Penutup"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar