Nama Guru: Upik Zulaiha, S.Pd.
Mata Pelajaran : MTK, IPAS, B.Indonesia, SBDP
Hari/Tanggal : Rabu, 6 Mei 2026
Materi pokok: menyajikan data dalam bentuk diagram batang, Bentang Alam, menulis teks deskripsi, mengamati dan mencatat kejadian sehari-hari
Media : Video Pembelajaran, LKPD
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat menyajikan data dalam berbagai representasi visual seperti tabel, diagram gambar (piktogram), dan diagram batang.
Materi :
Materi: Penyajian Data dalam Bentuk Tabel, Piktogram, dan Diagram Batang
1. Apa itu Data?
Data adalah kumpulan informasi yang kita peroleh dari hasil pengamatan atau pencatatan.
Contoh data:
- Jumlah siswa yang suka buah
- Jenis hewan peliharaan
- Hobi teman di kelas
2. Menyajikan Data dalam Tabel
Tabel digunakan untuk menyusun data agar rapi dan mudah dibaca.
Contoh: Data buah kesukaan siswa
Buah | Jumlah |
Apel | 5 |
Pisang | 3 |
Mangga | 4 |
👉 Tabel memiliki baris dan kolom.
3. Diagram Gambar (Piktogram)
Piktogram adalah penyajian data menggunakan gambar.
Contoh:
1 gambar = 1 siswa
Apel 🍎🍎🍎🍎🍎
Pisang 🍌🍌🍌
Mangga 🥭🥭🥭🥭
👉 Gambar harus memiliki arti yang jelas (misalnya 1 gambar = 1 data).
4. Diagram Batang
Diagram batang menggunakan batang (garis) untuk menunjukkan jumlah data.
Contoh Data
Jumlah buah kesukaan siswa:
- Apel = 5 siswa
- Pisang = 3 siswa
- Mangga = 4 siswa
1. Diagram Batang Vertikal (Tegak)
Jumlah
5 | █
4 | █ █
3 | █ █ █
2 | █ █ █
1 | █ █ █
-----------------------
Apel Pisang Mangga
Penjelasan:
- Garis ke atas menunjukkan jumlah (angka)
- Nama buah ada di bagian bawah
- Tinggi batang menunjukkan banyak data
👉 Apel paling tinggi = paling banyak
2. Diagram Batang Horizontal (Mendatar)
Apel : █████ (5)
Pisang : ███ (3)
Mangga : ████ (4)
Penjelasan:
- Batang ke samping menunjukkan jumlah
- Semakin panjang batang = semakin banyak jumlahnya
5. Langkah Menyajikan Data
- Kumpulkan data
- Susun dalam tabel
- Ubah ke bentuk piktogram
- Ubah ke diagram batang
Tujuan Pembelajaran :
Murid dapat membedakan ciri ciri dataran rendah dan daerah pantai serta pengaruhnya terhadap mata pencaharian masyarakat serta cara beradaptasi dengan kondisi alam
Materi :
Mengenal Dataran Rendah dan Daerah Pantai
Dataran rendah merupakan wilayah daratan yang luas dan memiliki ketinggian yang relatif rendah, biasanya berada di bawah 200 meter di atas permukaan laut. Wilayah ini umumnya memiliki permukaan tanah yang rata, sehingga sangat mudah untuk membangun berbagai sarana transportasi, pemukiman, dan pusat aktivitas penduduk. Karena kondisinya yang landai dan aksesnya yang mudah, dataran rendah sering menjadi pusat keramaian dan pembangunan kota.
Di sisi lain, daerah pantai adalah wilayah perbatasan langsung antara daratan dan lautan. Ciri utama daerah ini adalah adanya garis pantai, hamparan pasir atau bebatuan, serta hembusan angin laut yang cukup kencang. Suhu udara di pantai cenderung lebih panas dibandingkan dataran rendah karena lokasinya terbuka dan terpapar sinar matahari secara langsung tanpa banyak penghalang berupa rimbunnya pepohonan hutan.
Pengaruh Terhadap Mata Pencaharian
Perbedaan kondisi alam ini sangat mempengaruhi jenis pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Di wilayah dataran rendah, masyarakat biasanya memanfaatkan kesuburan tanah dan kemudahan akses untuk bertani padi, berkebun palawija, atau bekerja di sektor industri dan perkantoran. Tanah yang datar memudahkan para petani mengelola sawah mereka dengan pengairan yang teratur.
Sementara itu, masyarakat yang tinggal di daerah pantai sangat bergantung pada kekayaan sumber daya laut. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan yang mencari ikan di laut, petani garam yang memanfaatkan penguapan udara laut, atau pembudidaya tambak udang dan bandeng. Selain itu, keindahan pemandangan pantai sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuka usaha di bidang pariwisata, seperti penginapan, pemandu wisata, atau pedagang cendera mata.
Cara Beradaptasi dengan Kondisi Alam
Manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggalnya agar tetap merasa nyaman. Di dataran rendah, bentuk rumah penduduk biasanya memiliki banyak ventilasi dan jendela agar udara tetap segar. Karena akses transportasi yang mudah, masyarakat di sini terbiasa menggunakan kendaraan bermotor atau angkutan umum untuk melakukan perjalanan jauh di atas tanah yang rata.
Penduduk di daerah pantai memiliki cara adaptasi yang berbeda-beda. Karena suhu yang menyengat, masyarakat pantai sering mengenakan pakaian berbahan tipis dan menyerap keringat. Bentuk rumah di pesisir terkadang dibuat lebih tinggi atau memiliki atap dari bahan yang tidak menyerap panas untuk mengatasi hawa gerah. Selain itu, mereka harus selalu waspada terhadap kondisi pasang surut air laut dan angin kencang, sehingga pengetahuan tentang cuaca dan arah angin menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Soal Latihan
- Menjelaskan perbedaan utama antara permukaan tanah di dataran rendah dengan permukaan tanah di daerah pantai!
- Mengapa masyarakat yang tinggal di daerah pantai lebih banyak bekerja sebagai nelayan dibandingkan menjadi petani padi?
- sebutkan satu contoh cara masyarakat di daerah pantai menyesuaikan diri dengan suhu udara yang panas di lingkungan mereka!
- sebutkan mata pencaharian di daerah dataran rendah dan jelaskan mengapa banyak pekerjaan tersebut?
- jelaskan perbedaan kesulitan masyarakat dataran rendah dan pantai dalam mencari pekerjaan?
Tujuan Pembelajaran :
murid dapat menulis saran atau pendapat terkait masalah komunikasi dengan teman jauh.
Materi :
Berkomunikasi dengan teman yang tinggal di tempat jauh tentu berbeda dengan saat bertemu langsung. Jarak yang terpisah membuat kita harus menggunakan alat komunikasi seperti telepon, pesan singkat, atau surat elektronik. Namun, terkadang muncul masalah dalam komunikasi tersebut, misalnya salah paham karena nada bicara yang tidak terdengar jelas, pesan yang tidak kunjung disampaikan, atau kesulitan mengungkapkan perasaan melalui tulisan.
Saat menghadapi masalah komunikasi dengan teman jauh, kita perlu memberikan saran atau pendapat yang santun agar hubungan pertemanan tetap terjaga. Memberikan saran berarti menawarkan solusi atau jalan keluar atas suatu permasalahan. Pendapat atau saran yang baik sebaiknya disampaikan dengan bahasa yang tenang, tidak menyalahkan salah satu pihak, dan bertujuan untuk memperbaiki keadaan. Misalnya, jika seorang teman merasa sedih karena pesannya belum sampai, kita bisa memberikan pendapat bahwa mungkin teman tersebut sedang sibuk atau tidak memegang ponsel, sehingga sebaiknya ditunggu dengan sabar atau mencoba menghubungi kembali pada waktu yang lebih tepat.
Latihan Soal
1. Andi merasa sedih karena Budi yang tinggal di luar kota sudah dua hari tidak membalas pesan singkatnya. Saran yang paling tepat untuk Andi adalah...a. Memarahi Budi karena tidak peduli lagi
a. Lani sebaiknya meminta maaf dan memohon Siti menjelaskan maksudnya kembali dengan lebih jelas
3. Saat menelepon teman yang jauh, suara terdengar keputusan-putusan sehingga sering terjadi salah paham. Saran yang tepat untuk mengatasi hal tersebut adalah...
a. Langsung mematikan telepon tanpa pamit
b. Berhenti berteman karena komunikasi selalu terganggu
c. Mencari tempat dengan sinyal yang lebih baik atau dikirim ke pesan tulisan
d. Berteriak sekeras mungkin agar suara terdengar jelas
5. Edo ingin bercerita banyak hal kepada temannya yang jauh, tapi dia bingung memulainya lewat pesan singkat. Pendapatmu, apa yang sebaiknya dilakukan Edo?
Refleksi:
Tujuan Pembelajaran :
murid dapat memilih dan memanfaatkan bahan bekas atau alami yang ada di sekitar untuk berkarya
Materi :
1. Mengenal Masalah di Lingkungan Sekitar
Setiap hari, kita pasti melihat benda-benda di sekitar kita. Terkadang kita melihat lingkungan yang bersih, tapi terkadang kita juga melihat sampah yang menumpuk. Sampah—terutama plastik—dapat merusak keindahan alam dan membahayakan makhluk hidup.
2. Memberi Respon Melalui Karya Seni
Sebagai siswa yang kreatif, kita dapat memberikan respon atau tanggapan terhadap keadaan lingkungan. Caranya bukan hanya dengan membersihkannya, tapi juga dengan Daur Ulang (Recycle) .
Daur Ulang adalah mengolah kembali barang bekas menjadi barang baru yang memiliki fungsi atau nilai seni.
3. Contoh Karya Seni yang Berdampak Positif
Dengan membuat karya seni dari barang bekas, kami memberikan dampak positif:
Bagi diri sendiri: Melatih kreativitas dan kesabaran.
Bagi lingkungan: Mengurangi jumlah sampah dan memperindah suasana.
Contoh ide karya seni:
Pot Tanaman Lucu: Dibuat dari botol plastik bekas yang dipotong dan dicat.
Tempat Pensil: Dibuat dari kaleng bekas atau gulungan tisu toilet yang dihias.
Kolase Alam: Menggunakan daun kering atau ranting yang jatuh untuk membuat gambar pemandangan.
Latihan Soal
Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (X)!
1. Jika kita melihat banyak botol plastik berserakan di taman sekolah, sikap kreatif yang bisa kita lakukan adalah...
a. Membiarkannya saja karena bukan tugas kita
b. Mengumpulkannya untuk dibuat menjadi kerajinan tangan
c. Menendangnya sampai jauh
d. Menunggu guru yang membersihkannya
2. Mengolah kembali barang bekas menjadi karya yang bermanfaat disebut dengan...
a. Membuang sampah
b. Daur ulang
c. Mencoret-coret
d. Merusak alam
3. Manakah dari benda berikut yang termasuk barang bekas yang bisa dijadikan pot tanaman? A. Kertas tisu yang sudah basah
b. Botol plastik bekas minuman
c. Kulit pisang
d. Daun segar yang masih di pohon
4. Apa dampak positif bagi lingkungan jika kita membuat karya seni dari barang bekas?
A. menjadi lingkungan lebih kotor
b. Sampah di lingkungan menjadi berkurang
c. Uang saku kita menjadi habis
d. menjadi Lingkungan bau
5. Bahan alam yang bisa digunakan untuk membuat karya seni kolase tanpa merusak lingkungan adalah...
a. Memetik bunga yang sedang mekar di taman
b. Menggunakan daun-daun kering yang sudah jatuh
c. Mencabuti rumput di halaman sekolah
d. Mematahkan dahan pohon yang masih hijau
Penutup
"Hari ini adalah langkah pertama menuju masa depanmu. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu untuk bertanya, dan jangan malu untuk belajar. Setiap hal besar dimulai dari keberanian kecil di hari pertama. Ayo semangat! Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat bertumbuh dan bermimpi."
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar