Hari/Tanggal : Kamis, 8 Januari 2026
Metode : diskusi, presentasi
Media : Video Pembelajaran, LKPD
PENDIDIKAN PANCASILA
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengidentifikasi identitas diri dan keluarga sesuai budaya, suku bangsa, bahasa dan agama.
Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengidentifikasi karakteristik dirinya serta anggota keluarga inti sebagai bagian dari identitas diri.
Materi:
1. Apa itu Identitas Diri?
PENDIDIKAN PANCASILA
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengidentifikasi identitas diri dan keluarga sesuai budaya, suku bangsa, bahasa dan agama.
Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengidentifikasi karakteristik dirinya serta anggota keluarga inti sebagai bagian dari identitas diri.
Materi:
1. Apa itu Identitas Diri?
Identitas diri adalah ciri-ciri khusus yang melekat pada seseorang yang membedakannya dengan orang lain. Identitas diri membantu orang lain mengenali siapa kita.
Identitas diri terdiri dari:
Karakteristik Fisik: Bentuk rambut (lurus/keriting), warna kulit, tinggi badan, dan bentuk mata.
Identitas Sosial: Nama lengkap, tempat tanggal lahir, agama, suku bangsa, dan bahasa yang digunakan sehari-hari.
2. Mengenal Anggota Keluarga Inti
Keluarga inti adalah kelompok terkecil dalam masyarakat yang tinggal dalam satu rumah. Keluarga inti terdiri dari:
Ayah: Kepala keluarga.
Ibu: Orang tua perempuan yang melahirkan dan merawat kita.
Anak: Kakak atau adik (termasuk diri kita sendiri).
Setiap anggota keluarga memiliki karakteristik yang berbeda-beda, namun tetap bersatu dalam kasih sayang.
3. Identitas dalam Keberagaman (Suku, Bahasa, dan Agama)
Indonesia adalah negara yang kaya. Identitas diri dan keluarga kita pasti berkaitan dengan:
Suku Bangsa: Misalnya suku Jawa, Lampung, Sunda, Minang, atau Bugis. Setiap suku memiliki adat istiadat yang unik.
Bahasa: Selain Bahasa Indonesia, kita mungkin menggunakan bahasa daerah di rumah, seperti Bahasa Lampung atau Bahasa Jawa.
Agama: Di Indonesia ada agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Kita harus menghargai identitas agama setiap orang.
4. Aktivitas Mandiri: "Pohon Identitas Keluargaku"
Cobalah untuk mengisi identitas singkat di bawah ini untuk mengenal dirimu lebih dalam:
Nama Lengkapku: .......................................................
Suku Bangsaku: .......................................................
Agamaku: .......................................................
Ciri Fisikku: (Contoh: Rambut hitam lurus, kulit sawo matang)
Anggota Keluargaku:
Ayah bernama .................... , sukunya ....................
Ibu bernama .................... , sukunya ....................
Saya anak ke- .................... dari .................... bersaudara.
5. Mengapa Kita Harus Mengenal Identitas?
Mengenal identitas diri dan keluarga sangat penting agar:
Kita merasa bangga dengan asal-usul kita.
Kita bisa memperkenalkan diri dengan baik kepada orang lain.
Kita bisa belajar menghargai perbedaan yang ada di sekitar kita (Sikap Toleransi).
Latihan Soal Singkat
Sebutkan 2 contoh karakteristik fisik yang ada pada dirimu!
Jika ayahmu berasal dari suku Jawa dan ibumu dari suku Lampung, maka keluargamu memiliki keberagaman dalam hal ....
Mengapa kita harus menggunakan bahasa yang santun saat memperkenalkan identitas diri?
SBDPTujuan Pembelajaran:
Menceritakan pengalaman pribadi yang menarik sebagai sumber gagasan dalam berkarya
Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menuangkan cerita pengalaman pribadi tersebut ke dalam bentuk sketsa kasar atau darf ide visual.
Materi:
Sebutkan 2 contoh karakteristik fisik yang ada pada dirimu!
Jika ayahmu berasal dari suku Jawa dan ibumu dari suku Lampung, maka keluargamu memiliki keberagaman dalam hal ....
Mengapa kita harus menggunakan bahasa yang santun saat memperkenalkan identitas diri?
Tujuan Pembelajaran:
Menceritakan pengalaman pribadi yang menarik sebagai sumber gagasan dalam berkarya
Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menuangkan cerita pengalaman pribadi tersebut ke dalam bentuk sketsa kasar atau darf ide visual.
Materi:
1. Apa itu Gagasan dalam Berkarya?
Gagasan adalah ide atau pikiran awal sebelum kita membuat sesuatu. Kadang kita bingung ingin menggambar apa. Padahal, ide terbaik seringkali datang dari pengalaman pribadi kita sendiri, yaitu peristiwa yang benar-benar pernah kita alami.
2. Menggali Ingatan: Mencari Pengalaman Berkesan
Ingatan adalah "perpustakaan" ide kita. Cobalah ingat kembali peristiwa yang membuatmu merasakan emosi yang kuat, seperti:
Pengalaman Lucu: Kejadian yang membuatmu tertawa terpingkal-pingkal (misal: salah memakai sepatu atau mengejar kucing).
Pengalaman Membanggakan: Saat kamu berhasil melakukan sesuatu (misal: juara lomba, bisa naik sepeda tanpa roda bantu, atau membantu ibu).
Pengalaman Sedih atau Mengharukan: Kejadian yang menyentuh hati (misal: kehilangan mainan kesayangan atau saat harus berpisah dengan teman).
3. Cara Menemukan Ide Visual
Setelah memilih satu cerita, pikirkanlah hal-hal berikut untuk membantu imajinasimu:
Siapa saja orang yang ada di dalam cerita itu?
Di mana kejadiannya? (Di rumah, di sekolah, atau di tempat wisata?)
Apa benda yang paling penting dalam cerita itu? (Misal: sepeda, kue ulang tahun, atau tas sekolah).
4. Membuat Sketsa Kasar (Draf Ide)
Setelah punya cerita, langkah selanjutnya adalah membuat sketsa kasar.
Sketsa kasar adalah gambar cepat yang dibuat menggunakan pensil secara tipis-tipis.
Jangan takut salah! Sketsa tidak harus rapi karena tujuannya hanya untuk meletakkan posisi benda atau orang (komposisi).
Tips Membuat Sketsa:
Gunakan garis-garis sederhana (lingkaran, kotak, atau garis lengkung).
Tentukan bagian mana yang menjadi "tokoh utama" dalam gambarmu (buatlah lebih besar atau di tengah).
Tambahkan detail latar belakang agar ceritamu lebih jelas.
5. Aktivitas Mandiri: "Buku Cerita Gambarku"
Mari kita berlatih menggali ide! Isilah titik-titik di bawah ini:
Kejadian apa yang paling aku ingat? (Contoh: Liburan ke pantai)
Perasaan apa yang muncul saat itu? (Senang/Gembira)
Benda apa saja yang akan aku gambar? (Pasir, ombak, bola pantai, pohon kelapa)
Latihan Soal
Mengapa pengalaman pribadi bisa menjadi sumber gagasan yang baik dalam berkarya?
Apa tujuan utama kita membuat sketsa kasar sebelum mulai mewarnai karya?
Jika kamu ingin menceritakan pengalaman "Juara Lomba Mewarnai", benda apa yang sebaiknya ada di dalam gambarmu?
Mengapa pengalaman pribadi bisa menjadi sumber gagasan yang baik dalam berkarya?
Apa tujuan utama kita membuat sketsa kasar sebelum mulai mewarnai karya?
Jika kamu ingin menceritakan pengalaman "Juara Lomba Mewarnai", benda apa yang sebaiknya ada di dalam gambarmu?
Matematika
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat
mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku. Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengenal alat ukur panjang baku (penggaris, meteran pita) dan alat ukur berat baku (timbangan dapur, timbangan badan) yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
peserta didik mampu melakukan pengukuran berat berbagai benda.
Materi:
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat
mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku.
Alur Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengenal alat ukur panjang baku (penggaris, meteran pita) dan alat ukur berat baku (timbangan dapur, timbangan badan) yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
peserta didik mampu melakukan pengukuran berat berbagai benda.
Materi:
1. Apa itu Alat Ukur Baku?
Alat ukur baku adalah alat ukur yang hasilnya selalu sama meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda. Contoh satuan baku untuk panjang adalah sentimeter (cm) dan meter (m). Contoh satuan baku untuk berat adalah gram (g) dan kilogram (kg).
2. Mengenal Alat Ukur Panjang Baku
Untuk mengukur panjang sebuah benda atau tinggi badan, kita memerlukan alat yang tepat:
Penggaris: Digunakan untuk mengukur benda-benda yang pendek atau kecil.
Contoh: Mengukur buku tulis, pensil, atau penghapus.
Satuan: Sentimeter (cm).
Meteran Pita (Meteran Kain): Biasanya digunakan oleh penjahit atau untuk mengukur bagian tubuh.
Contoh: Mengukur lingkar pinggang atau panjang kain.
Meteran Saku (Meteran Tukang): Digunakan untuk mengukur benda yang cukup panjang.
Contoh: Mengukur lebar pintu atau panjang meja kelas.
3. Mengenal Alat Ukur Berat Baku
Untuk mengetahui berat suatu benda atau berat badan kita, alat yang digunakan disebut timbangan.
Timbangan Dapur (Timbangan Kue): Digunakan untuk menimbang bahan makanan yang jumlahnya sedikit.
Contoh: Menimbang tepung, telur, atau gula untuk membuat kue.
Timbangan Badan: Digunakan khusus untuk mengukur berat tubuh manusia.
Contoh: Mengetahui berapa kilogram berat badan kita saat ini.
Timbangan Warung (Timbangan Bebek/Kodok): Sering kita lihat di pasar.
Contoh: Menimbang cabai, bawang, atau buah-buahan.
4. Cara Mengukur yang Benar
Agar hasil pengukuran akurat, ikutilah langkah-langkah berikut:
Letakkan Titik Nol: Pastikan ujung benda sejajar dengan angka 0 pada alat ukur (penggaris atau timbangan).
Posisi Mata: Lihatlah angka pada alat ukur secara tegak lurus (tidak miring ke kiri atau ke kanan).
Catat Hasilnya: Baca angka terakhir yang ditunjukkan oleh alat tersebut.
- Ibu ingin membuat kue dan membutuhkan 200 gram tepung terigu. Ibu harus menggunakan ....
Andi ingin mengukur panjang buku gambar miliknya. Andi sebaiknya menggunakan ....
Siska ingin mengetahui berat badannya setelah libur sekolah. Siska menggunakan ...
Kesimpulan
Penutup"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar