Selasa, 06 Januari 2026

Rabu, 7 Januari 2026

                   


Hari/Tanggal : Rabu, 7 Januari 2026

Fase/Kelas : B/ 3 A

Sekolah : SD Al Azhar 3 Bandar Lampung 

Pelajaran : B. indonesia, IPAS, MTK, SBDP

Metode : diskusi, presentasi 

Media : Video Pembelajaran, LKPD

BAHASA INDONESIA

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu mempraktekkan wawancara sederhana untuk mencari informasi

Alur Tujuan Pembelajaran:

 Peserta didik mampu mengenal dan memilih kosakata yang santun (etika berbicara) saat akan menyampaikan pendapat kepada guru dan teman.

Materi: 


A. Apa itu Wawancara?

Wawancara adalah kegiatan tanya jawab antara dua orang atau lebih untuk mendapatkan informasi tentang suatu hal.

  • Pewawancara: Orang yang mengajukan pertanyaan.

  • Narasumber: Orang yang memberikan informasi (jawaban).

B. Mengenal Kosakata Santun (Etika Berbicara)

Sebelum melakukan wawancara, kita harus tahu cara berbicara yang baik agar narasumber merasa dihormati. Berikut adalah kata-kata "ajaib" yang harus digunakan:

  1. Kata Sapaan yang Tepat:

    • Kepada Guru: "Selamat pagi, Bapak/Ibu..."

    • Kepada Teman: "Halo [Nama Teman]..."

  2. Kata Permohonan (Meminta Izin):

    • Gunakan kata "Bolehkah" atau "Bisakah".

    • Contoh: "Bolehkah saya meminta waktunya sebentar untuk bertanya?"

  3. Kata Tolong:

    • Gunakan saat meminta narasumber menjelaskan sesuatu.

    • Contoh: "Tolong jelaskan bagaimana cara merawat tanaman ini, Bu."

  4. Kata Terima Kasih:

    • Gunakan setelah mendapatkan jawaban atau setelah wawancara selesai.

C. Sikap Tubuh (Gestur) yang Baik

Selain kata-kata, tubuh kita juga harus menunjukkan kesantunan:

  • Tatap Mata: Melihat ke arah narasumber saat berbicara (bukan melihat ke bawah atau ke samping).

  • Berdiri/Duduk Tegak: Tidak membungkuk atau bersandar malas.

  • Tersenyum: Agar suasana wawancara menjadi menyenangkan.

  • Mendengarkan: Tidak memotong pembicaraan saat narasumber sedang menjawab.


D. Langkah-Langkah Wawancara Sederhana

  1. Persiapan: Tentukan siapa yang akan diwawancara dan siapkan daftar pertanyaan (Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana).

  2. Pembukaan: Ucapkan salam dan sampaikan maksud dengan sopan.

    • Contoh: "Selamat pagi Ibu Guru, bolehkah saya bertanya tentang kebersihan kelas?"

  3. Inti (Tanya Jawab): Ajukan pertanyaan dengan suara yang jelas (volume cukup) dan nada yang ramah (intonasi tepat).

  4. Penutup: Ucapkan terima kasih dan salam penutup.

    • Contoh: "Terima kasih atas informasinya, Pak. Selamat siang."


E. Lembar Latihan: "Pilih Kata yang Tepat"

Instruksi: Lingkari pilihan yang paling santun!

  1. Saat bertemu Ibu Guru di koridor untuk wawancara:

    • a. "Woi Bu, mau nanya dong!"

    • b. "Permisi Ibu, selamat pagi. Bolehkah saya mengganggu waktunya sebentar?"

  2. Saat teman menjawab pertanyaan dengan suara pelan:

    • a. "Suaranya kecil banget, ulang!"

    • b. "Maaf, bisakah kamu mengulang jawabannya sekali lagi?"

  3. Setelah selesai bertanya:

    • a. "Oke, makasih ya." (Lalu pergi begitu saja)

    • b. "Terima kasih banyak atas waktunya, ini sangat membantu."



SOAL LATIHAN

Soal 1
Sebelum memulai wawancara, apa yang harus kita sampaikan kepada narasumber sebagai bentuk etika yang baik? 

A. Langsung memberikan pertanyaan. 

B. Meminta izin dan mengucapkan salam dengan sopan. 

C. Menyuruh narasumber untuk cepat menjawab.

Soal 2 

Saat melakukan wawancara dengan Ibu Guru, manakah pilihan kosakata santun yang paling tepat digunakan? 

A. "Ibu, saya mau nanya, jawab ya!" 

B. "Woi Bu, boleh minta informasinya?" 

C. "Mohon maaf Ibu, bolehkah saya meminta waktunya sebentar untuk bertanya?" 

Soal 3 

Bagaimana sikap tubuh (gestur) yang benar saat kita sedang mendengarkan penjelasan dari narasumber? 

A. Menatap mata narasumber dan mendengarkan dengan seksama. 

B. Melihat ke arah lain sambil bermain pensil. 

C. Memotong pembicaraan narasumber sebelum selesai bicara. 


IPAS

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu membuat denah sederhana rumah dan sekolah dengan menggunakan simbol yang tepat.

Alur Tujuan Pembelajaran:

 Peserta didik mampu mengenal fungsi peta dan komponen-komponen dasar peta (judul, legenda, skala, dan arah mata angin) secara sederhana.

Materi: 



Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar (seperti kertas) yang diperkecil dengan skala tertentu. Jika kita ingin melihat gambaran yang lebih kecil seperti rumah atau sekolah, kita menggunakan Denah .

1. Fungsi Peta dan Denah

Peta dan denah memiliki fungsi utama yang sangat penting bagi kita:

  • Menunjukkan Lokasi: Membantu kita menemukan letak suatu tempat (misal: letak UKS di sekolah).

  • Menunjukkan Arah: Agar kita tidak tersesat saat menuju suatu tempat.

  • Menggambarkan Luas: Kita bisa melihat gambaran luas suatu area tanpa harus mengelilinginya secara langsung.

2. Komponen-Komponen Dasar Peta

Agar sebuah denah atau peta mudah dibaca, ada empat komponen utama yang harus ada:

A. Judul Peta

Judul berada di bagian atas dan menjelaskan apa isi dari gambar tersebut .

  • Contoh: “Denah Kelas 4 SD”, “Peta Lingkungan Sekolah”.

B. Arah Mata Angin (Orientasi)

Berfungsi sebagai penunjuk arah. Biasanya menggunakan simbol panah yang mengarah ke arah Utara (U) . Ini membantu kita menentukan posisi Timur, Selatan, dan Barat.

C. Skala

Skala adalah perbandingan ukuran pada gambar dengan ukuran aslinya di lapangan.

  • Contoh: Skala 1:100 berarti 1 cm di gambar mewakili 100 cm (1 meter) di dunia nyata.

D. Legenda (Simbol Peta)

Legenda adalah daftar penjelasan dari simbol-simbol yang digunakan pada denah. Karena kami tidak mungkin menggambar meja atau pohon secara detail, kami menggunakan simbol sederhana.

3. Simbol-Simbol dalam Denah

Berikut adalah beberapa contoh simbol yang umum digunakan saat membuat denah rumah atau sekolah:

ObjekSimbol Sederhana
PintuGaris melengkung atau celah pada dinding
JendelaGaris ganda pada dinding
Mejapanjang atau kotak
Tanaman/TamanLingkaran bergerigi atau simbol bunga
Kamar MandiKotak dengan simbol air/keran

1. Menjelaskan Arti Simbol Andi sedang melihat denah sekolah dan menemukan simbol kotak kecil berwarna hijau di pojok halaman. Untuk mengetahui bahwa simbol kotak hijau tersebut adalah "Taman Sekolah", bagian denah mana yang harus Andi lihat?

A. Judul Peta
B. Skala
C. Legenda
D. Arah Mata Angin

2. Menentukan Posisi Ruangan Rani ingin menunjukkan letak ruang perpustakaan yang berada di sebelah utara ruang kelas. Agar orang yang membaca denahnya tidak bingung menentukan posisi utara, komponen apa yang wajib gambar Rani pada denahnya?

A. Skala
B. Arah Mata Angin
C. Nama Sekolah
D. Gambar Pohon

3. Fungsi Skala secara Sederhana Pada sebuah denah rumah, tertulis skala 1:100. Apa maksud atau kegunaan dari adanya skala tersebut dalam denah?

A. Untuk memberikan warna pada gambar rumah.
B. Untuk menjelaskan siapa pemilik rumah tersebut.
C. Untuk membandingkan ukuran pada gambar dengan ukuran asli di lapangan.
D. Untuk menunjukkan arah jalan menuju rumah.



Matematika

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat


mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku. 

Alur Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu mengenal alat ukur panjang baku (penggaris, meteran pita) dan alat ukur berat baku (timbangan dapur, timbangan badan) yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi: 



1. Apa itu Alat Ukur Baku?

Alat ukur baku adalah alat ukur yang hasilnya selalu sama meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda. Contoh satuan baku untuk panjang adalah sentimeter (cm) dan meter (m). Contoh satuan baku untuk berat adalah gram (g) dan kilogram (kg).

2. Mengenal Alat Ukur Panjang Baku

Untuk mengukur panjang sebuah benda atau tinggi badan, kita memerlukan alat yang tepat:

  • Penggaris: Digunakan untuk mengukur benda-benda yang pendek atau kecil.

    • Contoh: Mengukur buku tulis, pensil, atau penghapus.

    • Satuan: Sentimeter (cm).

  • Meteran Pita (Meteran Kain): Biasanya digunakan oleh penjahit atau untuk mengukur bagian tubuh.

    • Contoh: Mengukur lingkar pinggang atau panjang kain.

  • Meteran Saku (Meteran Tukang): Digunakan untuk mengukur benda yang cukup panjang.

    • Contoh: Mengukur lebar pintu atau panjang meja kelas.

3. Mengenal Alat Ukur Berat Baku

Untuk mengetahui berat suatu benda atau berat badan kita, alat yang digunakan disebut timbangan.

  • Timbangan Dapur (Timbangan Kue): Digunakan untuk menimbang bahan makanan yang jumlahnya sedikit.

    • Contoh: Menimbang tepung, telur, atau gula untuk membuat kue.

  • Timbangan Badan: Digunakan khusus untuk mengukur berat tubuh manusia.

    • Contoh: Mengetahui berapa kilogram berat badan kita saat ini.

  • Timbangan Warung (Timbangan Bebek/Kodok): Sering kita lihat di pasar.

    • Contoh: Menimbang cabai, bawang, atau buah-buahan.

4. Cara Mengukur yang Benar

Agar hasil pengukuran akurat, ikutilah langkah-langkah berikut:

  1. Letakkan Titik Nol: Pastikan ujung benda sejajar dengan angka 0 pada alat ukur (penggaris atau timbangan).

  2. Posisi Mata: Lihatlah angka pada alat ukur secara tegak lurus (tidak miring ke kiri atau ke kanan).

  3. Catat Hasilnya: Baca angka terakhir yang ditunjukkan oleh alat tersebut.


soal latihan
  1. Ibu ingin membuat kue dan membutuhkan 200 gram tepung terigu. Ibu harus menggunakan ....
  2. Andi ingin mengukur panjang buku gambar miliknya. Andi sebaiknya menggunakan ....

  3. Siska ingin mengetahui berat badannya setelah libur sekolah. Siska menggunakan ...


SBDP

Tujuan Pembelajaran:

Menceritakan pengalaman pribadi yang menarik sebagai sumber gagasan dalam berkarya 

Alur Tujuan Pembelajaran:

  • Peserta didik mampu menggali ingatan tentang peristiwa atau pengalaman pribadi yang paling berkesan (lucu, sedih, atau membanggakan).
  • Peserta didik mampu menuangkan cerita pengalaman pribadi tersebut ke dalam bentuk sketsa kasar atau draf ide visual

Materi

1. Apa itu Gagasan dalam Berkarya?

Gagasan adalah ide atau pikiran awal sebelum kita membuat sesuatu. Kadang kita bingung ingin menggambar apa. Padahal, ide terbaik seringkali datang dari pengalaman pribadi kita sendiri, yaitu peristiwa yang benar-benar pernah kita alami.

2. Menggali Ingatan: Mencari Pengalaman Berkesan

Ingatan adalah "perpustakaan" ide kita. Cobalah ingat kembali peristiwa yang membuatmu merasakan emosi yang kuat, seperti:

  • Pengalaman Lucu: Kejadian yang membuatmu tertawa terpingkal-pingkal (misal: salah memakai sepatu atau mengejar kucing).

  • Pengalaman Membanggakan: Saat kamu berhasil melakukan sesuatu (misal: juara lomba, bisa naik sepeda tanpa roda bantu, atau membantu ibu).

  • Pengalaman Sedih atau Mengharukan: Kejadian yang menyentuh hati (misal: kehilangan mainan kesayangan atau saat harus berpisah dengan teman).

3. Cara Menemukan Ide Visual

Setelah memilih satu cerita, pikirkanlah hal-hal berikut untuk membantu imajinasimu:

  1. Siapa saja orang yang ada di dalam cerita itu?

  2. Di mana kejadiannya? (Di rumah, di sekolah, atau di tempat wisata?)

  3. Apa benda yang paling penting dalam cerita itu? (Misal: sepeda, kue ulang tahun, atau tas sekolah).


4. Membuat Sketsa Kasar (Draf Ide)

Setelah punya cerita, langkah selanjutnya adalah membuat sketsa kasar.

  • Sketsa kasar adalah gambar cepat yang dibuat menggunakan pensil secara tipis-tipis.

  • Jangan takut salah! Sketsa tidak harus rapi karena tujuannya hanya untuk meletakkan posisi benda atau orang (komposisi).

Tips Membuat Sketsa:

  • Gunakan garis-garis sederhana (lingkaran, kotak, atau garis lengkung).

  • Tentukan bagian mana yang menjadi "tokoh utama" dalam gambarmu (buatlah lebih besar atau di tengah).

  • Tambahkan detail latar belakang agar ceritamu lebih jelas.


5. Aktivitas Mandiri: "Buku Cerita Gambarku"

Mari kita berlatih menggali ide! Isilah titik-titik di bawah ini:

  1. Kejadian apa yang paling aku ingat? (Contoh: Liburan ke pantai)

  2. Perasaan apa yang muncul saat itu? (Senang/Gembira)

  3. Benda apa saja yang akan aku gambar? (Pasir, ombak, bola pantai, pohon kelapa)


Latihan Soal 

  1. Mengapa pengalaman pribadi bisa menjadi sumber gagasan yang baik dalam berkarya?

  2. Apa tujuan utama kita membuat sketsa kasar sebelum mulai mewarnai karya?

  3. Jika kamu ingin menceritakan pengalaman "Juara Lomba Mewarnai", benda apa yang sebaiknya ada di dalam gambarmu?

Kesimpulan

Penutup
"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar