Hari/Tanggal : Rabu, 21 Januari 2026
Fase/Kelas : B/ 3 A
Sekolah : SD Al Azhar 3 Bandar Lampung
Pelajaran : B. Indo, SBDP, MTK, IPAS
Metode : diskusi, presentasi
Media : Video Pembelajaran, LKPD
MTK
Capaian Pembelajaran :
Peserta Didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segi empat, segitiga, dll) mereka dapat menyusun dan berbagai bangun datar dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan.
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar
Alur Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyebutkan berbagai bentuk bangun datar yang ditemukan di lingkungan sekolah
- Peserta didik mempu menganalisa dan mendeskripsikan ciri-ciri bangun datar pola segi empat dan segitiga
-Peserta didik mampu membedakan dan mendeskripsikan karakteristik khusus pada berbagai jenis segi melalui gambar
Materi :
Mengenal Bangun Datar
1. Apa itu Bangun Datar?
Bangun datar adalah sebutan untuk bangun-bangun dua dimensi. Bangun datar adalah sebuah bidang datar yang dibatasi oleh garis lurus atau garis lengkung. Karena hanya dua dimensi, bangun datar hanya memiliki panjang dan lebar, tapi tidak memiliki tinggi atau tebal.
2. Jenis-Jenis Bangun Datar dan Cirinya
Mari kita pelajari beberapa bangun datar yang paling sering kita temui:
A. Persegi
Persegi adalah bangun datar yang memiliki 4 sisi yang sama panjang.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 4 sisi (garis) yang panjangnya persis sama.
- Memiliki 4 titik sudut (pojok).
- Contoh benda: Ubin/lantai keramik, kertas lipat (origami), dan sisi dadu.
B. Persegi Panjang
Persegi panjang mirip dengan persegi, tapi dua sisi yang berhadapan lebih panjang dari dua sisi lainnya.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 4 sisi.
- Sisi yang berhadapan sama panjang.
- Memiliki 4 titik sudut.
- Contoh benda: Buku tulis, papan tulis, pintu, dan uang kertas.
C. Segitiga
Segitiga adalah bangun datar yang dibentuk oleh 3 buah garis.
- Ciri-ciri:
- Memiliki 3 sisi.
- Memiliki 3 titik sudut.
- Jenis segitiga: Ada segitiga sama sisi (semua sisi sama panjang), segitiga sama kaki (2 sisi sama panjang), dan segitiga siku-siku.
- Contoh benda: Penggaris segitiga, potongan pizza, dan atap rumah.
D. Lingkaran
Lingkaran adalah bangun datar yang terbentuk dari satu garis lengkung yang saling bertemu.
- Ciri-ciri:
- Hanya memiliki 1 sisi lengkung.
- Tidak memiliki titik sudut.
- Contoh benda: Jam dinding, koin, roda sepeda, dan piring.
3. Komponen Bangun Datar
Untuk memahami bangun datar, kita perlu tahu dua istilah ini:
- Sisi: Garis-garis yang membentuk pinggiran bangun datar.
- Sudut: Titik pertemuan antara dua garis (ujung atau pojok).
4. Tabel Ringkasan
Nama Bangun | Jumlah Sisi | Jumlah Sudut |
Persegi | 4 | 4 |
Persegi Panjang | 4 | 4 |
Segitiga | 3 | 3 |
Lingkaran | 1 (lengkung) | 0 |
Latihan Soal :
- Apa bentuk permukaan buku paketmu?
- Apa bentuk dari uang koin lima ratus rupiah?
- Sebutkan benda di sekolahmu yang berbentuk lingkaran!
IPAS
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat menunjukkan arah mata angin pada denah atau peta sederhana.
Alur Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mendeskripsikan batas-batas wilayah kota/kabupaten tempat tinggal.
Materi:
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat menunjukkan arah mata angin pada denah atau peta sederhana.
Alur Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mendeskripsikan batas-batas wilayah kota/kabupaten tempat tinggal.
Materi:
Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar (seperti kertas) yang diperkecil dengan skala tertentu. Jika kita ingin melihat gambaran yang lebih kecil seperti rumah atau sekolah, kita menggunakan Denah .
1. Fungsi Peta dan Denah
Peta dan denah memiliki fungsi utama yang sangat penting bagi kita:
Menunjukkan Lokasi: Membantu kita menemukan letak suatu tempat (misal: letak UKS di sekolah).
Menunjukkan Arah: Agar kita tidak tersesat saat menuju suatu tempat.
Menggambarkan Luas: Kita bisa melihat gambaran luas suatu area tanpa harus mengelilinginya secara langsung.
2. Komponen-Komponen Dasar Peta
Agar sebuah denah atau peta mudah dibaca, ada empat komponen utama yang harus ada:
A. Judul Peta
Judul berada di bagian atas dan menjelaskan apa isi dari gambar tersebut .
Contoh: “Denah Kelas 4 SD”, “Peta Lingkungan Sekolah”.
B. Arah Mata Angin (Orientasi)
Berfungsi sebagai penunjuk arah. Biasanya menggunakan simbol panah yang mengarah ke arah Utara (U) . Ini membantu kita menentukan posisi Timur, Selatan, dan Barat.
C. Skala
Skala adalah perbandingan ukuran pada gambar dengan ukuran aslinya di lapangan.
Contoh: Skala 1:100 berarti 1 cm di gambar mewakili 100 cm (1 meter) di dunia nyata.
D. Legenda (Simbol Peta)
Legenda adalah daftar penjelasan dari simbol-simbol yang digunakan pada denah. Karena kami tidak mungkin menggambar meja atau pohon secara detail, kami menggunakan simbol sederhana.
3. Simbol-Simbol dalam Denah
Berikut adalah beberapa contoh simbol yang umum digunakan saat membuat denah rumah atau sekolah:
| Objek | Simbol Sederhana |
| Pintu | Garis melengkung atau celah pada dinding |
| Jendela | Garis ganda pada dinding |
| Meja | panjang atau kotak |
| Tanaman/Taman | Lingkaran bergerigi atau simbol bunga |
| Kamar Mandi | Kotak dengan simbol air/keran |
1. Letak Astronomis dan Geografis
Secara geografis, Kota Bandar Lampung terletak di ujung selatan Pulau Sumatera. Kota ini merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa melalui pelabuhan.
2. Cara Mengidentifikasi Bandar Lampung pada Peta
Untuk menemukan posisi Kota Bandar Lampung dalam peta Provinsi Lampung, peserta didik dapat memperhatikan ciri-ciri berikut:
Posisi Selatan: Lihat bagian bawah (selatan) dari peta Provinsi Lampung. Bandar Lampung terletak tepat di teluk yang menjorok ke dalam.
Wilayah Perairan: Kota ini berbatasan langsung dengan Teluk Lampung . Jika kalian melihat lekukan besar di bagian selatan peta, di situlah letak Bandar Lampung.
Simbol Ibu Kota: Pada peta resmi, Bandar Lampung biasanya ditandai dengan simbol lingkaran dengan titik di tengah atau simbol bintang , yang menandakan statusnya sebagai pusat pemerintahan provinsi.
3. Batas-Batas Wilayah
Mengenali tetangga wilayah juga memudahkan identifikasi:
Utara: Berbatasan dengan Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran.
Selatan: Berbatasan dengan Teluk Lampung.
Barat: Berbatasan dengan Kabupaten Pesawaran.
Timur: Berbatasan dengan Kabupaten Lampung Selatan.
LATIHAN
- Apa perbedaan penggunaan antara Peta dan Denah?
Penanda simbol yang biasanya digunakan pada peta resmi untuk menandai letak Kota Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi!
Komponen peta apakah yang digunakan sebagai perbandingan ukuran antara gambar di kertas dengan jarak aslinya di lapangan?
BAHASA INDONESIA
Capaian Pembelajaran:
Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Peserta didik mampu terlibat secara aktif dalam suatu percakapan dan diskusi sesuai tata cara. Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mempraktikkan wawancara sederhana untuk mencari informasi.
Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengatur volume suara dan intonasi (penekanan nada) agar pendapat yang disampaikan jelas dan tidak menyinggung perasaan orang lain.
Materi:
Presentasi bukan hanya soal apa yang kita katakan, tetapi juga tentang bagaimana cara kita menyampaikannya . Poster yang bagus akan jauh lebih menarik jika disajikan dengan sikap tubuh yang tepat dan rasa percaya diri yang tinggi.
1. Persiapan Mental: Membangun Percaya Diri
Sebelum maju ke depan, pastikan kamu menguasai konten postermu:
- Kuasai Materi: Pahami poin-poin utama dalam poster (Judul, tujuan promosi, dan ajakan/CTA).
- Latihan Peran: Ambil napas dalam sebelum memulai untuk menenangkan saraf.
- Berpikir Positif: Ingatlah bahwa teman-temanmu ingin mendengar apa yang kamu sampaikan.
2. Sikap Tubuh (Gestur) yang Sopan dan Profesional
Dalam Alur Tujuan Pembelajaran, gestur adalah kunci. Gunakan panduan "SIAP" berikut:
Unsur Tubuh | Cara yang Sopan & Benar | Hindari |
Posisi berdiri | Berdiri tegak dengan kedua kaki sejajar (selebar bahu). | Bersandar di meja, membungkuk, atau bertopang dagu. |
Tangan | Gunakan tangan untuk menunjuk bagian poster secara terbuka (telapak tangan menghadap ke atas). | Memasukkan tangan ke saku, melipat tangan di dada, atau membelakangi penonton. |
Kontak Mata | Tatap audiens secara bergantian (kiri, tengah, kanan). | Hanya melihat ke lantai, plafon, atau terus-menerus membaca poster. |
Ekspresi Wajah | Tersenyum ramah di awal dan akhir presentasi. | Wajah terlalu tegang atau tampak cemberut. |
3. Struktur Presentasi Poster
Agar presentasimu teratur, ikuti urutan berikut:
- Pembukaan: Salam (Selamat pagi/siang), sapa audiens, dan perkenalkan diri.
- Isi (Promosi): menjelaskan apa yang dipromosikan dalam poster. pilihan keunggulannya.
- Ajakan (Call to Action): Ajak audiens untuk melakukan sesuatu (misal: "Ayo beli!", "Jangan lupa hadir!").
- Penutup: Ucapkan terima kasih dan buka sesi tanya jawab singkat.
4. Etika dalam Forum Diskusi
Jika ada teman yang bertanya atau memberikan masukan:
- Dengarkan dengan Sekssama: Jangan menghentikan pembicaraan orang lain.
- Merespons dengan Sopan: Gunakan kata-kata seperti, "Terima kasih atas pertanyaannya," atau "Saran yang sangat bagus, akan saya terima."
- Menghargai Perbedaan: Jika ada kritik, terimalah dengan lapang dada sebagai bahan perbaikan.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu membuat karya berdasarkan pengalaman pribadi.
Alur Tujuan Pembelajaran:
s
Peserta
didik mampu menggali ide dengan menceritakan kembali peristiwa atau pengalaman
pribadi yang paling berkesan (lucu, sedih, atau menyenangkan).
s
Peserta
didik mampu membuat sketsa kasar (draft) dari cerita pengalaman tersebut ke
dalam bidang gambar dengan memperhatikan komposisi sederhana.
Materi:
1. Menemukan Cerita di Balik Kenangan
Setiap orang memiliki cerita unik. Sebuah karya seni yang bermakna sering kali lahir dari pengalaman pribadi . Untuk memulainya, kita perlu menengok kembali ingatan kita dan mencari momen yang paling berkesan.
Jenis-jenis Pengalaman Berkesan:
Momen Lucu: Kejadian yang membuat Anda tertawa terpingkal-pingkal (misal: salah memakai sepatu ke sekolah).
Momen Menyenangkan: Peristiwa yang membuat hati bahagia (misal: mendapat kado impian atau berlibur ke pantai).
Momen Sedih: Kejadian yang memberikan pelajaran berharga (misal: kehilangan hewan peliharaan atau terjatuh dari sepeda).
Tips Menggali Ide: Tutup matamu sejenak, bayangkan satu kejadian yang paling kamu ingat. Siapa saja yang ada di sana? Di mana tempatnya? Apa yang kamu rasakan saat itu?
2. Bercerita Sebelum Menggambar
Sebelum tangan mulai menggoreskan pensil, sampaikan ceritamu secara lisan atau tulisan singkat. Hal ini berfungsi untuk:
Menentukan Objek Utama: Siapa atau apa yang menjadi pusat perhatian dalam gambar?
Menentukan Latar Belakang: Di mana kejadian itu terjadi? (Rumah, sekolah, taman, dsb).
Menentukan Suasana: Bagaimana ekspresi wajah orang-orang dalam cerita tersebut?
3. Menyusun komposisi Sederhana
Komposisinya adalah cara kita menata objek dalam bidang gambar agar enak dilihat. Dalam tahap awal, kita bisa menggunakan prinsip sederhana:
Pusat Perhatian (Center of Interest): letakkan bagian paling penting dari ceritamu di tempat yang mudah terlihat (biasanya di tengah atau agak ke pinggir).
Keseimbangan: Jangan menumpuk semua gambar di satu sisi saja. Manfaatkan ruang kosong di kertas.
Skala: Objek yang dekat digambar lebih besar, sedangkan objek yang jauh digambar lebih kecil.
4. Membuat Sketsa Kasar (Draft)
Sketsa kasar adalah coretan awal untuk memetakan ide. Jangan salah takut!
Langkah-langkah Membuat Sketsa:
Garis Tipis: Gunakan pensil dengan tekanan ringan agar mudah dihapus jika ingin diperbaiki.
Bentuk Dasar: Mulailah dengan bentuk lingkaran, kotak, atau segitiga untuk membangun anatomi manusia atau bangunan.
Detail Bertahap: Setelah posisi objek dirasa pas, mulailah tambahkan detail seperti pakaian, rambut, atau benda-benda di sekitar.
Kesimpulan
Penutup"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar